Toyota Kijang Innova Reborn Bakal Dapat Penyegaran Bulan Depan
30 November 2025, 13:00 WIB
Toyota pakai teknologi Tesla untuk menggunakan NACS pada kendaraan listrik yang mulai diproduksi di 2025
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota pakai teknologi Tesla dan mengadopsi North American Charging Standard (NACS) mulai 2025. Nantinya mobil listrik pabrikan Jepang tersebut akan menggunakan port pengisian yang sama sehingga memudahkan penggunanya.
Dengan ini pemilik mobil listrik Toyota dan Lexus bisa menggunakan lebih dari 12.000 Tesla Supercharger di seluruh Amerika. Sementara untuk model lama yang dilengkapi Combined Charging System (CCS) akan ditawarkan adaptor agar dapat menikmati layanan serupa.
Berkat ini diharapkan perkembangan kendaraan listrik di negara tersebut bisa menjadi lebih maksimal dibanding sekarang. Demikian pula penerimaan mobil listrik Toyota juga diyakini dapat membaik setelah sempat tertinggal dari kompetitornya.
Dilansir Engadget selama ini para pabrikan kendaraan listrik memang memiliki port mereka masing-masing. Namun situasinya berubah setelah beberapa pabrikan mulai berubah pikiran dan menyesuaikan diri satu sama lain.
Perubahan tersebut pun bahkan dinilai terjadi sangat cepat. Hal ini tidak lepas dari peran Elon Musk, CEO Tesla yang mengundang beberapa pembuat kendaraan lain agar mengadopsi NACS sejak November tahun lalu.
Hasilnya pada pertengahan tahun, Ford, GM, Mercedes-Benz, Nissan hingga Honda mulai berkomitmen untuk mengadopsi teknologi serupa. Kemudian awal Oktober, Hyundai serta Kia pun mengumumkan hal serupa.
Sedangkan Toyota masih dikenal sebagai pemimpin kendaraan hybrid yang telah menawarkan lebih dari 20 model. Namun pabrikan tersebut hingga kini belum menunjukkan taringnya dalam kompetisi mobil listrik.
Mereka baru memiliki beberapa mobil listrik seperti Toyota bZ4X, Lexus RZ dan UX. Namun dipasrikan tahun-tahun mendatang jumlah modelnya akan bertambah.
Pasalnya Toyota telah berkomitmen untuk mengembangkan baterai berteknologi baru yang bisa menempuh perjalanan sejauh 1.000 km atau hampir 2 kali lipat dari Tesla Model Y. Mobil itu menggunakan penyimpanan daya tersebut akan digunakan pada unit lansiran 2027.
Agar berjalan dengan lancar mereka telah menggandeng Idemitsu yang bertugas untuk melakukan pengembangan serta memproduksinya. Bahkan rencananya baterai bisa dijual ke pabrikan kendaraan lain dan lebih menguntungkan perusahaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 November 2025, 13:00 WIB
29 November 2025, 17:28 WIB
29 November 2025, 15:04 WIB
29 November 2025, 13:00 WIB
29 November 2025, 06:07 WIB
Terkini
30 November 2025, 15:00 WIB
Airlangga Hartarto menilai pemerintah sudah banyak memberikan insentif untuk sektor otomotif selama dua tahun
30 November 2025, 13:00 WIB
Tampilan eksterior Toyota Kijang Innova Reborn makin sporti dan headunit membesar, meluncur Desember 2025
30 November 2025, 07:36 WIB
HPM menggelar Honda Community Year End Car Meet untuk terus mendekatkan diri kepada para anggota komunitas
30 November 2025, 07:00 WIB
Wuling Cortez Darion PHEV bakal menjadi pilihan buat mereka yang masih ragu terhadap performa mobil listrik
29 November 2025, 21:14 WIB
Digelar dengan kedatangan berbagai model kendaraan baru, GJAW 2025 berhasil memikat lebih banyak pengunjung
29 November 2025, 21:00 WIB
Selama pameran GJAW 2025, diler menawarkan promo berupa potongan harga Rp 50 juta untuk Hyundai Stargazer
29 November 2025, 19:00 WIB
Banjir Sumatera sebabkan kerugian, Daihatsu siap bantu konsumen dan karyawan yang terdampak bencana di sana
29 November 2025, 17:28 WIB
Mobil listrik J5 EV terpesan ribuan unit, Jaecoo terus kejar pengiriman agar bisa penuhi kebutuhan konsumen