Penjualan Mobil April 2026 Alami Kenaikan 13,7 Persen
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Toyota berupaya pertahankan harga meski ada kenaikan pajak dan opsen di tahun depan yang memberi tekanan pada pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota mengaku bahwa pihaknya tengah berupaya agar harga mobil bisa bertahan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya pasar otomotif yang bakal terjadi tahun depan.
Pasalnya di 2025, industri otomotif akan mendapat tekanan dari beberapa sisi mulai dari kenaikan PPN hingga opsen pajak. Akibatnya pabrikan harus sangat berhati-hati dalam menentukan arah kebijakannya.
“Sekarang kami sedang berdiskusi agar semaksimal mungkin tidak ada kenaikan harga. Ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya dimana banderol kendaraan akan naik karena menyesuaikan biaya di beberapa sektor,” ungkap Anton JImmi Suwandi, Marketing Direktur PT Toyota Astra Motor.
Tak hanya itu, dirinya pun berharap rencana pemberian insentif pada beberapa sektor industri termasuk otomotif bisa segera terwujud. Sehingga masyarakat tidak akan terlalu terbeban.
“Jadi bila ada kenaikan PPN dan opsen, masih ada di level yang diterima oleh masyarakat. Sekarang masih banyak perubahan serta diskusi jadi mudah-mudahan hal postif bisa segera datang ke depannya,” tegasnya.
Tak hanya itu, pihaknya pun terus memberi masukan kepada Gaikindo untuk berdiskusi dengan pemerintah terkait kebijakan tersebut. Menurutnya kenaikan pajak masih dapat ditunda hingga waktu yang lebih tepat.
“Harapannya efektivitas dari pajak ini dievaluasi karena kami paham bahwa pemerintah butuh dana untuk beragam keperluan. Tapi bagaimana pun juga sebaiknya diseimbangkan dengan industri otomotif nasional,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian, Anton tetap mengapresiasi pemerintah baik pusat maupun daerah telah berdiskusi dengan banyak pihak. Ia bahkan mendapat informasi bahwa para pembuat kebijakan tengah menggodok beberapa penyesuaian agar keputusannya tidak memberikan dampak negatif di masyarakat.
Bahkan pemerintah DKI melalui Bapenda telah memutuskan tak memberi opsen kendaraan. Hal ini karena Jakarta merupakan Daerah Khusus sehingga tidak ada pemerintahan tingkat 2 setara kabupaten dan kota yang otonom.
“Daerah-daerah tersebut memiliki otonomi sendiri. Jadi kita tidak ada pungutan juga pengalokasian opsen,” Herawati menuturkan. Luciana Herawati, Kepala Bapenda DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Dengan demikian maka diharapkan harga mobil di DKI bisa lebih rendah ketimbang daerah lain.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Mei 2026, 17:00 WIB
17 Mei 2026, 14:54 WIB
17 Mei 2026, 11:17 WIB
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta