Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Toyota pakai teknologi Tesla untuk menggunakan NACS pada kendaraan listrik yang mulai diproduksi di 2025
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota pakai teknologi Tesla dan mengadopsi North American Charging Standard (NACS) mulai 2025. Nantinya mobil listrik pabrikan Jepang tersebut akan menggunakan port pengisian yang sama sehingga memudahkan penggunanya.
Dengan ini pemilik mobil listrik Toyota dan Lexus bisa menggunakan lebih dari 12.000 Tesla Supercharger di seluruh Amerika. Sementara untuk model lama yang dilengkapi Combined Charging System (CCS) akan ditawarkan adaptor agar dapat menikmati layanan serupa.
Berkat ini diharapkan perkembangan kendaraan listrik di negara tersebut bisa menjadi lebih maksimal dibanding sekarang. Demikian pula penerimaan mobil listrik Toyota juga diyakini dapat membaik setelah sempat tertinggal dari kompetitornya.
Dilansir Engadget selama ini para pabrikan kendaraan listrik memang memiliki port mereka masing-masing. Namun situasinya berubah setelah beberapa pabrikan mulai berubah pikiran dan menyesuaikan diri satu sama lain.
Perubahan tersebut pun bahkan dinilai terjadi sangat cepat. Hal ini tidak lepas dari peran Elon Musk, CEO Tesla yang mengundang beberapa pembuat kendaraan lain agar mengadopsi NACS sejak November tahun lalu.
Hasilnya pada pertengahan tahun, Ford, GM, Mercedes-Benz, Nissan hingga Honda mulai berkomitmen untuk mengadopsi teknologi serupa. Kemudian awal Oktober, Hyundai serta Kia pun mengumumkan hal serupa.
Sedangkan Toyota masih dikenal sebagai pemimpin kendaraan hybrid yang telah menawarkan lebih dari 20 model. Namun pabrikan tersebut hingga kini belum menunjukkan taringnya dalam kompetisi mobil listrik.
Mereka baru memiliki beberapa mobil listrik seperti Toyota bZ4X, Lexus RZ dan UX. Namun dipasrikan tahun-tahun mendatang jumlah modelnya akan bertambah.
Pasalnya Toyota telah berkomitmen untuk mengembangkan baterai berteknologi baru yang bisa menempuh perjalanan sejauh 1.000 km atau hampir 2 kali lipat dari Tesla Model Y. Mobil itu menggunakan penyimpanan daya tersebut akan digunakan pada unit lansiran 2027.
Agar berjalan dengan lancar mereka telah menggandeng Idemitsu yang bertugas untuk melakukan pengembangan serta memproduksinya. Bahkan rencananya baterai bisa dijual ke pabrikan kendaraan lain dan lebih menguntungkan perusahaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota