Toyota GR Yaris Dapat Penyegaran, Inspirasi Dari Dunia Balap
25 Mei 2026, 19:00 WIB
Toyota sebut ada tantangan jika pemerintah ingin ada LCGC hybrid di RI, salah satunya kejelasan regulasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – LCGC (Low Cost Green Car) semula jadi kendaraan yang memiliki banderol terjangkau di bawah Rp 200 jutaan. Toyota punya dua produk yakni Agya dan Calya.
Memasuki era elektrifikasi ada usulan dari Kementerian Perindustrian bagi para manufaktur buat menyiapkan LCGC hybrid, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan itu semakin baik dan dapat menjangkau banyak konsumen.
Hanya saja pihak Toyota menyebutkan ada sejumlah kesulitan dihadapi. Salah satunya adalah kejelasan aturan soal LCGC dari pemerintah.
Sebelumnya insentif LCGC diberikan dalam tiga tahap. Di kuartal pertama tarif PPnBM-nya nol persen, diikuti kuartal kedua satu persen, kuartal ketiga dua persen dan seterusnya.
“Protokol LCGC (umurnya) kan sudah 10 tahunan mungkin ya, berjalan 2014. Jadi mungkin secara bertahap kita lagi bicara juga dengan pemerintah soal aturan LCGC akan ke arah mana,” kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM (Toyota Astra Motor) di Jakarta Selatan belum lama ini.
Bicara spesifik soal LCGC hybrid, Anton menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan studi lebih lanjut sehingga bisa sukses dan dapat dinikmati konsumen.
“Tidak mudah karena kita ingin the next product hybrid yang kita luncurkan memang menjadi satu produk breakthrough, menghasilkan volume dan market besar juga,” etgas Anton.
Ada sejumlah hal perlu dipertimbangkan seperti masalah produksi, permintaan, fitur-fitur disematkan pada mobil sampai kapabilitas masyarakat.
Dia menegaskan apabila sudah ada regulasi jelas soal LCGC, akan lebih mudah buat Toyota dalam menentukan lini produk yang dihadirkan kepada konsumen dalam negeri.
Sebagai informasi saat ini banderol LCGC sudah hampir tembus Rp 200 jutaan. Bahkan imbas PPN 12 persen dan opsen di sejumlah daerah luar Jakarta, beberapa varian terendah transmisi otomatis naik jadi Rp 200 jutaan.
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari salah seorang wiraniaga Toyota beberapa waktu lalu, harga OTR (On The Road) Agya di luar Jakarta bisa mencapai Rp 200 jutaan ke atas.
Hal sama juga dialami oleh Honda. Varian E transmisi manual Honda Brio Satya imbas opsen di daerah Bandung diprediksi tembus Rp 204,1 atau naik Rp 12,4 jutaan dari harga semula Rp 191,7 juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Mei 2026, 19:00 WIB
25 Mei 2026, 09:00 WIB
24 Mei 2026, 15:13 WIB
22 Mei 2026, 19:00 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Terkini
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik kompak Changan Nevo Q05 baru-baru ini debut lebih dulu di Thailand dengan harga kompetitif
30 Mei 2026, 20:44 WIB
Raul Fernandez berhasil menjadi pemenang sesi sprint race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello hari ini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini
29 Mei 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator sebagai SUV 7 penumpang menawarkan banyak kemudahan dalam perjalanan sehari-hari