Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Toyota gigacasting dikembangkan untuk bisa memangkas waktu hingga biaya dalam memproduksi mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Ada beberapa alasan Tesla bisa jadi pemimpin pasar mobil listrik buat saat ini. Salah satunya adalah pemakaian metode gigacasting dalam memproduksi kendaraan.
Untuk diketahui jika pakai proses die-casting berarti suku cadang alumunium bisa lebih banyak dibanding menggunakan mesin lain. Sehingga waktu produksi bisa lebih efisien dan hemat waktu.
Riccardo Ferrario, General Manager Idra Group yang membangung gigacasting pertama buat Tesla di 2020 menyebut proses ini tidak hanya menghemat waktu tapi juga biaya.
“Visi kami adalah mengurangi biaya produksi mobil listrik murni sampai mobil itu bisa dibeli semua orang,” ucap Riccardo dikutip dari The Japan Times, Rabu (8/11).
Seiring berjalan waktu dan ketertarikan pabrik terhadap alat tersebut, harga gigacasting diprediksi bisa terus naik dan mencapai puncak pada 2030, dari angka normal US$751 juta menjadi US$2.6 miliar (Rp11.7 miliar – menjadi Rp40.7 miliar).
Meski diketahui Toyota saat ini fokus pada kendaraan hybrid, pabrik asal Jepang tersebut masih mengembangkan teknologi inovasi baterai untuk lini elektrifikasinya di masa mendatang.
Bicara soal produksi Toyota gigacasting akan berjalan beriringan dengan metode tradisional yang sudah digunakan sejak lama. Hal tersebut guna menghindari kemungkinan kerugian akibat kerusakan jika ada masalah pada gigacasting.
Kazuaki Shingo, Chief Production Officer Toyota mengaku pihaknya masih belum mumpuni dalam hal gigacasting.
“Namun kami sudah pakai metode casting untuk waktu cukup lama dan percaya kami bisa memproduksi kendaraan yang lebih murah, ringan dan lebih ‘tipis’ dengan performa tinggi,” ungkap Kazuaki.
Toyota sendiri punya target memproduksi 600.000 mobil listrik di 2025, meningkat dari target awal di 2024 sebanyak 190.000 unit.
Hanya saja di tujuh bulan pertama 2023 jumalh penjualan baru mencapai 7.400. Tentu perlu ada strategi baru ditetapkan demi mengejar angka yang telah ditetapkan.
Selain gigacasting, Toyota mengembangkan teknologi baterai berkapasitas lebih besar untuk mobil listrik sehingga bisa menjelajah sampai 800 km. Sampai hari itu tiba, pabrik bakal terus memperkenalkan beragam model mobil listrik guna menarik minat masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru