Toyota Bakal Tahan Harga Mobil demi Dongkrak Penjualan

Harga mobil baru Toyota bakal ditahan agar tetap berada dalam jangkauan daya beli masyarakat Indonesia

Toyota Bakal Tahan Harga Mobil demi Dongkrak Penjualan

KatadataOTO – Penjualan mobil memasuki 2025 masih terbilang lesu, bahkan angkanya turun dari capaian di periode yang sama pada Januari 2024.

Untuk diketahui angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) Januari 2025 adalah 61.843 unit, sedangkan Januari 2024 69.758 unit. Sementara penjualan ritelnya turun dari 78.437 unit ke 63.858 unit.

Hal ini dinilai perlu mendapatkan sorotan lebih mengingat industri otomotif berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Kementerian Perindustrian bahkan menyarankan bahwa harga jual kendaraan baru bisa diturunkan agar dapat menggairahkan daya beli masyarakat.

Toyota Luncurkan 3 Model di IIMS 2025
Photo : KatadataOTO

Toyota sebagai salah satu manufaktur di Indonesia sebelumnya juga telah menyiapkan strategi buat mendongkrak penjualan mobil. 

“Kita coba imbangi dengan tidak menaikan harga manufaktur. Biasanya naik (setiap tahun), di 2025 kenaikannya murni dari faktur pajak,” kata Philardi Sobari, Head of PR PT TAM (Toyota Astra Motor) saat ditemui di JIExpo Kemayoran, beberapa waktu lalu.

Lebih rinci dia menjelaskan, beberapa model andalan Toyota seperti Agya, Rush dan Avanza memang mengalami kenaikan harga imbas pemberlakuan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dari 11 persen menjadi 12 persen.

“Kalau dilihat (dampak) PPN di Agya, LCGC itu naik Rp 1 jutaan. Sementara Rush dan Avanza Rp 2 jutaan,” kata dia.

Untuk itu pihak Toyota bakal berusaha buat mempertahankan harga jual sehingga tetap dapat berada dalam jangkauan kemampuan masyarakat.

“Kita berharap ini meningkatkan daya beli masyarakat. Setelah tahun pemilu, biasanya naik (penjualan) otomotif,” tegas dia.

Insentif Imbangi Kenaikan

Toyota Kijang Innova Zenix
Photo : Istimewa

Di sisi lain, Toyota juga menikmati kucuran subsidi mobil hybrid yang diberikan pemerintah. Ada dua model memenuhi kriteria penerima insentif yakni Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.

Sebagai informasi, insentif mobil hybrid diberikan dalam bentuk potongan pajak. Hanya saja besarannya memang lebih kecil dibandingkan subsidi mobil listrik.

Insentif mobil listrik adalah 10 persen sehingga konsumen cukup menanggung sisa dua persennya. Sedangkan untuk kendaraan hybrid adalah tiga persen, namun disebut cukup menurunkan harga mobil hybrid Toyota bahkan sampai Rp 13 jutaan.


Terkini

news
Ganjil genap Puncak

Ganjil Genap Puncak Tetap Digelar Jelang Bulan Ramadan

Ganjil genap Puncak tetap digelar menjelang bulan Ramadan yang diperkirakan bakal mengubah kebiasaan mobilitas

news
playtopia Sports

Playtopia Sports Tawarkan Wahana Gokart Multi Level Pertama di RI

Playtopia Sports menghadirkan arena Gokart paling beda dan pertama di Indonesia lengkap dengan fasilitasnya

mobil
Produksi Toyota global

Produksi Toyota Global Januari 2025 Naik Setelah 1 Tahun Tertekan

Produksi Toyota global berhasil mencatatkan peningkatan untuk pertama kalinya dalam satu tahun terakhir

mobil
Pabrik Baru Daihatsu Bakal Produksi Mobil Listrik dan Hybrid

Pabrik Baru Daihatsu Bakal Produksi Mobil Listrik dan Hybrid

Pabrik baru Daihatsu di kawasan Karawang, Jawa Barat siap memproduksi mobil listrik serta hybrid tahun ini

news
Simak Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini 28 Februari 2025

Menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung masih tetap beroperasi seperti biasa di dua lokasi berikut

news
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Terakhir di Februari 2025

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Terakhir di Februari 2025

SIM Keliling Jakarta beroperasi hari ini dan saat akhir pekan nanti di sejumlah titik yang telah ditentukan

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 28 Februari 2025, Terakhir di Bulan Ini

Ganjil genap Jakarta 28 Februari 2025 akan menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat

mobil
Makoto Uchida, CEO Nissan

Gagal Merger dengan Honda, CEO Nissan Terancam Dicopot

Posisi Makoto Uchida selaku CEO Nissan terancam digulingkan karena dinilai gagal melakukan merger dengan Honda