Harga Motor Listrik VinFast di RI, Mulai Dikirim Juni 2026
22 Mei 2026, 07:00 WIB
Kemenperin menegaskan kalau subsidi motor listrik harus diberikan ke orang yang tepat sasaran alias membutuhkan
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Taufik Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Tranportasi dan Elektronik (ILMATE) Kemenperin menegaskan subsidi motor listrik oleh pemerintah harus diberikan secara tepat sasaran.
Hal ini agar seluruh masyarakat dapat menikmati insentif digelontorkan. Sehingga bisa memiliki kendaraan ramah lingkungan sesuai kebutuhan dalam kegiatan sehari-hari.
“Saya mendorong agar subsidi diberikan ke orang yang tepat, memang betul-betul dia mau beli motor listrik tapi duitnya pas-pasan itu harus mendapatkan,” ujar Taufik di ajang IIMS 2023, Senin (20/2).
Taufik mengatakan insentif untuk pembelian kendaraan listrik memiliki tujuan dengan melihat subjek ke objek. Artinya perlu dilihat dari segi capability atau kemampuan seseorang memiliki sepeda motor atau mobil listrik.
Kendati demikian dia hanya bisa memberi usulan saja. Sebab rencana pemberian stimulus tersebut berada di area Kementerian Keuangan.
"Mengusulkan dalam konteks industri yang memang dibangun di dalam negeri, punya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Nanti pemberiannya siapa, seharusnya dicek menggunakan data nasional sudah ada,” lanjutnya,
Melihat hal itu Taufik menjelaskan kalau harus ada kolaborasi antar instansi agar subsidi motor listrik dikeluarkan oleh pemerintah tidak salah sasaran malah diberikan kepada kalangan memang memiliki kondisi ekonomi baik.
Sementara Arifin Tasrif, Menteri ESDM memastikan pemerintah bakal mengucurkan insentif bagi kendaraan elektrik serta hasil konversi pada Maret 2023. Nantinya masyarakat mendapatkannya sebesar Rp7 juta.
Hal itu disampaikan setelah menghadiri rapat koordinasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (20/2).
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa subsidi motor listrik diberikan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kendaraan ramah lingkungan. Di sisi lain guna mengurangi impor BBM (Bahan Bakar Minyak) yang selama ini cukup besar.
“Tadi rapat mengenai implementasi untuk kendaraan listrik, rencananya Maret sudah jalan. Kalau sepeda motor besaran magnitudenya (Rp7 juta),” Kata Arifin.
Lebih lanjut Arifin mengaku menggandeng Kementerian Perhubungan guna menyiapkan 1.000 bengkel konversi tersertifikasi di Indonesia. Hal ini agar mengakselerasi modifikasi motor konvensional ke listrik.
Adapun pemerintah menargetkan 50 ribu unit hasil konversi pada 2023. Oleh sebab itu dia terus menggenjot semua persiapan buat membangun ekosistemnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Mei 2026, 07:00 WIB
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
02 Juni 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez memiliki peluang meraih podium pada MotoGP Hungaria 2026 jika mampu tampil konsisten dan maksimal
02 Juni 2026, 09:00 WIB
Saat penjualan masih tertinggal dari merek Jepang lain, Nissan berencana menambah portfolio produknya di RI
02 Juni 2026, 07:00 WIB
BYD Seal PHEV berpotensi jadi produk hybrid berikutnya setelah M6 DM-i, sudah terdaftar di Indonesia
02 Juni 2026, 06:10 WIB
Ganjil genap Jakarta terkini tidak hanya mengandalkan petugas namun juga dibantu oleh teknologi ETLE
02 Juni 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan di SIM keliling Jakarta hari ini, simak daftar persyaratan yang harus dipenuhi
02 Juni 2026, 06:00 WIB
Pengendara motor dan mobil bisa memanfaatkan keberadaan SIM keliling Bandung hari ini di dua tempat berbeda
01 Juni 2026, 19:22 WIB
SPBU Shell maupun BP AKR terpantau melakukan penyesuian harga BBM jenis diesel mulai hari ini, Senin (01/06)
01 Juni 2026, 13:20 WIB
Pada Juni 2026 Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada beberapa produk mereka, seperti di Solar