Menyulap Honda Megapro Jadi Motor Trail XR 200, Makin Kalcer
27 Januari 2026, 17:42 WIB
Honda akan gunakan strategi lain seperti program potongan harga meskipun ketidakpastian insentif motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif motor listrik yang sempat dinikmati sejumlah produsen di Indonesia tak kunjung mendapatkan kejelasan jelang tutup tahun.
Ketidakpastian insentif tentu menjadi hambatan buat sederet produsen yang mengandalkan subsidi tersebut untuk menjual motor listrik.
PT Astra Honda Motor (AHM) menjadi salah satu pabrikan yang menawarkan kendaraan roda dua elektrik, merakit lokal dan menerima subsidi tersebut.
Namun sejak pemerintah belum lagi memberikan kelanjutan soal insentif motor listrik, Honda berupaya tetap menggenjot penjualan dengan menawarkan potongan harga.
“Tentu kami akan tetap memasarkan sepeda motor listrik. Karena memang ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan, memenuhi permintaan konsumen,” kata Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT AHM di Jakarta, belum lama ini.
Tidak dapat dipungkiri bahwa harga beberapa model motor listrik Honda terbilang cukup tinggi di Rp 40 jutaan ke atas.
Oleh karena itu Honda tetap akan menyambut baik, apabila pemerintah memutuskan buat kembali menggelontorkan insentif buat para produsen yang memenuhi persyaratan.
Sehingga harga motor listrik Honda bisa semakin kompetitif dan dapat dijangkau konsumen.
Tanpa adanya insentif, ada peluang Honda kembali berikan diskon besar-besaran seperti yang sempat terjadi di Jakarta Fair 2025 beberapa waktu lalu.
“Ya diskon itu kan tergantung policy, kondisi dan strategi kita memasarkan sebuah produk. Saya belum bisa bicara apakah akan ada diskon lagi nanti,” kata Muhib.
Namun dia menegaskan potongan harga merupakan cara Honda memberikan kesempatan pada masyarakat banyak untuk memiliki sebuah produk.
“Saya bilang bagus (respons konsumen terhadap diskon). Mohon maaf belum bisa sebut angka (penjualannya),” tegas dia.
Saat ini harga motor listrik Honda diklaim sudah sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Seperti EM1 e:, Icon e: sampai CUV e:.
Standar keamanannya sudah disesuaikan spesifikasi global. Lalu beberapa faktor lain juga membuat harga motor listrik Honda tinggi.
Baterai pada lini kendaraan roda dua elektrik Honda Icon e: dikirim dari Cina. Sedangkan pada model CUV e:, penampung dayanya disuplai India.
Baterai sendiri merupakan komponen yang memiliki biaya paling besar. Karena masih diimpor, otomatis banderol motor listrik Honda relatif tinggi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Januari 2026, 17:42 WIB
24 Januari 2026, 07:00 WIB
20 Januari 2026, 07:00 WIB
18 Januari 2026, 15:00 WIB
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
28 Januari 2026, 20:00 WIB
Toyota mengunggah bocoran mobil terbaru mereka, siluet SUV berukuran besar diyakini versi produksi dari bZ5X
28 Januari 2026, 19:00 WIB
Yamaha akan segera menjajal motor balap dengan mesin V4 berkubikasi 850 cc untuk berlaga di MotoGP 2027
28 Januari 2026, 18:00 WIB
Astra UD Trucks akan melakukan perawatan armada PT Pertamina Patra Niaga di berbagai wilayah strategis
28 Januari 2026, 17:00 WIB
Audi enggan mengikuti tren-tren mobil baru yang mengusung layar infotaiment dan panel meter berukuran besar
28 Januari 2026, 16:01 WIB
Jaecoo Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan sejumlah layanan, terbaru mereka membuka diler di Serpong
28 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD sukses menjadi produsen mobil Cina paling laris pada 2025 usai membukukan penjualan sampai 4,6 juta unit
28 Januari 2026, 14:00 WIB
Lepas L8 bakal bersaing dengan semakin banyak merek mobil Cina yang akan debut di Indonesia tahun ini
28 Januari 2026, 13:00 WIB
One way dan contraflow masih menjadi andalan kepolisian dalam memperlancar arus lalu lintas mudik Lebaran 2026