TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Kemenperin menegaskan kalau subsidi motor listrik harus diberikan ke orang yang tepat sasaran alias membutuhkan
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Taufik Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Tranportasi dan Elektronik (ILMATE) Kemenperin menegaskan subsidi motor listrik oleh pemerintah harus diberikan secara tepat sasaran.
Hal ini agar seluruh masyarakat dapat menikmati insentif digelontorkan. Sehingga bisa memiliki kendaraan ramah lingkungan sesuai kebutuhan dalam kegiatan sehari-hari.
“Saya mendorong agar subsidi diberikan ke orang yang tepat, memang betul-betul dia mau beli motor listrik tapi duitnya pas-pasan itu harus mendapatkan,” ujar Taufik di ajang IIMS 2023, Senin (20/2).
Taufik mengatakan insentif untuk pembelian kendaraan listrik memiliki tujuan dengan melihat subjek ke objek. Artinya perlu dilihat dari segi capability atau kemampuan seseorang memiliki sepeda motor atau mobil listrik.
Kendati demikian dia hanya bisa memberi usulan saja. Sebab rencana pemberian stimulus tersebut berada di area Kementerian Keuangan.
"Mengusulkan dalam konteks industri yang memang dibangun di dalam negeri, punya TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Nanti pemberiannya siapa, seharusnya dicek menggunakan data nasional sudah ada,” lanjutnya,
Melihat hal itu Taufik menjelaskan kalau harus ada kolaborasi antar instansi agar subsidi motor listrik dikeluarkan oleh pemerintah tidak salah sasaran malah diberikan kepada kalangan memang memiliki kondisi ekonomi baik.
Sementara Arifin Tasrif, Menteri ESDM memastikan pemerintah bakal mengucurkan insentif bagi kendaraan elektrik serta hasil konversi pada Maret 2023. Nantinya masyarakat mendapatkannya sebesar Rp7 juta.
Hal itu disampaikan setelah menghadiri rapat koordinasi dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (20/2).
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa subsidi motor listrik diberikan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kendaraan ramah lingkungan. Di sisi lain guna mengurangi impor BBM (Bahan Bakar Minyak) yang selama ini cukup besar.
“Tadi rapat mengenai implementasi untuk kendaraan listrik, rencananya Maret sudah jalan. Kalau sepeda motor besaran magnitudenya (Rp7 juta),” Kata Arifin.
Lebih lanjut Arifin mengaku menggandeng Kementerian Perhubungan guna menyiapkan 1.000 bengkel konversi tersertifikasi di Indonesia. Hal ini agar mengakselerasi modifikasi motor konvensional ke listrik.
Adapun pemerintah menargetkan 50 ribu unit hasil konversi pada 2023. Oleh sebab itu dia terus menggenjot semua persiapan buat membangun ekosistemnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen