Wujud Pikap Double Cabin BYD Mako PHEV yang Debut Hari Ini
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
Belum ada model produksi dalam negeri, Toyota tanggapi komentar Menperin soal pengurangan impor double cabin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Baru-baru ini Kemenperin (Kementerian Perindustrian) RI menyorot banyaknya jumlah unit double cabin atau D-Cab di Tanah Air yang masih impor, dengan rata-rata 25.000 unit per tahun.
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI mengatakan sekarang prinsipal banyak menjadikan Thailand sebagai basis produksi untuk kendaraan double cabin karena permintaan tinggi.
“Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak prinsipal evaluasi kembali pemikiran tersebut,” ucap Agus di JCC Senayan beberapa waktu lalu.
Merespon hal itu, Toyota tanggapi komentar Menperin soal impor pikap model double cabin yang terbilang tinggi, seperti disampaikan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM (Toyota Astra Motor).
Satu hal perlu jadi catatan menurut Anton adalah pihaknya menilai masyarakat Indonesia cenderung tertarik dengan LMPV (Low Multi Purpose Vehicle).
LMPV sendiri punya banderol cukup terjangkau di bawah Rp 300 jutaan, sekaligus menyuguhkan kapasitas banyak karena berkonfigurasi tiga baris.
“Sementara Thailand sejak dulu pikap seperti Hilux itu sudah menjadi karakter mereka. Agak susah kalau mau merubah pasar (Indonesia) butuh waktu,” ungkap Anton kepada wartawan di Senayan, Selasa (19/3).
Ia menegaskan di Indonesia penjualan lebih kuat di model konfigurasi 3-row atau 7-seater seperti Avanza, Calya dan Innova. Sedangkan pasar pusat Hilux justru ada di Thailand dan Amerika.
“(Di Thailand) hampir 400.000 unit pikap ini yang seperti Hilux ya, bukan Carry dan sebagainya. Harus realistis, Indonesia fokusnya kebanyakan three-row,” tegas Anton.
Memfokuskan penjualan di segmen pikap juga belum tentu dapat membantu menaikkan penjualan total di Indonesia yang masih stagnan di kisaran satu juta unit.
“Pikap tergantung pasar dan komersial itu sendiri, bisnis berkembang atau tidak. Sudah diucapkan Menperin kita harus support mobil rakyat harga di bawah Rp 250 jutaan,” lanjut dia.
Untuk diketahui Toyota sendiri menawarkan lebih banyak lini LMPV atau model konfigurasi 7-seater seperti Kijang Innova Zenix Hybrid.
Pabrikan asal Jepang itu juga masih fokus mendorong penjualan kendaraan hybrid demi mendukung komitmen pemerintah mencapai NZE (Net Zero Emission) di 2060.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
20 Juli 2026, 07:00 WIB
04 Juli 2026, 19:15 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Terkini
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik