Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Motor yang terendam banjir tidak boleh langsung dinyalakan, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemilik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banjir yang datang secara tiba-tiba di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi membuat warga cukup panik. Sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan kendaraannya.
Seperti terjadi di Bekasi, Jawa Barat nampak puluhan motor terendam oleh air yang cukup tinggi selama seharian penuh.
Kondisi tersebut tentu memerlukan perhatian khusus. Sebab motor yang terendam banjir tidak boleh langsung dihidupkan.
“Jangan langsung dinyalakan (mesinnya). Lebih baik cabut kunci kontak saja,” ungkap Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati kepada KatadataOTO, Selasa (04/05).
Ia menjelaskan ada beberapa langkah yang harus dilakukan para pemilik kendaraan. Pertama adalah membersihkan motor dari endapan lumpur.
Lalu periksa secara detail bagaimana kondisi kendaraan roda dua Anda. Seperti pada bagian filter udara, apakah terdapat air atau tidak.
“Tangki bahan bakar juga harus dicek atau dikuras terlebih dahulu. Jangan sampai BBM tercampur dengan air,” ia melanjutkan.
Selanjutnya pemilik bisa menguras oli mesin dan gardan pada motor matic. Sebab jika terendam banjir lumayan lama, ada kemungkinan air masuk.
Jika begitu maka warna oli akan berubah menjadi coklat. Lalu kualitasnya juga menurun, sehingga tidak bisa melumasi bagian jantung mekanis.
“Knalpot turut diperiksa, karena rentan kemasukan air. Jadi wajib dibuka supaya tidak terhisap kembali ke mesin ketika dinyalakan,” tutur Wahyu.
Kemudian motor yang terendam banjir wajib dicek bagian kelistrikannya. Seperti perkabelan, CDI atau ECU harus dipastikan bersih.
Anda bisa mengeringkan perkabelan pada kendaraan menggunakan angin dari kompresor. Pastikan tidak ada air tersisa.
“Jangan dihidupkan sebelum kering sempurna. Takutnya masih ada air yang masuk (dapat menimbulkan korsleting listrik),” pungkas dia.
Nah untuk pengguna motor matic, ada satu bagian pada kendaraan Anda yang harus mendapatkan perhatian khusus, yakni CVT (Continuously Variable Transmission).
Bila sudah terendam dalam waktu cukup lama, maka dapat menimbulkan kerusakan maupun karat jika tidak segera ditangani.
“Drive Pulley dan Driven Pulley harus dibersihkan. Jika perlu ditambah serta diganti dengan gemuk atau stamp pad baru,” tegas Wahyu.
Kalau semua langkah di atas sudah dilakukan, maka masyarakat bisa menggunakan motornya kembali. Seperti untuk bekerja sampai kegiatan sehari-hari.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 21:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah