Spesifikasi BYD Sealion 8 yang Terdaftar di RI, Rival Palisade
27 April 2026, 19:00 WIB
Setelah berhasil menguasai pasar mobil elektrik, BYD bakal buat motor listrik bersama perusahaan Singapura
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BYD sebagai pabrikan otomotif serta produsen baterai EV (Electric Vehicle) terbesar kedua di dunia tidak mau berpuas diri. Sebab mereka mulai melirik segmen lain dalam dunia kendaraan.
Produsen asal China berencana buat merambah sepeda motor listrik. Dilansir dari Carnewschina, mereka baru saja melakukan kerja sama dengan perusahaan asal Singapura, yakni Scorpio Electric.
“Perusahaan baru saja mengumumkan bakal meningkatkan investasi serta penelitian untuk pengembangan baterai kendaraan roda dua,” tulis laporan Carnewschina.
Nantinya kedua belah pihak akan bekerja sama merakit kendaran roda dua elektrik pertama mereka yang diberi nama X1 di Shenzhen buat pasar Tiongkok.
Langkah BYD bakal buat motor listrik tentu cukup strategis guna memperluas jangkauan mereka di industri kendaraan setrum di dunia.
Apalagi permintaan motor listrik global cukup tinggi. BYD ingin turut ambil bagian dan mendulang keuntungan dalam pertumbuhan tersebut.
FinDream anak perusahaan BYD baru-baru ini memposting pernyataan kalau mereka akan mulai memproduksi penampung daya buat kendaraan roda dua.
“Misi kami adalah membiarkan semua orang menggunakan baterai tanpa rasa khawatir,” tulis mereka.
Sementara itu Scorpio Electric pun buka suara terkait wacana di atas. Menurut mereka, pihaknya memang ingin memakai produk penampung daya dari BYD.
“Kami sedang berdiskusi dengan BYD untuk menggunakan baterainya untuk produk kami di masa depan,” ucap produsen asal negeri singa.
Salah satu alasan BYD ingin rambah dunia roda dua karena pasar motor listrik dunia tengah bergeliat dan bakal terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Kemudian BYD juga telah memiliki pengalaman dalam dunia baterai EV. Selain itu memiliki kemampuan manufaktur yang kuat serta dapat memproduksi sepeda motor listrik secara massal.
Apalagi pada 2022, mereka pernah memasok penampung daya jenis LFP buat sepeda motor listrik asal Spanyol, yakni Nerva.
Saat itu perusahaan asal Tiongkok menyematkan baterai LFP berkapasitas 5,76 kWh. Kemudian dapat mengisi daya 0-80 persen dalam 3,5 jam.
Maka tak heran jika BYD ingin menjadi pemimpin global dalam industri kendaraan elektrik di dunia. Sehingga terdapat beberapa kemungkinan dampak dari langkah tersebut.
Salah satunya adalah meningkatkan persaingan di pasar jadi lebih ketat. Dengan begitu mendorong inovasi yang lebih cepat dalam teknologi sepeda motor listrik.
Lalu peningkatan produksi serta persaingan antar merek dagang dapat membantu menurunkan harga sepeda motor listrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 April 2026, 19:00 WIB
23 April 2026, 19:17 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
19 April 2026, 13:00 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi
29 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku yang diharapkan mampu mengurai kemacetan terutama di jam sibuk