Zeekr dan Aletra Debut di RI Via GJAW 2024, Bawa MPV Listrik

Merek asal Tiongkok, Zeekr dan Aletra bakal menghadiri GJAW 2024 membawa pilihan baru MPV bertenaga listrik

Zeekr dan Aletra Debut di RI Via GJAW 2024, Bawa MPV Listrik
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Pameran otomotif GJAW 2024 (Gaikindo Jakarta Auto Week) akan diramaikan sejumlah pendatang baru. Di antaranya adalah manufaktur China, Zeekr dan Aletra.

“Kami mencatat ada dua merek baru, Zeekr serta Aletra ikut dalam pameran ini. Dan juga menggembirakan brand lama datang kembali, Ford,” kata Rizwan Alamsjah, Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo di Jakarta, Kamis (7/11).

Brand Zeekr berada di bawa Geely Holding Group, masuk pasar Indonesia lewat distributor PT Premium Auto Prima sebagai APM (Agen Pemegang Merek).

Mereka akan membawa dua model mobil listrik, menyasar kelas premium di segmen MPV (Multi Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle) crossover yaitu Zeekr 009 dan X.

Zeekr
Photo : Zeekr

Sementara Aletra bekerja sama dengan Livan Auto, bagian dari grup Geely. Masuk tanah air bersama PT SAG (Sinar Armada Globalindo), model yang diboyong merupakan MPV listrik calon pesaing baru BYD M6.

Penantang Baru BYD

Saat ini pilihan MPV bertenaga listrik masih terbatas. Salah satu yang ditawarkan dengan banderol terjangkau adalah BYD M6, dilego mulai Rp 379 jutaan sampai Rp 429 jutaan dalam tiga varian.

Aletra berpeluang mengisi ceruk yang sama seperti M6. Pakai basis Livan Maple 80V, di negara asalnya model itu dijual seharga 161.700 Yuan sampai 178.800 yuan.

Jika dikonversi ke dalam kurs rupiah maka angkanya ada di kisaran Rp 355,5 jutaan sampai Rp 392,8 jutaan. Hanya saja belum diketahui pasti apakah Livan Maple 80V yang masuk pasar Indonesia.

Sedangkan Zeekr memilih untuk menyasar konsumen kelas atas membawa MPV 009. Salah satu negara di Asia Tenggara yang sudah menjual Zeekr 009 adalah Thailand. 

Ada satu tipe ditawarkan yaitu Flagship AWD (All Wheel Drive). Di sana banderolnya setara 3 juta Baht, atau sekitar Rp 1,38 miliar dalam kurs rupiah.

Pesaing Baru BYD M6 di Indonesia
Photo : Instagram/aletracars

BYD sendiri juga berminat masuk ke segmen MPV mewah lewat sub merek Denza D9, kabarnya meluncur di perhelatan GJAW 2024. Sejumlah tenaga penjual telah membuka keran pemesanan dan mengungkapkan kisaran harganya di Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar.

Di kelas MPV yang sama saat ini ada Toyota Alphard HEV dijual Rp 1,71 miliar. Kemudian ada Vellfire HEV, dijual lebih mahal mulai dari Rp 1,84 miliar OTR (On The Road) Jakarta.

Merek asal Tiongkok, Zeekr dan Aletra bakal menghadiri GJAW 2024 membawa pilihan baru MPV bertenaga listrik


Terkini

news
GIICOMVEC

GIICOMVEC Resmi Dibuka, Gairahkan Pasar Kendaraan Niaga

GIICOMVEC 2026 diramaikan oleh 14 merek kendaraan niaga dan 35 industri pendukung, berlangsung 8-11 April 2026

mobil
Toyota

Presiden TMMIN Raih Predikat Green Leadership Utama CEO

Apresiasi atas komitmen berkelanjutan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup beri penghargaan untuk Toyota

news
Harga BBM

Purbaya Pastikan Harga BBM Pertalite Tak Naik Sampai Akhir 2026

Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun karena pemerintah telah menyiapkan dana tambahan

mobil
Chery Arta Serpong

Diler Chery Arta Serpong Dibuka, Tempati Bekas Outlet Honda

Chery resmi membuka outlet baru di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, kapasitas servis 12 mobil per hari

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 8 April 2026, Ada GIICOMVEC di Kemayoran

GIICOMVEC 2026 akan diselenggarakan hari ini dan kemungkinan bakal terdampak aturan ganjil genap Jakarta

motor
Motor Listrik

Fakta MBG Boyong Puluhan Ribu Motor Listrik, Buat Kepala SPPG

Puluhan ribu motor listrik yang dipesan disebut untuk kepala SPPG demi kelancaran operasional program MBG

mobil
PHEV

Alasan Mobil PHEV Belum Banyak Dilirik Konsumen Tanah Air

Banyak konsumen menganggap PHEV tidak memiliki keuntungan serupa mobil listrik, misalnya bebas ganjil genap

news
GWM Tank 500 Diesel

GWM Ungkap Daya Tarik Mobil Diesel yang Kalahkan Penjualan Hybrid

Di era transisi elektrifikasi, GWM menilai mobil diesel masih punya potensi yang cukup besar di Indonesia