Double Cabin Baru BYD Siap Meluncur, Berjenis PHEV
14 April 2026, 07:00 WIB
Belum ada model produksi dalam negeri, Toyota tanggapi komentar Menperin soal pengurangan impor double cabin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Baru-baru ini Kemenperin (Kementerian Perindustrian) RI menyorot banyaknya jumlah unit double cabin atau D-Cab di Tanah Air yang masih impor, dengan rata-rata 25.000 unit per tahun.
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI mengatakan sekarang prinsipal banyak menjadikan Thailand sebagai basis produksi untuk kendaraan double cabin karena permintaan tinggi.
“Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak prinsipal evaluasi kembali pemikiran tersebut,” ucap Agus di JCC Senayan beberapa waktu lalu.
Merespon hal itu, Toyota tanggapi komentar Menperin soal impor pikap model double cabin yang terbilang tinggi, seperti disampaikan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM (Toyota Astra Motor).
Satu hal perlu jadi catatan menurut Anton adalah pihaknya menilai masyarakat Indonesia cenderung tertarik dengan LMPV (Low Multi Purpose Vehicle).
LMPV sendiri punya banderol cukup terjangkau di bawah Rp 300 jutaan, sekaligus menyuguhkan kapasitas banyak karena berkonfigurasi tiga baris.
“Sementara Thailand sejak dulu pikap seperti Hilux itu sudah menjadi karakter mereka. Agak susah kalau mau merubah pasar (Indonesia) butuh waktu,” ungkap Anton kepada wartawan di Senayan, Selasa (19/3).
Ia menegaskan di Indonesia penjualan lebih kuat di model konfigurasi 3-row atau 7-seater seperti Avanza, Calya dan Innova. Sedangkan pasar pusat Hilux justru ada di Thailand dan Amerika.
“(Di Thailand) hampir 400.000 unit pikap ini yang seperti Hilux ya, bukan Carry dan sebagainya. Harus realistis, Indonesia fokusnya kebanyakan three-row,” tegas Anton.
Memfokuskan penjualan di segmen pikap juga belum tentu dapat membantu menaikkan penjualan total di Indonesia yang masih stagnan di kisaran satu juta unit.
“Pikap tergantung pasar dan komersial itu sendiri, bisnis berkembang atau tidak. Sudah diucapkan Menperin kita harus support mobil rakyat harga di bawah Rp 250 jutaan,” lanjut dia.
Untuk diketahui Toyota sendiri menawarkan lebih banyak lini LMPV atau model konfigurasi 7-seater seperti Kijang Innova Zenix Hybrid.
Pabrikan asal Jepang itu juga masih fokus mendorong penjualan kendaraan hybrid demi mendukung komitmen pemerintah mencapai NZE (Net Zero Emission) di 2060.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 07:00 WIB
09 April 2026, 17:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
06 Maret 2026, 10:00 WIB
01 Maret 2026, 12:00 WIB
Terkini
04 Mei 2026, 19:08 WIB
Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong motorsport Tanah Air melalui gelaran GT World Challenge Asia 2026
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Chery berusaha untuk menghadirkan berbagai produk unggulan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Tanah Air
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Pertamina menaikkan sejumlah harga BBM non-subsidi BBM hari ini, mulai dari Pertamax Turbo, Dexlite hingga Dex
04 Mei 2026, 06:56 WIB
ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku untuk bisa mengurangi kemacetan di beberapa jalan protokol
03 Mei 2026, 17:00 WIB
Otospector meluncurkan layanan bursa mobil bekas untuk memperkuat ekosistem otomotif dan bisnis berbisnis daring
03 Mei 2026, 14:16 WIB
Lepas mengusung LEX Platform untuk seluruh produk mereka, seperti pada mobil listrik E4 yang akan dijual
02 Mei 2026, 17:04 WIB
KatadataOTO mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung SUV offroad premium Jetour G700 di trek terbatas
02 Mei 2026, 09:00 WIB
Dani Pedrosa memprediksi Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, bakal bersaing ketat hingga akhir musim MotoGP 2026