Seluruh Motor Listrik ALVA Tembus Jarak Tempuh 78 Juta Kilometer
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Menurut Alva pemerintah bisa memberikan insentif motor listrik kepada produsen atau membangun ekosistem
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Isentif motor listrik memang sampai saat ini belum dikucurkan. Hal itu karena pemerintah tengah berhitung untuk memberikan bantuan tersebut.
Di tengah penantian ini, Alva sebagai produsen motor listrik berharap kebijakan yang diterbitkan nanti tidak hanya menarik minat konsumen.
Akan tetapi juga dapat memberikan kepastian bagi para pelaku industri, mengingat sekarang ada banyak tantangan siap menghadang.
“Kami ikut saja dari segi policy, apa pun juga kami terus berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memikirkan industri ini,” ungkap Purbaja Pantja, CEO Alva di BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Purbaja mengungkapkan, dukungan pemerintah tidak melulu harus diberikan langsung kepada pembeli motor listrik.
Namun insentif juga bisa diarahkan kepada produsen. Kemudian dapat digunakan untuk pembangunan ekosistem.
Dengan begitu, adopsi motor listrik di Indonesia semakin masif. Otomatis beban subsidi BBM bisa berkurang.
“Banyak cara kalau bicara insentif, menurut kami semuanya bisa efektif kalau dilakukan dengan baik,” tutur dia.
Menurut Purbaja, setiap skema mempunyai kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Terpenting adalah kebijakan itu mampu mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan.
Selain itu, insentif motor listrik diharapkan tidak hanya berlaku selama satu tahun, tetapi bisa ditetapkan selama beberapa periode.
Sehingga para produsen kendaraan roda dua setrum di Tanah Air, dapat menyusun rencana investasi di dalam negeri.
“Dengan begitu kami sebagai produsen bisa membuat business plan yang lebih panjang, karena membuat business plan itu perlu waktu dan harapannya program seperti ini bisa bersifat multi-year," tegas Purbaja.
Di sisi lain Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan pemerintah akan mengumumkan paket insentif untuk kendaraan listrik dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Skema bantuan yang akan diserahkan tersebut kini masih difinalisasi sehingga belum dapat dipublikasikan.
"Ini keputusannya sedang diolah, kita tunggu nanti hasilnya seperti apa," kata Purbaya dalam kesempatan berbeda.
Saat ditanya mengenai bentuk insentif yang akan diberikan, Purbaya enggan membeberkan rinciannya.
Dia memberi sinyal skema disiapkan tidak bakal jauh berbeda dengan konsep sebelumnya telah dibahas pemerintah.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto ini juga belum memastikan apakah insentif tersebut hanya akan diberikan kepada kendaraan listrik merek nasional atau mencakup produk lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Juli 2026, 16:58 WIB
31 Juli 2026, 16:29 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
09 Juli 2026, 19:20 WIB
Terkini
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Untuk harga Honda Super-One single tone ada di angka Rp 438 juta dengan status One The Road DKI Jakarta
06 Agustus 2026, 11:44 WIB
Memanfaatkan ajang GIIAS 2026 Leapmotor boyong dua SUV EV baru B10 dan C10 dibanderol mulai dari Rp 449 Juta
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
Chery Tiggo V diperkenalkan di GIIAS 2026, SUV multifungsi yang dirancang menyesuaikan kebutuhan konsumen RI
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
BYD tingkatkan layanan purna jual untuk mengakomodir servis maupun perbaikan lini PHEV yang mulai dijual di RI
06 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung membantu para pengendara mobil dan motor untuk mengurus dokumen berkendara hari ini
06 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk perpanjangan, nyaman pakai fasilitas SIM keliling Jakarta
06 Agustus 2026, 06:00 WIB
Masih ada aturan ganjil genap Jakarta untuk bisa mengurangi kepadatan di jalan-jalan protokol di jam sibuk
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
Toyota Alphard Hybrid resmi jadi armada antar jemput bandara, hasil kerja sama dengan Garuda Indonesia