Xpeng Luncurkan X9 Facelift dan G6 AWD, Bertambah Fitur Kekinian
28 Juni 2026, 07:15 WIB
Toyota pakai teknologi Tesla untuk menggunakan NACS pada kendaraan listrik yang mulai diproduksi di 2025
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota pakai teknologi Tesla dan mengadopsi North American Charging Standard (NACS) mulai 2025. Nantinya mobil listrik pabrikan Jepang tersebut akan menggunakan port pengisian yang sama sehingga memudahkan penggunanya.
Dengan ini pemilik mobil listrik Toyota dan Lexus bisa menggunakan lebih dari 12.000 Tesla Supercharger di seluruh Amerika. Sementara untuk model lama yang dilengkapi Combined Charging System (CCS) akan ditawarkan adaptor agar dapat menikmati layanan serupa.
Berkat ini diharapkan perkembangan kendaraan listrik di negara tersebut bisa menjadi lebih maksimal dibanding sekarang. Demikian pula penerimaan mobil listrik Toyota juga diyakini dapat membaik setelah sempat tertinggal dari kompetitornya.
Dilansir Engadget selama ini para pabrikan kendaraan listrik memang memiliki port mereka masing-masing. Namun situasinya berubah setelah beberapa pabrikan mulai berubah pikiran dan menyesuaikan diri satu sama lain.
Perubahan tersebut pun bahkan dinilai terjadi sangat cepat. Hal ini tidak lepas dari peran Elon Musk, CEO Tesla yang mengundang beberapa pembuat kendaraan lain agar mengadopsi NACS sejak November tahun lalu.
Hasilnya pada pertengahan tahun, Ford, GM, Mercedes-Benz, Nissan hingga Honda mulai berkomitmen untuk mengadopsi teknologi serupa. Kemudian awal Oktober, Hyundai serta Kia pun mengumumkan hal serupa.
Sedangkan Toyota masih dikenal sebagai pemimpin kendaraan hybrid yang telah menawarkan lebih dari 20 model. Namun pabrikan tersebut hingga kini belum menunjukkan taringnya dalam kompetisi mobil listrik.
Mereka baru memiliki beberapa mobil listrik seperti Toyota bZ4X, Lexus RZ dan UX. Namun dipasrikan tahun-tahun mendatang jumlah modelnya akan bertambah.
Pasalnya Toyota telah berkomitmen untuk mengembangkan baterai berteknologi baru yang bisa menempuh perjalanan sejauh 1.000 km atau hampir 2 kali lipat dari Tesla Model Y. Mobil itu menggunakan penyimpanan daya tersebut akan digunakan pada unit lansiran 2027.
Agar berjalan dengan lancar mereka telah menggandeng Idemitsu yang bertugas untuk melakukan pengembangan serta memproduksinya. Bahkan rencananya baterai bisa dijual ke pabrikan kendaraan lain dan lebih menguntungkan perusahaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Terkini
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia
28 Juni 2026, 07:15 WIB
X9 Facelitft dan G6 AWD menjadi andalan baru bagi Xpeng untuk menggoda para konsumen berkantong tebal
27 Juni 2026, 21:00 WIB
AHM meminta konsumen tidak perlu ragu dengan kualitas new Honda Vario Evo 160 yang diluncurkan di Indonesia
27 Juni 2026, 20:34 WIB
Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berlangsung sengit, dua rider Trackhouse Aprilia naik podium
27 Juni 2026, 18:15 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, aman dan efisien untuk mobilitas harian
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu