Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 1
27 Desember 2025, 09:00 WIB
Toyota pastikan menjaga kualitas kendaraan yang diterima konsumen sejak proses produksi untuk jaga kepercayaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggelar Customer Month 2025. Acara ini bertujuan mempererat kerjasama serta meningkatkan kepercayaan para distributor baik dalam maupun luar negeri terhadap kualitas produk maupun layanan yang diberikan.
Acara itu merupakan ajang mempromosikan dan menegaskan komitmen Toyota Indonesia terhadap kualitas produksi kepada para distributor. Pasalnya bagi perusahaan tersebut, kualitas produk haruslah terjaga.
“Melalui forum ini kami juga berharap ada masukan untuk mewujudkan yang lebih baik lagi,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam dalam keterangan resminya (11/06).
Toyota sendiri cukup ketat dalam menyeleksi barang. Oleh sebab itu perusahaan menerapkan standar kinerja yang ketat dalam setiap proses produksinya, meliputi Product Quality dan Service Quality.
Sementara dalam hal kualitas produk, TMMIN fokus pada dua aspek utama yaitu Product Engineering Quality serta Product Manufacturing Quality. Product Engineering Quality terkait dengan kemampuan desain produk untuk memenuhi kebutuhan juga harapan konsumen seperti efisiensi bahan bakar hingga ramah lingkungan.
Sedangkan Product Manufacturing Quality memastikan bahwa setiap kendaraan sesuai desain dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah menghilangkan cacat serta fluktuasi kualitas dalam setiap tahap produksi.
“TMMIN senantiasa mengedepankan transparansi dan tidak pernah menutupi jika ditemukan masalah pada produk. Prinsip ini menjadi dasar bagi setiap karyawan agar bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan mereka,” ujar Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto.
TMMIN mengklaim berpegang pada filosofi keselamatan dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap produk yang sampai ke tangan konsumen berfungsi sempurna. Upaya menjaga kepercayaan tersebut bukan hanya dilakukan saat proses produksi namun juga berlanjut hingga selama produk digunakan oleh pelanggan.
Berbagai macam program Quality Assurance dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, diantaranya melalui program Customer Service Campaign atau Recall, untuk memastikan bahwa semua fungsi kendaraan bekerja dengan baik.
“Recall bukanlah hal negatif karena merupakan bentuk tanggung jawab Toyota terhadap pengguna. Jika ada permasalahan yang terdeteksi dan kami dapat menanggulangi kesalahan tersebut melalui penarikan produk maka itu adalah langkah bijak agar keamanan serta kenyaman pengguna terjaga,” tegas Bob Azam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 09:00 WIB
23 Desember 2025, 18:00 WIB
22 Desember 2025, 19:00 WIB
20 Desember 2025, 16:38 WIB
20 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025