Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Penerapan rem ABS pada motor disebut bisa menaikan harga jual yang berimbas pada turunnya minat masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penerapan rem ABS (Anti-lock Braking System) tengah ramai diperbincangkan. Sebab fitur ini dinilai penting ada pada sebuah sepeda motor.
Melihat hal tersebut, Kemenhub (Kementerian Perhubungan) mempertimbangkan penerapan fitur keselamatan satu ini di Tanah Air.
Beberapa pihak pun coba menanggapi wacana tersebut. Mereka mengatakan kalau penyematan rem ABS di motor merupakan langkah positif.
“Penambahan fitur ABS secara teknis menawarkan peningkatan keamanan yang signifikan, terutama dalam kondisi jalan licin atau pengereman mendadak,” ucap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Meski begitu Yannes menjelaskan bahwa penerapan fitur keselamatan itu berpotensi menimbulkan masalah baru. Seperti meningkatnya harga jual motor di Tanah Air.
Sebab biaya produksi yang harus ditanggung menjadi lebih besar atau membengkak setelah penambahan ABS. Sehingga bakal mempengaruhi daya beli masyarakat terutama pada segmen Entry-Level.
Konsumen dengan anggaran terbatas kemungkinan besar akan memilih untuk memboyong kendaraan roda dua bekas atau menunda pembelian beberapa waktu.
“Dapat menjadi hambatan buat sebagian besar konsumen di Indonesia yang sensitif terhadap harga,” Yannes menambahkan.
Jika hal di atas terjadi maka akan berdampak pada terpukulnya industri otomotif. Sebab bila minat masyarakat turun akibat harga melambung, maka produsen otomatis menurunkan jumlah produksi mengikuti permintaan pasar.
Lalu para pabrikan terpaksa mengurangi jumlah tenaga kerja. Selanjutnya berpotensi meningkatkan angka pengangguran di Tanah Air.
“Jadi pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk biaya sebelum menetapkan kebijakan tersebut secara menyeluruh di semua wilayah Indonesia,” tegas Yannes.
Memang jika dilihat banderol sebuah sepeda motor dengan rem ABS dan tidak selisihnya cukup banyak, bisa mencapai Rp 3 jutaan hingga 4 jutaan.
Ambil contoh harga Honda Vario CBS Active di Jakarta adalah Rp 27,3 jutaan. Sementara varian ABS bisa didapatkan dengan uang Rp 30,2 jutaan.
Hal serupa terjadi pada Honda PCX, buat tipe CBS dibanderol Rp 33,4 jutaan. Lalu buat yang ABS Rp 36,9 jutaan.
Terakhir untuk Yamaha Aerox Standar ditawarkan di angka Rp 27,8 jutaan. Sedangkan varian ABS Connected dijual Rp 31,6 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
09 Juli 2026, 21:00 WIB
04 Juli 2026, 21:00 WIB
Terkini
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus