Penjualan Mobil Hybrid Naik, Menko Airlangga Kasih Isyarat
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Toyota berupaya pertahankan harga meski ada kenaikan pajak dan opsen di tahun depan yang memberi tekanan pada pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota mengaku bahwa pihaknya tengah berupaya agar harga mobil bisa bertahan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya pasar otomotif yang bakal terjadi tahun depan.
Pasalnya di 2025, industri otomotif akan mendapat tekanan dari beberapa sisi mulai dari kenaikan PPN hingga opsen pajak. Akibatnya pabrikan harus sangat berhati-hati dalam menentukan arah kebijakannya.
“Sekarang kami sedang berdiskusi agar semaksimal mungkin tidak ada kenaikan harga. Ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya dimana banderol kendaraan akan naik karena menyesuaikan biaya di beberapa sektor,” ungkap Anton JImmi Suwandi, Marketing Direktur PT Toyota Astra Motor.
Tak hanya itu, dirinya pun berharap rencana pemberian insentif pada beberapa sektor industri termasuk otomotif bisa segera terwujud. Sehingga masyarakat tidak akan terlalu terbeban.
“Jadi bila ada kenaikan PPN dan opsen, masih ada di level yang diterima oleh masyarakat. Sekarang masih banyak perubahan serta diskusi jadi mudah-mudahan hal postif bisa segera datang ke depannya,” tegasnya.
Tak hanya itu, pihaknya pun terus memberi masukan kepada Gaikindo untuk berdiskusi dengan pemerintah terkait kebijakan tersebut. Menurutnya kenaikan pajak masih dapat ditunda hingga waktu yang lebih tepat.
“Harapannya efektivitas dari pajak ini dievaluasi karena kami paham bahwa pemerintah butuh dana untuk beragam keperluan. Tapi bagaimana pun juga sebaiknya diseimbangkan dengan industri otomotif nasional,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian, Anton tetap mengapresiasi pemerintah baik pusat maupun daerah telah berdiskusi dengan banyak pihak. Ia bahkan mendapat informasi bahwa para pembuat kebijakan tengah menggodok beberapa penyesuaian agar keputusannya tidak memberikan dampak negatif di masyarakat.
Bahkan pemerintah DKI melalui Bapenda telah memutuskan tak memberi opsen kendaraan. Hal ini karena Jakarta merupakan Daerah Khusus sehingga tidak ada pemerintahan tingkat 2 setara kabupaten dan kota yang otonom.
“Daerah-daerah tersebut memiliki otonomi sendiri. Jadi kita tidak ada pungutan juga pengalokasian opsen,” Herawati menuturkan. Luciana Herawati, Kepala Bapenda DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Dengan demikian maka diharapkan harga mobil di DKI bisa lebih rendah ketimbang daerah lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
Terkini
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam
01 September 2026, 07:00 WIB
Robot Mobo buatan AiMoga berbabis Embodied Intelligence dan diperkenalkan dalam ajang atau pameran WRC 2026
01 September 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta berada di lima lokasi berbeda setiap hari, simak informasi biaya dan syaratnya
01 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
01 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta tetap diandalkan pemerintah Ibu Kota untuk setidaknya mencegah kebuntuan di jam sibuk
31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X mendapatkan penyesuaian harga, beri dampak positif ke penjualan
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
Pertamina Enduro menggelar nonton bareng komunitas otomotif serta ojol dalam gelaran MotoGP Aragon 2026