Bos Ducati Puji Marc Marquez Meski Finis Keenam di Mandalika
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Menurut Dito penjualan motor Ducati di Indonesia merosot di 2024, bahkan disebut masih jauh dari target
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penurunan penjualan motor terus menghantui berbagai pihak. Seperti yang tengah dirasakan oleh Ducati Indonesia.
Jenama asal Italia ini mengaku penjualan mereka merosot pada 2024. Hal tersebut terjadi sepanjang Januari sampai Juni lalu.
“Memang terasa juga di kita, dari target telah ditentukan masih di bawah. Tahun ini kita ingin menjual 170an unit, tetapi sekarang baru setengahnya kurang,” kata Dito Mulyawadi, Aftersales Director Ducati Indonesia kepada KatadataOTO di ICE BSD, Tangerang pada Jumat (16/8).
Menurutnya penurunan penjualan motor Ducati disebabkan berbagai faktor. Seperti pelemahan ekonomi di Tanah Air maupun dunia.
Meski begitu Dito berharap penjualan mereka bisa kembali bergeliat. Sehingga mampu mencapai target telah ditentukan sebelumnya.
“Akan coba kita kejar di semester dua ini. Mudahan-mudahan bisa mencapai angka tersebut,” tegas Dito.
Di sisi lain hal senada turut dilontarkan oleh Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia. Dia mengaku kalau penjualan produk mereka melorot sejak awal tahun.
“Tahun ini semua turun, tidak ada penjualan motor premium naik. Kondisinya sekarang cukup menantang,” kata Jimmy.
Menurutnya pelemahan ekonomi yang terjadi selama beberapa bulan ini sangat berpengaruh. Sehingga mereka tidak bisa terhindar dari hal tersebut.
“Ekonomi (sedang) susah, cuma tinggal turunnya berapa banyak. Apakah masih untung atau udah jadi rugi,” Jimmy menambahkan.
Lebih jauh dia menjelaskan, pabrikan asal negeri pizza masih mendapatkan untung sedikit meski penjualan motor mereka turun. Akan tetapi jumlahnnya tidak sebanyak seperti saat kondisi normal.
Hal itu membuat mereka mampu bertahan di pasar otomotif Tanah Air. Dia pun berharap penjualan motor Ducati di semester dua bisa membaik.
Jimmy pun menuturkan berbagai cara dilakukan demi menggenjot angka penjualan. Seperti menghadirkan berbagai program menarik buat konsumen.
“Apa yang kita berikan kepada pelanggan setia tidak kami kurangi. Mau ramai atau tidak itu sudah risiko sebagai penjual, namun hak pelayanan publik harus tetap dijaga tidak boleh turun,” tegas Jimmy.
Sebagai informasi, menurut data milik Aisi (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) penjualan motor di Indonesia secara domestik terdapat 3.769.838 unit terjual sejak Januari sampai Juli 2024.
Angka di atas meningkat hanya 2,5 persen jika dibandingkan dengan periode serupa sebelumnya. Sebab di 2023 hanya mencatatkan 3.676.358 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
12 Oktober 2026, 22:00 WIB
11 Oktober 2026, 19:19 WIB
08 Oktober 2026, 07:00 WIB
29 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026