Honda Akui Penjualan Motor Listriknya Masih Stagnan
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Jika benar-benar subsidi motor listrik diberikan pada bulan depan, Aismoli bakal menggencarkan penjualan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah masih belum merealisasikan subsidi motor listrik untuk periode 2025. Bantuan tersebut cukup ditunggu-tunggu banyak orang.
Salah satunya adalah Asosiasi Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Sebab mereka telah menentukan target penjualan buat tahun ini.
“Kalau nanti Agustus ini kita dapat subsidi, di tahun lalu 2024 itu kita bisa jualan 5.000 unit motor listrik per bulan,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Budi jika para produsen mampu meniagakan 5.000 unit setiap bulannya mulai Agustus. Maka sampai Desember 2025 nanti diperkirakan akan ada 20 ribu motor listrik terjual.
Oleh sebab itu, Budi sangat meminta kepada Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri agar benar-benar memberikan subsidi.
Apalagi Budi mengaku kalau mereka ingin berlari kencang untuk menjajakan Electric Vehicle (EV) kepada masyarakat jika sudah ada bantuan.
“Kepada masyarakat saya akan mengedukasi sebanyak mungkin untuk bisa mereka langsung memanfaatkan program baik dari pemerintah. Mudah-mudahan ya minimal 20 ribu maksimal 30 ribu unit tahun ini,” tegas Budi.
Lebih jauh Budi mengungkapkan, sejak Januari sampai Juni 2025 sudah ada 12 ribuan motor listrik yang dibeli masyarakat.
Meski begitu, rencana Aismoli buat menjual 30 ribu motor listrik di 2025 terbilang cukup berat. Mengingat pasar kendaraan roda dua Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Sejumlah pihak memprediksi kalau di semester kedua 2025 pelemahan daya beli masyarakat bakal kian memburuk. Sehingga dapat menggangu penjualan kendaraan roda dua setrum.
Dengan begitu Aismoli harus bekerja sangat keras jika ingin meniagakan puluhan ribu motor listrik di Tanah Air hingga akhir tahun nanti.
Berangkat dari fakta di atas, Aismoli sangat berharap pemerintah benar-benar memberikan bantuan di bulan depan.
“Kalau saya gini, mudah-mudahan ini bukan Pemberi Harapan Palsu (PHP). Karena kalau saya lihat ini sudah dari awal tahun 2025,” kata Budi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
09 Juli 2026, 21:00 WIB
09 Juli 2026, 19:20 WIB
05 Juli 2026, 16:57 WIB
Terkini
23 Juli 2026, 23:04 WIB
ACC mengklaim iklim pembiayaan mobil baru di 2026 masih menunjukan kinerja positif meski banyak tantangan
23 Juli 2026, 18:32 WIB
BYD mengisi posisi teratas sebagai merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026, Jaecoo tergeser
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia
23 Juli 2026, 07:00 WIB
TAF dan ACC telah menyiapkan banyak program spesial demi mendapatkan banyak konsumen selama GIIAS 2026
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Skema ganjil genap Jakarta masih berlaku esok hari mulai dari pukul 06.00 WIB, mobil pelat genap dibatasi
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, disarankan menyiapkan dana untuk mengurus dokumen berkendara
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, ini persyaratan lengkapnya
22 Juli 2026, 22:04 WIB
Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray