Wholesales Motor Baru Juli 2026 Melonjak, Sentuh 600 Ribu Unit
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
Menurut data Aisi di laman resmi mereka, penjualan motor baru sepanjang Januari 2025 menunjukan penurunan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sektor otomotif lagi-lagi menemui batu sandungan. Seperti yang sedang dirasakan oleh industri kendaraan roda dua pada Januari 2025.
Sebab menurut data milik Aisi (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) pada Senin (10/02), penjualan motor bulan lalu mengalami penurunan.
Di Januari 2025 hanya mencatatkan angka 557.191 unit untuk pasar domestik. Jumlah tersebut terkoreksi 5,9 persenan bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2024.
Namun hal berbeda justru ditunjukan buat pasar ekspor. Pada bulan lalu meningkat menjadi 41.489 unit.
Tentu capaian di atas perlu menjadi perhatian banyak pihak. Sebab sejumlah faktor digadang-gadang sebagai biang kerok penjualan motor baru di awal 2025 lesu.
Misal kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Kemudian masih ada nilai tukar rupiah terhadap dolar cukup tinggi.
Lalu wacana penerapan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 12 persen, dinilai turut mempengaruhi daya beli masyarakat di Tanah Air.
Ditambah belum jelasnya penerapan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) maupun BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan) di beberapa daerah, juga membuat konsumen menunda beli motor baru di Januari 2025.
Padahal Aisi sempat berharap penjualan motor baru di tahun ini bisa terus bertumbuh dan bergairah di tengah situasi yang sulit.
“Kami sangat berharap mudah-mudahan bisa positif. Lebih baik daripada tahun lalu,” ujar Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI kepada KatadataOTO belum lama ini.
Sigit pun meminta semakin banyak daerah memberikan keringanan opsen PKB juga BBNKB. Seperti diterapkan oleh Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat sampai Jawa Timur.
Penting dilakukan agar mendongkrak penjualan motor baru di Indonesia sepanjang 2025. Jadi dapat memberikan banyak dampak positif.
Di sisi lain motor matic masih belum tergoyahkan di pangsa pasar kendaraan roda dua di dalam negeri. Sebab berkontribusi sampai 93,75 persen.
Sementara pada tempat kedua dihuni oleh model underbone atau bebek, sukses menyumbangkan 3,37 persen.
Terakhir di tangga ketiga menjadi milik motor sport. Sepanjang Januari 2025 berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 2,89 persen.
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
34.991 |
5571.191 |
|
Bulan |
2024 |
2025 |
|
34.991 |
41.489 |
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
26 Juli 2026, 22:05 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan