TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Penjualan kendaraan elektrifikasi di Asia mengalami pertumbuhan yang cukup cepat sejak berakhirnya pandemi
Oleh Maryadie
TRENOTO – Penjualan kendaraan elektrifikasi di Asia terbilang masih terbatas tetapi terus betumbuh dengan cepat. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan Hybrid Electric Vehicle (HEV) maupun Battery Electric Vehicle (BEV).
Sejak tahun 2020, penjualan terhadap kendaraan elektrifikasi terus meningkat. Di tahun 2020, permintaan hanya sekitar 54.000 unit yang terdiri dari 6.000 unit BEV (11 persen) dan 48.000 merupakan BEV (89 persen).
Permintaan di 2021 pun kemudian meningkat 1.6 kali dibanding hasil sebelumnya. Ketika itu penjualannya berhasil mencapai 87.000 unit terdiri darl 18.000 BEV (21 persen) dan 69.000 BEV (79 persen).
Pertumbuhan itu kemudian semakin besar di 2022 berkat permintaan yang meningkat sebesar 2.3 kali dibanding tahun sebelumnya. Tercatat sedikitnya ada 201.000 unit kendaraan elektrifikasi terjual dengan 68.000 unit (34 persen) diantaranya adalah BEV dan 133.000 unit HEV (66 persen).
Pertumbuhan signifikan terjadi di 2023 karena pada periode Januari-Juli jumlah permintaan kendaraan elektrifikasi mencapai 250.000 unit. Dari jumlah tersebut persentase BEV semakin besar karena sudah terjual 105.000 unit (44 persen) sementara HEV 140.000 (56 persen).
Jika dilihat lebih detail, maka penjualan kendaran elektrifikasi saat ini disokong oleh India. Sepanjang 2023, sedikitnya ada 110.000 kendaraan elektrifikasi yang 50 persen diantaranya adalah BEV sementara sisanya HEV.
Di tempat kedua diisi oleh Thailand dengan catatan penjualan elektrifikasi mencapai 82.000 unit. HEV masih mendominasi karena menguasai sedikitnya 55 persen pasar disusul BEV sebesar 43 persen dan 2 persen sisanya merupakan kendaraan elektrifikasi lain.
Sementara penjualan di Indonesia juga meraih hasil menarik. Berdasarkan presentasi yang disampaikan Toyota, sedikitnya sudah ada 27.000 kendaraan elektrifikasi telah berhasil dilepas ke pasar.
Dari jumlah itu, HEV masih mendominasi dengan menguasai 70 persen pasar. Sementara BEV berhasil menduduki peringkat kedua yaitu sebanyak 29 persen dan kendaraan elektrifikasi lainnya 1 persen.
Negara lain seperti Malaysia, Singapura, Vuetnam, Filipina serta Pakistan dihitung sebagai sebuah kesatuan dan mencatatkan jumlah sebesar 27.000 unit. Dari jumlah itu 75 persen diantaranya adalah HEV sementara 25 persen sisanya merupakan BEV.
Perkembangan ini pun menjadi dasar Toyota untuk kembali menguatkan pasar kendaraan elektrifikasi di Asia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan