10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Toyota sebut ada tantangan jika pemerintah ingin ada LCGC hybrid di RI, salah satunya kejelasan regulasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – LCGC (Low Cost Green Car) semula jadi kendaraan yang memiliki banderol terjangkau di bawah Rp 200 jutaan. Toyota punya dua produk yakni Agya dan Calya.
Memasuki era elektrifikasi ada usulan dari Kementerian Perindustrian bagi para manufaktur buat menyiapkan LCGC hybrid, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan itu semakin baik dan dapat menjangkau banyak konsumen.
Hanya saja pihak Toyota menyebutkan ada sejumlah kesulitan dihadapi. Salah satunya adalah kejelasan aturan soal LCGC dari pemerintah.
Sebelumnya insentif LCGC diberikan dalam tiga tahap. Di kuartal pertama tarif PPnBM-nya nol persen, diikuti kuartal kedua satu persen, kuartal ketiga dua persen dan seterusnya.
“Protokol LCGC (umurnya) kan sudah 10 tahunan mungkin ya, berjalan 2014. Jadi mungkin secara bertahap kita lagi bicara juga dengan pemerintah soal aturan LCGC akan ke arah mana,” kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM (Toyota Astra Motor) di Jakarta Selatan belum lama ini.
Bicara spesifik soal LCGC hybrid, Anton menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan studi lebih lanjut sehingga bisa sukses dan dapat dinikmati konsumen.
“Tidak mudah karena kita ingin the next product hybrid yang kita luncurkan memang menjadi satu produk breakthrough, menghasilkan volume dan market besar juga,” etgas Anton.
Ada sejumlah hal perlu dipertimbangkan seperti masalah produksi, permintaan, fitur-fitur disematkan pada mobil sampai kapabilitas masyarakat.
Dia menegaskan apabila sudah ada regulasi jelas soal LCGC, akan lebih mudah buat Toyota dalam menentukan lini produk yang dihadirkan kepada konsumen dalam negeri.
Sebagai informasi saat ini banderol LCGC sudah hampir tembus Rp 200 jutaan. Bahkan imbas PPN 12 persen dan opsen di sejumlah daerah luar Jakarta, beberapa varian terendah transmisi otomatis naik jadi Rp 200 jutaan.
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari salah seorang wiraniaga Toyota beberapa waktu lalu, harga OTR (On The Road) Agya di luar Jakarta bisa mencapai Rp 200 jutaan ke atas.
Hal sama juga dialami oleh Honda. Varian E transmisi manual Honda Brio Satya imbas opsen di daerah Bandung diprediksi tembus Rp 204,1 atau naik Rp 12,4 jutaan dari harga semula Rp 191,7 juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
Kei car listrik BYD Racco punya peluang besar dihadirkan ke pasar Indonesia, BYD mulai survey ke konsumen
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Toyota masih jadi merek mobil terlaris secara retail, BYD raih penjualan tertingginya di September 2026