GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Volkswagen kabarnya berencana buat memakai sistem pengecasan mobil listrik Tesla pada produknya di 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Volkswagen Group memberi kabar mengejutkan di penghujung 2023. Produsen otomotif tersebut digosipkan tertarik menggunakan sistem pengecasan mobil listrik Tesla.
Melansir The Verge, hal itu dilakukan guna mempermudah konsumen mereka mengakses fasilitas supercharger milik jenama asal California. Nantinya rencana di atas bakal terealisasi pada 2025.
Sehingga para pengguna mobil listrik Volkswagen bisa menggunakan lebih dari 15 ribu stasiun pengisian daya Tesla yang tersebar di Amerika Utara.
“Volkswagen Group yang menaungi Audi, Bentley, Bugatti dan lain-lain belum mau angkat bicara. Namun kabar beredar mereka tengah melakukan pembicaraan dengan Tesla,” tulis laporan tersebut.
Di sisi lain kabar segar satu ini muncul ketika banyak produsen otomotif memilih desain pengisian daya Tesla, karena khawatir kehilangan pelanggan jika hanya menawarkan desain Sistem Pengisian Gabungan (CCS).
Adapun banyak pihak yang mengandalkan sistem pengecasan mobil listrik Tesla. Bahkan diklaim sangat sedikit mengalami gangguan.
Kemudian fasilitas satu ini tersedia sampai 45 ribu unit di seluruh dunia. Sementara 12 ribu diantaranya bisa ditemukan di Amerika Serikat.
Tak heran jika Volkswagen Group tertarik buat melakukan kerja sama. Terlebih sudah ada sejumlah manufaktur yang tergoda menerapkan NACS (North America Charging Standard) punya Tesla.
sebut saja seperti dua produsen otomotif Jepang, yakni Honda dan Toyota. Nantinya mereka akan memulai pada 2025.
Kemudian pabrikan mobil asal Jerman, yakni BMW, Mini sampai Mercedes-Benz turut menuju ke arah sana.
"Volkswagen Group dan mereknya saat ini sedang mengevaluasi implementasi NACS untuk pelanggan di Amerika Utara," lanjut laporan The Verger.
Beberapa bulan lalu, Tesla juga mencaplok Perusahaan wireless charging. Langkah tersebut dilakukan oleh mereka secara diam-diam.
Kemudian manufaktur otomotif milik Elon Musk tersebut mengakuisisi unit usaha khusus urusan pengisian daya nirkabel. Sayangnya tidak ada informasi mendetail mengenai keputusan ini.
Meskipun tidak diketahui jumlah pembelian dari Tesla, namun berdasarkan laporan pendapatan terbarunya tercatat angka 76 juta dolar sebagai kombinasi bisnis.
Wilferon dikatakan memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pembuatan pengisian daya induktif. Adapun produknya menjadi solusi pintar untuk sistem transportasi, forklift maupun robot.
Sejak diambil alih Tesla, Wilferon melakukan sejumlah pembaruan strategi bisnis. Mereka akan fokus pada produk dan layanan di bidang elektronika daya serta disiplin teknis lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026