iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Toyota pakai teknologi Tesla untuk menggunakan NACS pada kendaraan listrik yang mulai diproduksi di 2025
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota pakai teknologi Tesla dan mengadopsi North American Charging Standard (NACS) mulai 2025. Nantinya mobil listrik pabrikan Jepang tersebut akan menggunakan port pengisian yang sama sehingga memudahkan penggunanya.
Dengan ini pemilik mobil listrik Toyota dan Lexus bisa menggunakan lebih dari 12.000 Tesla Supercharger di seluruh Amerika. Sementara untuk model lama yang dilengkapi Combined Charging System (CCS) akan ditawarkan adaptor agar dapat menikmati layanan serupa.
Berkat ini diharapkan perkembangan kendaraan listrik di negara tersebut bisa menjadi lebih maksimal dibanding sekarang. Demikian pula penerimaan mobil listrik Toyota juga diyakini dapat membaik setelah sempat tertinggal dari kompetitornya.
Dilansir Engadget selama ini para pabrikan kendaraan listrik memang memiliki port mereka masing-masing. Namun situasinya berubah setelah beberapa pabrikan mulai berubah pikiran dan menyesuaikan diri satu sama lain.
Perubahan tersebut pun bahkan dinilai terjadi sangat cepat. Hal ini tidak lepas dari peran Elon Musk, CEO Tesla yang mengundang beberapa pembuat kendaraan lain agar mengadopsi NACS sejak November tahun lalu.
Hasilnya pada pertengahan tahun, Ford, GM, Mercedes-Benz, Nissan hingga Honda mulai berkomitmen untuk mengadopsi teknologi serupa. Kemudian awal Oktober, Hyundai serta Kia pun mengumumkan hal serupa.
Sedangkan Toyota masih dikenal sebagai pemimpin kendaraan hybrid yang telah menawarkan lebih dari 20 model. Namun pabrikan tersebut hingga kini belum menunjukkan taringnya dalam kompetisi mobil listrik.
Mereka baru memiliki beberapa mobil listrik seperti Toyota bZ4X, Lexus RZ dan UX. Namun dipasrikan tahun-tahun mendatang jumlah modelnya akan bertambah.
Pasalnya Toyota telah berkomitmen untuk mengembangkan baterai berteknologi baru yang bisa menempuh perjalanan sejauh 1.000 km atau hampir 2 kali lipat dari Tesla Model Y. Mobil itu menggunakan penyimpanan daya tersebut akan digunakan pada unit lansiran 2027.
Agar berjalan dengan lancar mereka telah menggandeng Idemitsu yang bertugas untuk melakukan pengembangan serta memproduksinya. Bahkan rencananya baterai bisa dijual ke pabrikan kendaraan lain dan lebih menguntungkan perusahaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda