Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
VinFast siap resmikan pabrik di Indonesia pada Oktober 2025 dan bakal fokus garap pasar otomotif Asia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast berencana membuka beberapa pabrik di Asia pada 2025. Salah satu lokasinya berada di Indonesia dan bakal resmi dibuka Oktober 2025.
Namun sebelum itu mereka akan meresmikan pabrik di India terlebih dahulu di Juni 2025. Langkah ini menunjukkan perubahan fokus mereka dalam menggarap pasar otomotif global menjadi ke Asia.
Awalnya VinFast berencana untuk fokus menggarap pasar Amerika. Namun lambatnya pertumbuhan kendaraan listrik ditambah kebijakan tarif impor di sana membuat mereka mengalihkan perhatian ke Asia.
"Dalam waktu dekat, selain pasar Vietnam kami akan lebih fokus pada pasar Indonesia, India, dan Filipina. Saat ini VinFast tidak berencana meningkatkan penjualan di Amerika Serikat, Kanada hingga Uni Eropa karena biaya logistik yang tinggi " kata Pham Nhat Vuong CEO VinFast dilansir Reuters (24/04).
Sebelumnya diberitakan bahwa VinFast masih dalam proses pembangunan pabrik yang terletak di Kawasan Subang, Jawa Barat. Setelah pembangunan selesai, sejumlah model bakal langsung dirakit guna memenuhi kebutuhan pasar Tanah Air.
Model yang akan dibuat cukup beragam mulai dari VF 3, VF 5 sampai VF e34. Banyaknya pilihan membuat konsumen lebih mudah mendapatkan produk impian mereka.
"Kami ingin menciptakan lapangan kerja bagi ribuan orang dan berharap kami bisa berkontribusi dalam pengembangan ekonomi di Indonesia," ungkapnya kemudian.
Nantinya pabrik di Subang bakal menjadi basis produksi VinFast setir kanan. Fasilitas tersebut berdiri di lahan seluas 170 hektare serta memakan investasi sebesar USD 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun.
Terdiri dari beberapa area utama seperti Body Shop, General Assembly Shop, Paint Shop, area pengujian serta lain-lain.
Sementara pabrik VinFast di India rencananya bakal diresmikan di Juni 2025. Ada pun nilai investasi yang dikeluarkan perusahaan adalah sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 33,7 triliun.
Namun jumlah tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Untuk lima tahun pertama perusahaan baru akan menggelontorkan dana sebesar USD 500 juta atau Rp 8,4 triliun.
Dana tersebut masih cukup untuk membangun pabrik berkapasitas 150.000 kendaraan per tahun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026