Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
VinFast siap resmikan pabrik di Indonesia pada Oktober 2025 dan bakal fokus garap pasar otomotif Asia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast berencana membuka beberapa pabrik di Asia pada 2025. Salah satu lokasinya berada di Indonesia dan bakal resmi dibuka Oktober 2025.
Namun sebelum itu mereka akan meresmikan pabrik di India terlebih dahulu di Juni 2025. Langkah ini menunjukkan perubahan fokus mereka dalam menggarap pasar otomotif global menjadi ke Asia.
Awalnya VinFast berencana untuk fokus menggarap pasar Amerika. Namun lambatnya pertumbuhan kendaraan listrik ditambah kebijakan tarif impor di sana membuat mereka mengalihkan perhatian ke Asia.
"Dalam waktu dekat, selain pasar Vietnam kami akan lebih fokus pada pasar Indonesia, India, dan Filipina. Saat ini VinFast tidak berencana meningkatkan penjualan di Amerika Serikat, Kanada hingga Uni Eropa karena biaya logistik yang tinggi " kata Pham Nhat Vuong CEO VinFast dilansir Reuters (24/04).
Sebelumnya diberitakan bahwa VinFast masih dalam proses pembangunan pabrik yang terletak di Kawasan Subang, Jawa Barat. Setelah pembangunan selesai, sejumlah model bakal langsung dirakit guna memenuhi kebutuhan pasar Tanah Air.
Model yang akan dibuat cukup beragam mulai dari VF 3, VF 5 sampai VF e34. Banyaknya pilihan membuat konsumen lebih mudah mendapatkan produk impian mereka.
"Kami ingin menciptakan lapangan kerja bagi ribuan orang dan berharap kami bisa berkontribusi dalam pengembangan ekonomi di Indonesia," ungkapnya kemudian.
Nantinya pabrik di Subang bakal menjadi basis produksi VinFast setir kanan. Fasilitas tersebut berdiri di lahan seluas 170 hektare serta memakan investasi sebesar USD 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun.
Terdiri dari beberapa area utama seperti Body Shop, General Assembly Shop, Paint Shop, area pengujian serta lain-lain.
Sementara pabrik VinFast di India rencananya bakal diresmikan di Juni 2025. Ada pun nilai investasi yang dikeluarkan perusahaan adalah sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 33,7 triliun.
Namun jumlah tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Untuk lima tahun pertama perusahaan baru akan menggelontorkan dana sebesar USD 500 juta atau Rp 8,4 triliun.
Dana tersebut masih cukup untuk membangun pabrik berkapasitas 150.000 kendaraan per tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM