Honda Andalkan Konsumen Loyal Untuk Dongkrak Penjualan
25 Mei 2026, 11:00 WIB
Honda akan gunakan strategi lain seperti program potongan harga meskipun ketidakpastian insentif motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif motor listrik yang sempat dinikmati sejumlah produsen di Indonesia tak kunjung mendapatkan kejelasan jelang tutup tahun.
Ketidakpastian insentif tentu menjadi hambatan buat sederet produsen yang mengandalkan subsidi tersebut untuk menjual motor listrik.
PT Astra Honda Motor (AHM) menjadi salah satu pabrikan yang menawarkan kendaraan roda dua elektrik, merakit lokal dan menerima subsidi tersebut.
Namun sejak pemerintah belum lagi memberikan kelanjutan soal insentif motor listrik, Honda berupaya tetap menggenjot penjualan dengan menawarkan potongan harga.
“Tentu kami akan tetap memasarkan sepeda motor listrik. Karena memang ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan, memenuhi permintaan konsumen,” kata Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT AHM di Jakarta, belum lama ini.
Tidak dapat dipungkiri bahwa harga beberapa model motor listrik Honda terbilang cukup tinggi di Rp 40 jutaan ke atas.
Oleh karena itu Honda tetap akan menyambut baik, apabila pemerintah memutuskan buat kembali menggelontorkan insentif buat para produsen yang memenuhi persyaratan.
Sehingga harga motor listrik Honda bisa semakin kompetitif dan dapat dijangkau konsumen.
Tanpa adanya insentif, ada peluang Honda kembali berikan diskon besar-besaran seperti yang sempat terjadi di Jakarta Fair 2025 beberapa waktu lalu.
“Ya diskon itu kan tergantung policy, kondisi dan strategi kita memasarkan sebuah produk. Saya belum bisa bicara apakah akan ada diskon lagi nanti,” kata Muhib.
Namun dia menegaskan potongan harga merupakan cara Honda memberikan kesempatan pada masyarakat banyak untuk memiliki sebuah produk.
“Saya bilang bagus (respons konsumen terhadap diskon). Mohon maaf belum bisa sebut angka (penjualannya),” tegas dia.
Saat ini harga motor listrik Honda diklaim sudah sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Seperti EM1 e:, Icon e: sampai CUV e:.
Standar keamanannya sudah disesuaikan spesifikasi global. Lalu beberapa faktor lain juga membuat harga motor listrik Honda tinggi.
Baterai pada lini kendaraan roda dua elektrik Honda Icon e: dikirim dari Cina. Sedangkan pada model CUV e:, penampung dayanya disuplai India.
Baterai sendiri merupakan komponen yang memiliki biaya paling besar. Karena masih diimpor, otomatis banderol motor listrik Honda relatif tinggi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Mei 2026, 11:00 WIB
24 Mei 2026, 15:13 WIB
23 Mei 2026, 09:57 WIB
22 Mei 2026, 07:00 WIB
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Terkini
26 Mei 2026, 11:00 WIB
Jetour T1 i-DM bakal mengisi segmen di bawah T2 yang sudah dijual di Indonesia, jadi PHEV perdana Jetour
26 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati bakal menjalani MotoGP Italia 2026 dengan beberapa pembalap yang absen, seperti Alex serta Marc Marquez
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta jadi alternatif untuk masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta mulai diterapkan sejak pukul 06.00 WIB dan hari ini waktunya mobil berpelat genap
25 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik baru Wuling terpantau ada dalam daftar Pangkalan Data Kekayaan Intelektual dengan nama Aira ev
25 Mei 2026, 19:00 WIB
New Toyota GR Yaris diberikan berbagai pembaruan, lalu mobil tersebut diniagakan di angka Rp 1,1 miliaran
25 Mei 2026, 18:54 WIB
Honda telah memastikan tidak akan merilis Honda Prelude varian Type R karena memiliki target konsumen yang berbeda dari Civic.
25 Mei 2026, 11:00 WIB
Berkaca dari data pembeli Prelude, loyalis Honda disebut memiliki peran penting dalam mendongkrak penjualan