Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
AISMOLI menilai jika besaran subsidi motor listrik Presiden Jokowi sudah cukup karena sama dengan negara lain
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Meski berjalan lambat, subsidi motor listrik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sudah tepat. Seperti dilontarkan Abdullah Alwi, Sekretaris AISMOLI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia).
Dia mengatakan kalau besaran insentif yang diberikan Jokowi termasuk besar. Sebab di negara tetangga angkanya kurang lebih sama seperti di Tanah Air.
“Sampai sekarang Rp7 juta sudah baik ya, karena keinginan Menperin mensubsidi dari segi baterai. Di negara lain seperti Thailand hampir mirip jadi saya rasa cukup,” ungkap dia dalam diskusi Xplore Motor Listrik beberapa waktu lalu.
Abdul Alwi mengungkapkan kalau saat merumuskan besaran subsidi motor listrik, pemerintah telah mempertimbangkan banyak faktor.
Oleh sebab itu Sekretaris AISMOLI merasa belum perlu ada penambahan bantuan. Sebab apa yang diberikan Presiden Jokowi lebih dari cukup.
“Kalau ditanya ke masyarakat jika ditambah subsidi mau tidak, saya rasa semua juga bakal ngomong mau. Tapi kita harus lihat keseimbangan antara dukungan pemerintah, jumlah kuota, dana serta harapan masyarakat,” tambah Abdullah Alwi.
Alwi lantas mengatakan kalau akar masalah dari rendahnya minat masyarakat terhadap motor listrik subsidi terletak pada minim sosialisasi. Sehingga tidak tersampaikan dengan baik tujuan pemerintah.
“Apakah semua orang tahu program ini atau ada pendekatan-pendekatan lain dari APM yang pada prinsipnya masih banyak pekerjaan rumah,” Alwi menegaskan.
Kendati demikian masyarakat dinilai masih perlu waktu cukup lama buat beralih dari kendaraan konvensional menuju motor listrik.
Akan tetapi dia optimistis minat pencinta otomotif terhadap motor listrik subsidi bisa terus meningkat. Sehingga dapat mencapai target yang telah ditentukan.
Patut diketahui pada 2024 kuota motor listrik subsidi dikurangi. Dari 600 ribu unit kini hanya tersedia 50 ribu unit saja.
Hal itu setelah Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian (Menperin) melakukan evaluasi penyerapan pada tahun lalu.
Sementara Alwi mengatakan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum sudah menyentuh puluhan ribu unit pada Januari 2024.
“Sampai hari ini populasi motor listrik di Indonesia sudah sekitar 75 ribu atau sekitar 74.998 unit menurut data SRUT (Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe) milik Kemenhub,” punkasnya.
Lebih jauh sekretaris AISMOLI satu ini menuturkan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum di Tanah Air terus meningkat secara signifikan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus