Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Toyota sebut ada tantangan jika pemerintah ingin ada LCGC hybrid di RI, salah satunya kejelasan regulasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – LCGC (Low Cost Green Car) semula jadi kendaraan yang memiliki banderol terjangkau di bawah Rp 200 jutaan. Toyota punya dua produk yakni Agya dan Calya.
Memasuki era elektrifikasi ada usulan dari Kementerian Perindustrian bagi para manufaktur buat menyiapkan LCGC hybrid, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan itu semakin baik dan dapat menjangkau banyak konsumen.
Hanya saja pihak Toyota menyebutkan ada sejumlah kesulitan dihadapi. Salah satunya adalah kejelasan aturan soal LCGC dari pemerintah.
Sebelumnya insentif LCGC diberikan dalam tiga tahap. Di kuartal pertama tarif PPnBM-nya nol persen, diikuti kuartal kedua satu persen, kuartal ketiga dua persen dan seterusnya.
“Protokol LCGC (umurnya) kan sudah 10 tahunan mungkin ya, berjalan 2014. Jadi mungkin secara bertahap kita lagi bicara juga dengan pemerintah soal aturan LCGC akan ke arah mana,” kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM (Toyota Astra Motor) di Jakarta Selatan belum lama ini.
Bicara spesifik soal LCGC hybrid, Anton menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan studi lebih lanjut sehingga bisa sukses dan dapat dinikmati konsumen.
“Tidak mudah karena kita ingin the next product hybrid yang kita luncurkan memang menjadi satu produk breakthrough, menghasilkan volume dan market besar juga,” etgas Anton.
Ada sejumlah hal perlu dipertimbangkan seperti masalah produksi, permintaan, fitur-fitur disematkan pada mobil sampai kapabilitas masyarakat.
Dia menegaskan apabila sudah ada regulasi jelas soal LCGC, akan lebih mudah buat Toyota dalam menentukan lini produk yang dihadirkan kepada konsumen dalam negeri.
Sebagai informasi saat ini banderol LCGC sudah hampir tembus Rp 200 jutaan. Bahkan imbas PPN 12 persen dan opsen di sejumlah daerah luar Jakarta, beberapa varian terendah transmisi otomatis naik jadi Rp 200 jutaan.
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari salah seorang wiraniaga Toyota beberapa waktu lalu, harga OTR (On The Road) Agya di luar Jakarta bisa mencapai Rp 200 jutaan ke atas.
Hal sama juga dialami oleh Honda. Varian E transmisi manual Honda Brio Satya imbas opsen di daerah Bandung diprediksi tembus Rp 204,1 atau naik Rp 12,4 jutaan dari harga semula Rp 191,7 juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya