Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 1
27 Desember 2025, 09:00 WIB
Toyota berupaya pertahankan harga meski ada kenaikan pajak dan opsen di tahun depan yang memberi tekanan pada pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota mengaku bahwa pihaknya tengah berupaya agar harga mobil bisa bertahan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya pasar otomotif yang bakal terjadi tahun depan.
Pasalnya di 2025, industri otomotif akan mendapat tekanan dari beberapa sisi mulai dari kenaikan PPN hingga opsen pajak. Akibatnya pabrikan harus sangat berhati-hati dalam menentukan arah kebijakannya.
“Sekarang kami sedang berdiskusi agar semaksimal mungkin tidak ada kenaikan harga. Ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya dimana banderol kendaraan akan naik karena menyesuaikan biaya di beberapa sektor,” ungkap Anton JImmi Suwandi, Marketing Direktur PT Toyota Astra Motor.
Tak hanya itu, dirinya pun berharap rencana pemberian insentif pada beberapa sektor industri termasuk otomotif bisa segera terwujud. Sehingga masyarakat tidak akan terlalu terbeban.
“Jadi bila ada kenaikan PPN dan opsen, masih ada di level yang diterima oleh masyarakat. Sekarang masih banyak perubahan serta diskusi jadi mudah-mudahan hal postif bisa segera datang ke depannya,” tegasnya.
Tak hanya itu, pihaknya pun terus memberi masukan kepada Gaikindo untuk berdiskusi dengan pemerintah terkait kebijakan tersebut. Menurutnya kenaikan pajak masih dapat ditunda hingga waktu yang lebih tepat.
“Harapannya efektivitas dari pajak ini dievaluasi karena kami paham bahwa pemerintah butuh dana untuk beragam keperluan. Tapi bagaimana pun juga sebaiknya diseimbangkan dengan industri otomotif nasional,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian, Anton tetap mengapresiasi pemerintah baik pusat maupun daerah telah berdiskusi dengan banyak pihak. Ia bahkan mendapat informasi bahwa para pembuat kebijakan tengah menggodok beberapa penyesuaian agar keputusannya tidak memberikan dampak negatif di masyarakat.
Bahkan pemerintah DKI melalui Bapenda telah memutuskan tak memberi opsen kendaraan. Hal ini karena Jakarta merupakan Daerah Khusus sehingga tidak ada pemerintahan tingkat 2 setara kabupaten dan kota yang otonom.
“Daerah-daerah tersebut memiliki otonomi sendiri. Jadi kita tidak ada pungutan juga pengalokasian opsen,” Herawati menuturkan. Luciana Herawati, Kepala Bapenda DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Dengan demikian maka diharapkan harga mobil di DKI bisa lebih rendah ketimbang daerah lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 09:00 WIB
23 Desember 2025, 18:00 WIB
22 Desember 2025, 19:00 WIB
20 Desember 2025, 16:38 WIB
20 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 09:00 WIB
Enduro Service tawarkan beragam layanan seperti penggantian oli mobil dan motor sampai ganti air filter
30 Desember 2025, 08:00 WIB
Fitur dashcam pada Suzuki XL7 Hybrid bekas menjadi salah satu pelanggan melakukan pembelian ketimbang model lain
30 Desember 2025, 07:00 WIB
Arus balik Natal dan tahun baru 2026 mulai terlihat sehingga Polda Metro Jaya menyiapkan langkah antisipasi
30 Desember 2025, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang belum terlewat dari tanggal masa berlaku
30 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap akan digelar meski rencananya akan ada aksi unjuk rasa dari ribuan buruh di Ibu Kota
30 Desember 2025, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara, kepolisian tetap menghadirkan berbagai fasilitas seperti SIM keliling Bandung
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi