Wuling Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Harga Setara LCGC
29 Juli 2026, 22:23 WIB
Ratusan unit BYD Dolphin diekspor dari Thailand untuk pasar Uni Eropa yang menerapkan tarif impor tinggi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD punya cara sendiri mengakali tingginya tarif impor mobil listrik yang berlaku di Uni Eropa. Salah satunya adalah melakukan perakitan dari fasilitas lain di luar Tiongkok.
Pada Agustus 2025, diketahui BYD sudah mulai mengekspor mobil listrik BYD Dolphin ke pasar Eropa untuk pertama kalinya. Totalnya ada sekitar 900 unit dikirim ke Jerman, Belgia sampai Inggris.
Ini juga menjadi kali pertama kapal BYD Zhengzhou berlayar dari Thailand menuju benua Eropa.
“Ekspor Dolphin buatan Thailand ke Eropa tidak hanya merepresentasikan langkah maju BYD dalam strategi global, tetapi menyorot peran penting Thailand di rantai pasok Electric Vehicle (EV) global,” kata Ke Yubin, General Manager BYD Thailand dikutip dari Carnewschina, Kamis (28/08).
Perlu diketahui, pabrik BYD di Thailand merupakan fasilitas pertama mereka yang dibangun di luar Tiongkok.
Pabrik BYD itu beroperasi sejak Juli 2024 dengan kapasitas 150 ribu kendaraan. Unit rakitan Thailand memenuhi kebutuhan domestik serta ekspor.
Satu tahun setelah operasionalnya berlangsung, BYD mencatatkan rekor pengiriman ke konsumen sebanyak 90 ribu unit.
Kehadiran fasilitas perakitan di luar Cina membantu BYD agar tetap bisa memasarkan lini kendaraannya ke sejumlah pasar global yang menerapkan tarif impor mobil listrik seperti di Uni Eropa.
Berkat strategi tersebut, BYD disebut mampu menjual 545.003 unit EV sepanjang tujuh bulan pertama 2025 yaitu dari Januari sampai Juli 2025.
Sebagai informasi, BYD tak hanya membangun pabrik di Thailand namun juga Indonesia dan Malaysia.
Di dalam negeri pabrik BYD di kawasan Subang ditargetkan selesai 2026 dan dapat segera memasarkan mobil listrik rakitan lokal.
Sama seperti di Thailand, pabrik BYD nantinya memiliki kapasitas produksi 150 ribu unit dan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta permintaan konsumen Tanah Air.
Menyusul setelah itu, BYD juga mengumumkan pembangunan pabrik baru di Malaysia. Adapun luasan fasilitas di negeri Jiran lebih besar dibandingkan di dalam negeri.
Sehingga dipastikan bisa lebih banyak melakukan produksi mobil listrik di sana.
Namun kehadiran pabrik BYD di Indonesia maupun Malaysia membuka peluang ekspor. Khususnya untuk membantu BYD dalam memenuhi permintaan kendaraan elektrifikasi di Eropa.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Juli 2026, 22:23 WIB
29 Juli 2026, 18:10 WIB
27 Juli 2026, 14:14 WIB
24 Juli 2026, 20:22 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
Terkini
29 Juli 2026, 23:41 WIB
UD Trucks Quester Model Year 2026 hadir untuk bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan setianya di Indonesia
29 Juli 2026, 22:28 WIB
Daihatsu menghadirkan edisi spesial dari Terios dan Sigra di GIIAS 2026, dibuat tampil semakin sporti
29 Juli 2026, 22:23 WIB
Pilihan mobil listrik mungil di Indonesia semakin bervariatif, setelah kedatangan Wuling Aira EV di GIIAS 2026
29 Juli 2026, 18:10 WIB
Mazda Indonesia langsung menggebrak ajang GIIAS 2026 dengan menghadirkan tiga model anyar sekaligus, ada EV
29 Juli 2026, 17:28 WIB
Chery J6T hadir di GIIAS 2026 untuk melengkapi lini produk SUV yang miliki oleh brand asal Wuhu, Cina
29 Juli 2026, 13:25 WIB
Toyota Land Cruiser 300 Hybrid muncul perdana di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2026)
29 Juli 2026, 09:00 WIB
Desain dan teknologi All New Kia Seltos bisa menjadi pilihan baru di tengah gemuknya segmen SUV Kompak
29 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini, menjadi solusi ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara