Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Toyota enggan buat mobil odong-odong demi memenuhi standar keselamatan kendaraan yang sudah mereka tetapkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota enggan buat mobil odong-odong atau di bawah LCGC demi meningkatkan angka penjualan Indonesia yang masih belum mencapai 2 juta unit. Pasalnya akan ada banyak fitur dikorbankan untuk bisa mencapainya.
Hal ini diungkapkan Bob Azam, Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) beberapa waktu lalu. Menurutnya membuat kendaraan harus memiliki standar yang harus dipenuhi.
“Nomor satu itu adalah keselamatan, jadi jangan sampai kita menjual mobil odong-odong. Bisa juga dibuat tapi ada batas safety yang harus dipenuhi,” ungkapnya di Karawang.
Ia pun menambahkan bahwa saat ini Toyota berupaya memberi solusi terhadap mobilitas masyarakat Indonesia. Pasalnya tingkat perekonomian sudah semakin besar sehingga transportasi menjadi sebuah kebutuhan.
Terlebih dirinya melihat bahwa saat ini sudah semakin banyak jalan tol dibangun sehingga menciptakan pusat ekonomi baru. Masyarakat pun tentu akan membutuhan kendaraan untuk bermobilitas.
Sayangnya harga Toyota Calya tipe terbawah sekalipun harganya masih cukup tinggi untuk sebagian orang. Berdasarkan situs resmi, model tersebut dibanderol Rp164.7 juta.
“Ini yang harus dicari solusinya karena di satu sisi kendaraan tetap harus memenuhi aspek keselamatan dan sebagainya. Tapi di sisi lain daya belinya belum sampai sehingga harus diisi kekosongannya,” tambahnya.
Perlu diketahui bahwa saat ini model termurah Toyota di Tanah Air adalah Calya tipe E MT. Meski merupakan varian terbawah namun sejumlah fitur keselamatan sudah disematkan seperti SRS Airbags dan Rear Parking Sensor.
Guna melindungi anak-anak yang menggunakan car seat Toyota pun memasangkan Isofix. Selain itu mobil juga sudah dibekali oleh ABS dan EBD sehingga kontrol kendaraan menjadi lebih maksimal saat melakukan rem mendadak sekalipun.
Fitur keselamatan lain adalah 3 Point Seat Belt. Berkat ini penumpang bisa lebih terlindung saat terjadi kecelakaan.
Banyaknya fitur keselamatan yang dipasangkan membuat mobil berhasil meraih hasil positif dari ASEAN NCAP. Tercatat LCGC tujuh penumpang itu mendapatkan empat bintang keselamatan setelah dilakukan crast tes pada September 2016.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
Terkini
17 Juni 2026, 09:00 WIB
E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer
17 Juni 2026, 07:00 WIB
GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat
16 Juni 2026, 08:02 WIB
Setelah menjual mobil bermesin bensin dan bertenaga listrik, PHEV perdana DFSK bakal hadir di RI tahun ini