Charged Indonesia Dirikan Pabrik Berkapasitas 230 Ribu Unit

Guna memenuhi permintaan, Charged Indonesia dirikan pabrik motor listrik berkapasitas 230 ribu unit di kawasan Cikupa, Tangerang

Charged Indonesia Dirikan Pabrik Berkapasitas 230 Ribu Unit
Satrio Adhy

TRENOTO – Charged Indonesia dirikan pabrik motor di kawasan Cikupa Tangerang. Hal itu guna terus berkembang dan memenuhi permintaan masyarakat di Indonesia.

Dengan adanya pabrik ini, mereka mampu membuat ratusan motor listrik sepanjang tahun. Jumlah tersebut meliputi model Charged Anoa, Maleo dan Rimau

“Secara kapasitas kita bisa memproduksi 230 ribu unit pertahun tapi akan disesuaikan dengan permintaan pasar. Kami memproduksi tiga model dan semuanya mendapat dukungan penuh dari Vmoto Soco Group,” ujar Stephanuys Widi, Chief Commercial Officer Senin, 5 Desember 2022.

Photo : TrenOto

Kehadiran pabrik Charged Indonesia ini juga guna mendorong kebijakan pemerintah dalam penggunaan kendaraan listrik. Oleh sebab itu mereka berharap produknya bisa diterima oleh masyarakat luas.

Terlebih saat ini produsen motor listrik tersebut sedang menggunakan beberapa part buatan dalam negeri. Namun masih dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Charged Indonesia Hadirkan 3 Motor Listrik Bernama Binatang

“Dengan dukungan Vmoto dibawa semua komponen dari Cina dan dirakit di sini. Tentunya secara perlahan kita akan melakukan lokasisasi agar dapat menggerakan ekonomi Indonesia. Sebagai contoh hari ini kita baru melokaliasi ban, serta masih ada beberapa tahap lagi untuk menggunakan part dalam negeri lainnya,” lanjutnya.

Widi berharap Charged Indonesia dapat memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang berlaku. Mereka menargetkan dua tahun untuk melakukannya hal itu.

“Harapannya nanti meningkat untuk memenuhinya, dan sekarang jika dihitung TKDN kita bisa sampai 20 persen. Jadi nanti di 2024 kita bisa memenuhinya,” tegas Widi.

Charged Indonesia juga sudah melakukan mengirim motor listrik ke beberapa negara Asia. Tentunya hal itu dilakukan guna memperkenalkan produk mereka.

Photo : TrenOto

“Kami mulai melakukan eksport ke beberapa negara ya jadi ada Vietnam dan Thailand. Sifatnya ini baru pilot project tetapi berharap nantinya akan berkembang menjadi sesuatu nan reguler di sana. Unit yang dikirim pun masih menggunakan model sama,” pungkasnya.

Sebagai infomrasi Charged Indonesia menawarkan program berlangganan bagi masyarakat yang ingin memiliki motor listrik. Biaya untuk satu bulannya yakni Rp1.6 jutaan dengan skema 6, 9 hingga 12 bulan untuk semua model motor listrik mereka saat ini.


Terkini

mobil
Mobil listrik Changan

Kata Changan soal Penundaan Insentif EV: Jangan Terlalu Berharap

Changan tak mengandalkan insentif mobil listrik untuk dongkrak penjualan, tetapi tetap ingin ada kepastian

otosport
MotoGP Jerman 2026

Bezzecchi Bertekad Bangkit di MotoGP Jerman 2026, Tantang Marquez

Setelah tanpa kemenangan pada tiga balapan lalu, Marco Bezzecchi ingin tampil maksimal di MotoGP Jerman 2026

mobil
Mobil listrik Cina

Penjualan Mobil Cina Anjlok 13 Persen, Insentif Jadi Biang Kerok

Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar

mobil
Bocoran Spesifikasi Xpeng GX, Range Rover versi Cina

Bocoran Spesifikasi Xpeng GX, Range Rover versi Cina

Xpeng GX menjadi salah satu kandidat SUV premium REEV yang bakal masuk pasar Indonesia di masa mendatang

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 08 Juli 2026, Ada Jobfair di Kuningan

SIstem Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah kota DKI untuk menurunkan tingkat kemacetan

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi dan Biaya SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Rabu 8 Juli 2026

Layanan SIM keliling Jakarta bermaksud mempermudah masyarakat dalam memperpanjang SIM, simak persyaratannya

news
SIM Keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Beroperasi 8 Juli 2026, Catat Lokasinya

SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara

mobil
LiDAR

LiDAR Dinilai Belum Relevan untuk Jalanan di Indonesia

Leapmotor menilai ada beberapa faktor yang membuat LiDAR belum optimal dan cocok di jalanan Indonesia