Honda Super One Goda Petrolhead untuk Beralih ke Mobil Listrik
16 Juli 2026, 07:00 WIB
Volkswagen kabarnya berencana buat memakai sistem pengecasan mobil listrik Tesla pada produknya di 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Volkswagen Group memberi kabar mengejutkan di penghujung 2023. Produsen otomotif tersebut digosipkan tertarik menggunakan sistem pengecasan mobil listrik Tesla.
Melansir The Verge, hal itu dilakukan guna mempermudah konsumen mereka mengakses fasilitas supercharger milik jenama asal California. Nantinya rencana di atas bakal terealisasi pada 2025.
Sehingga para pengguna mobil listrik Volkswagen bisa menggunakan lebih dari 15 ribu stasiun pengisian daya Tesla yang tersebar di Amerika Utara.
“Volkswagen Group yang menaungi Audi, Bentley, Bugatti dan lain-lain belum mau angkat bicara. Namun kabar beredar mereka tengah melakukan pembicaraan dengan Tesla,” tulis laporan tersebut.
Di sisi lain kabar segar satu ini muncul ketika banyak produsen otomotif memilih desain pengisian daya Tesla, karena khawatir kehilangan pelanggan jika hanya menawarkan desain Sistem Pengisian Gabungan (CCS).
Adapun banyak pihak yang mengandalkan sistem pengecasan mobil listrik Tesla. Bahkan diklaim sangat sedikit mengalami gangguan.
Kemudian fasilitas satu ini tersedia sampai 45 ribu unit di seluruh dunia. Sementara 12 ribu diantaranya bisa ditemukan di Amerika Serikat.
Tak heran jika Volkswagen Group tertarik buat melakukan kerja sama. Terlebih sudah ada sejumlah manufaktur yang tergoda menerapkan NACS (North America Charging Standard) punya Tesla.
sebut saja seperti dua produsen otomotif Jepang, yakni Honda dan Toyota. Nantinya mereka akan memulai pada 2025.
Kemudian pabrikan mobil asal Jerman, yakni BMW, Mini sampai Mercedes-Benz turut menuju ke arah sana.
"Volkswagen Group dan mereknya saat ini sedang mengevaluasi implementasi NACS untuk pelanggan di Amerika Utara," lanjut laporan The Verger.
Beberapa bulan lalu, Tesla juga mencaplok Perusahaan wireless charging. Langkah tersebut dilakukan oleh mereka secara diam-diam.
Kemudian manufaktur otomotif milik Elon Musk tersebut mengakuisisi unit usaha khusus urusan pengisian daya nirkabel. Sayangnya tidak ada informasi mendetail mengenai keputusan ini.
Meskipun tidak diketahui jumlah pembelian dari Tesla, namun berdasarkan laporan pendapatan terbarunya tercatat angka 76 juta dolar sebagai kombinasi bisnis.
Wilferon dikatakan memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pembuatan pengisian daya induktif. Adapun produknya menjadi solusi pintar untuk sistem transportasi, forklift maupun robot.
Sejak diambil alih Tesla, Wilferon melakukan sejumlah pembaruan strategi bisnis. Mereka akan fokus pada produk dan layanan di bidang elektronika daya serta disiplin teknis lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
13 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan