Permintaan Mobil Listrik Diprediksi Meningkat Dampak Perang Iran

Meningkatnya harga BBM karena perang Iran, mendorong masyarakat beralih menggunakan mobil listrik saat ini

Permintaan Mobil Listrik Diprediksi Meningkat Dampak Perang Iran
Satrio Adhy

KatadataOTO – Perang di Timur Tengah masih berkecamuk. Situasi ini mulai membawa efek domino bagi negara di belahan dunia lain.

Apalagi setelah Iran memilih menutup jalur perdagangan strategis dunia, yakni Selat Hormuz dari lalu lintas kapal.

Alhasil distribusi minyak mentah pun terhenti. Membuat beberapa negara mulai mengalami krisis BBM.

Selain itu harga BBM di sejumlah negara turut melambung cukup tinggi. Sehingga para pemilik mobil dan motor kian terhimpit.

BYD
Photo: Istimewa

"Penutupan Selat Hormuz dapat memberikan perubahan besar bagi pasar mobil listrik," ungkap David Brown, Direktur Penelitian Transisi Energi diWood Mackenzie, seperti dikutip dari South China Morning Post pada Kamis (26/03).

Menurut Brown, kenaikan harga BBM mampu mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan roda empat listrik.

Sehingga konsumen dapat menghemat pengeluaran, terutama untuk membeli bahan bakar kendaraan.

Bila dilihat lebih jauh, maka ini menjadi kesempatan bagi BYD dan sejumlah merek EV Cina global untuk memanfaatkan kesempatan yang ada.

Para jenama asal Cina tersebut dapat menggoda banyak konsumen di seluruh belahan dunia, lalu meraup keuntungan lebih besar.

Hal senada turut dilaporkan oleh CNN, mereka menyebut bahwa mobil listrik asal Tiongkok akan semakin digandrungi.

"Ada potensi bagi merek-merek Tiongkok untuk menembus pasar Asia secara besar-besaran berkat kenaikan harga bensin," tutur Tu Le, Direktur Pelaksana di Sino Auto Insights.

Dengan kondisi yang ada sekarang, BYD dan kawan-kawan diharapkan dapat memanfaatkan peluang secara maksimal.

Apalagi pasar mobil listrik domestik mereka tengah mengalami kelesuan akibat adanya revisi insentif yang diberikan oleh pemerintah.

Jadi seluruh produsen kendaraan roda empat di Tiongkok, diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.

Ditambah ekspor mobil listrik Cina tanpa dampak perang Iran, diprediksi melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.

Chery J6
Photo: KatadataOTO

“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” tutur Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA) dalam kesempatan berbeda.

Melihat berbagai fakta di atas, bukan tidak mungkin ekspor EV asal Negeri Tirai Bambu bakal melesat dari angka perkiraan.

Menjadi sebuah berkah bagi BYD, Chery maupun Geely guna mendapatkan banyak keuntungan imbas perang Iran, Amerika Serika serta Israel.


Terkini

mobil
Jaecoo

Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026

Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung 29 Juni 2026, Tersebar di Dua Lokasi

SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Senin 29 Juni 2026

Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Senin 29 Juni 2026 Kembali Berlaku

Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE

mobil
Xpeng

Harga Xpeng X9 Facelift dan G6 AWD Diungkap, Mulai Rp 700 Jutaan

Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur

otosport
MotoGP Belanda 2026

Hasil MotoGP Belanda 2026: Ogura Menang, Bezzecchi dan Pecco DNF

Dalam balapan yang penuh drama, Ai Ogura memantapkan dirinya menjadi pemenang dalam MotoGP Belanda 2026

motor
Honda Beat

Honda Beat Dipercantik Pakai Baju Baru Lebih Meriah

Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya

mobil
BMW Seri M

BMW Mengaku Penjualannya Tidak Terganggu Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia