Changan Nevo Q05 Makin Dekat ke Indonesia, Rival Geely EX5
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Volkswagen kabarnya berencana buat memakai sistem pengecasan mobil listrik Tesla pada produknya di 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Volkswagen Group memberi kabar mengejutkan di penghujung 2023. Produsen otomotif tersebut digosipkan tertarik menggunakan sistem pengecasan mobil listrik Tesla.
Melansir The Verge, hal itu dilakukan guna mempermudah konsumen mereka mengakses fasilitas supercharger milik jenama asal California. Nantinya rencana di atas bakal terealisasi pada 2025.
Sehingga para pengguna mobil listrik Volkswagen bisa menggunakan lebih dari 15 ribu stasiun pengisian daya Tesla yang tersebar di Amerika Utara.
“Volkswagen Group yang menaungi Audi, Bentley, Bugatti dan lain-lain belum mau angkat bicara. Namun kabar beredar mereka tengah melakukan pembicaraan dengan Tesla,” tulis laporan tersebut.
Di sisi lain kabar segar satu ini muncul ketika banyak produsen otomotif memilih desain pengisian daya Tesla, karena khawatir kehilangan pelanggan jika hanya menawarkan desain Sistem Pengisian Gabungan (CCS).
Adapun banyak pihak yang mengandalkan sistem pengecasan mobil listrik Tesla. Bahkan diklaim sangat sedikit mengalami gangguan.
Kemudian fasilitas satu ini tersedia sampai 45 ribu unit di seluruh dunia. Sementara 12 ribu diantaranya bisa ditemukan di Amerika Serikat.
Tak heran jika Volkswagen Group tertarik buat melakukan kerja sama. Terlebih sudah ada sejumlah manufaktur yang tergoda menerapkan NACS (North America Charging Standard) punya Tesla.
sebut saja seperti dua produsen otomotif Jepang, yakni Honda dan Toyota. Nantinya mereka akan memulai pada 2025.
Kemudian pabrikan mobil asal Jerman, yakni BMW, Mini sampai Mercedes-Benz turut menuju ke arah sana.
"Volkswagen Group dan mereknya saat ini sedang mengevaluasi implementasi NACS untuk pelanggan di Amerika Utara," lanjut laporan The Verger.
Beberapa bulan lalu, Tesla juga mencaplok Perusahaan wireless charging. Langkah tersebut dilakukan oleh mereka secara diam-diam.
Kemudian manufaktur otomotif milik Elon Musk tersebut mengakuisisi unit usaha khusus urusan pengisian daya nirkabel. Sayangnya tidak ada informasi mendetail mengenai keputusan ini.
Meskipun tidak diketahui jumlah pembelian dari Tesla, namun berdasarkan laporan pendapatan terbarunya tercatat angka 76 juta dolar sebagai kombinasi bisnis.
Wilferon dikatakan memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pembuatan pengisian daya induktif. Adapun produknya menjadi solusi pintar untuk sistem transportasi, forklift maupun robot.
Sejak diambil alih Tesla, Wilferon melakukan sejumlah pembaruan strategi bisnis. Mereka akan fokus pada produk dan layanan di bidang elektronika daya serta disiplin teknis lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 07:00 WIB
29 Mei 2026, 21:12 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
26 Mei 2026, 19:13 WIB
Terkini
31 Mei 2026, 19:57 WIB
Chery Q merupakan mobil listrik kompak yang memiliki setidaknya tiga kelebihan dibandingkan kompetitor
31 Mei 2026, 19:55 WIB
Marco Bezzecchi amankan kemenangan buat Aprilia di MotoGP Italia 2026, Francesco Bagnaia tampil memuaskan
31 Mei 2026, 15:49 WIB
Pemutihan pajak kendaraan bermotor diberikan kepada masyarakat guna memeriahkan hari jadi DKI Jakarta ke-499
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik kompak Changan Nevo Q05 baru-baru ini debut lebih dulu di Thailand dengan harga kompetitif
30 Mei 2026, 20:44 WIB
Raul Fernandez berhasil menjadi pemenang sesi sprint race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello hari ini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen