10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
VinFast siap resmikan pabrik di Indonesia pada Oktober 2025 dan bakal fokus garap pasar otomotif Asia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast berencana membuka beberapa pabrik di Asia pada 2025. Salah satu lokasinya berada di Indonesia dan bakal resmi dibuka Oktober 2025.
Namun sebelum itu mereka akan meresmikan pabrik di India terlebih dahulu di Juni 2025. Langkah ini menunjukkan perubahan fokus mereka dalam menggarap pasar otomotif global menjadi ke Asia.
Awalnya VinFast berencana untuk fokus menggarap pasar Amerika. Namun lambatnya pertumbuhan kendaraan listrik ditambah kebijakan tarif impor di sana membuat mereka mengalihkan perhatian ke Asia.
"Dalam waktu dekat, selain pasar Vietnam kami akan lebih fokus pada pasar Indonesia, India, dan Filipina. Saat ini VinFast tidak berencana meningkatkan penjualan di Amerika Serikat, Kanada hingga Uni Eropa karena biaya logistik yang tinggi " kata Pham Nhat Vuong CEO VinFast dilansir Reuters (24/04).
Sebelumnya diberitakan bahwa VinFast masih dalam proses pembangunan pabrik yang terletak di Kawasan Subang, Jawa Barat. Setelah pembangunan selesai, sejumlah model bakal langsung dirakit guna memenuhi kebutuhan pasar Tanah Air.
Model yang akan dibuat cukup beragam mulai dari VF 3, VF 5 sampai VF e34. Banyaknya pilihan membuat konsumen lebih mudah mendapatkan produk impian mereka.
"Kami ingin menciptakan lapangan kerja bagi ribuan orang dan berharap kami bisa berkontribusi dalam pengembangan ekonomi di Indonesia," ungkapnya kemudian.
Nantinya pabrik di Subang bakal menjadi basis produksi VinFast setir kanan. Fasilitas tersebut berdiri di lahan seluas 170 hektare serta memakan investasi sebesar USD 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun.
Terdiri dari beberapa area utama seperti Body Shop, General Assembly Shop, Paint Shop, area pengujian serta lain-lain.
Sementara pabrik VinFast di India rencananya bakal diresmikan di Juni 2025. Ada pun nilai investasi yang dikeluarkan perusahaan adalah sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp 33,7 triliun.
Namun jumlah tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Untuk lima tahun pertama perusahaan baru akan menggelontorkan dana sebesar USD 500 juta atau Rp 8,4 triliun.
Dana tersebut masih cukup untuk membangun pabrik berkapasitas 150.000 kendaraan per tahun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse