Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
IBC terus melalukan berbagai cara guna mendorong standarisasi baterai motor listrik, salah satunya melalui BAMS
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – IBC (Indonesia Battery Corporation) terus mendorong standarisasi baterai motor listrik. Salah satunya dengan meluncurkan platform BAMS (Battery Asset Management Service).
Menurut Dilo Seno, Direktur Pengembangan Usaha dan Portofolio MIND ID, BAMS adalah wadah kendaraan roda dua setrum. Mulai dari menyediakan baterai, swapping & charging station lalu aplikasi yang bisa digunakan berbagai merek.
“IBC mengambil langkah inovatif dengan menyeragamkan semua ekosistem motor listrik melalui BAMS,” kata Dilo di katadata.
Lebih jauh Dilo menuturkan kalau penampung daya merupakan salah satu komponen utama untuk kendaraan listrik. Pasalnya memiliki porsi sekitar 35 persen dari total biaya dikeluarkan
Baterai menjadi komponen kunci dalam industri kendaraan elektrik, terutama terkait kapasitas penyimpanan. Namun sekarang ada kekhawatiran soal ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan banyaknya spesifikasi.
Maka IBC terus mendorong standarisasi baterai motor listrik. Dalam langkah anyarnya mereka menggandeng sejumlah pihak.
Sebut saja seperti Gesits, Volta, Alva, Viar dan United. Selain itu ada juga bengkel konversi seperti Bintang Racing Team hingga Spora EV.
Sementara itu, dua pemain global motor listrik dari Cina yang akan masuk ke Indonesia, yakni Sunra sama Goda, juga turut memberikan komitmennya guna berpartisipasi dalam ekosistem BAMS.
Di sisi lain Jeffrie Korompis selaku Direktur Operasi dan Pengembangan IBC mengatakan, BAMS bakal dikembangkan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mengkomersialisasi solusi berbasis Battery Swapping Station berdasarkan model bisnis anyar, yakni konsep decoupling atau pemisahan baterai dari kendaraan listrik.
“Dengan demikian, sebagai ekosistem baru, BAMS akan berfungsi sebagai platform guna kolaborasi para pelaku industri kendaraan listrik, seperti produsen atau penyedia energi, produsen baterai, pengembang teknologi dan operator battery swapping station,” ungkapnya.
Di tempat berbeda, Luhut Binsar Panjaitan selaku Menko Maritim dan Investasi mengungkapkan kalau kekhawatiran masyarakat sudah bukan pada jarak tempuh, tetapi pada ketersediaan infrastruktur.
Ini termasuk Stasiun Penukaran Baterai (Swap Station) maupun Stasiun Pengisian Listrik (Charging Station). Oleh karenanya, diperlukan kerja sama serta inovasi dalam menciptakan solusi yang efisien juga efektif.
“Kami menyambut baik hal ini sebagai bagian dari program transisi energi,” ucapnya.
Dengan begitu diharapkan BAMS dapat memberikan solusi manajemen baterai yang efisien serta terjamin.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda