Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan kendaraan elektrifikasi di Asia mengalami pertumbuhan yang cukup cepat sejak berakhirnya pandemi
Oleh Maryadie
TRENOTO – Penjualan kendaraan elektrifikasi di Asia terbilang masih terbatas tetapi terus betumbuh dengan cepat. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan Hybrid Electric Vehicle (HEV) maupun Battery Electric Vehicle (BEV).
Sejak tahun 2020, penjualan terhadap kendaraan elektrifikasi terus meningkat. Di tahun 2020, permintaan hanya sekitar 54.000 unit yang terdiri dari 6.000 unit BEV (11 persen) dan 48.000 merupakan BEV (89 persen).
Permintaan di 2021 pun kemudian meningkat 1.6 kali dibanding hasil sebelumnya. Ketika itu penjualannya berhasil mencapai 87.000 unit terdiri darl 18.000 BEV (21 persen) dan 69.000 BEV (79 persen).
Pertumbuhan itu kemudian semakin besar di 2022 berkat permintaan yang meningkat sebesar 2.3 kali dibanding tahun sebelumnya. Tercatat sedikitnya ada 201.000 unit kendaraan elektrifikasi terjual dengan 68.000 unit (34 persen) diantaranya adalah BEV dan 133.000 unit HEV (66 persen).
Pertumbuhan signifikan terjadi di 2023 karena pada periode Januari-Juli jumlah permintaan kendaraan elektrifikasi mencapai 250.000 unit. Dari jumlah tersebut persentase BEV semakin besar karena sudah terjual 105.000 unit (44 persen) sementara HEV 140.000 (56 persen).
Jika dilihat lebih detail, maka penjualan kendaran elektrifikasi saat ini disokong oleh India. Sepanjang 2023, sedikitnya ada 110.000 kendaraan elektrifikasi yang 50 persen diantaranya adalah BEV sementara sisanya HEV.
Di tempat kedua diisi oleh Thailand dengan catatan penjualan elektrifikasi mencapai 82.000 unit. HEV masih mendominasi karena menguasai sedikitnya 55 persen pasar disusul BEV sebesar 43 persen dan 2 persen sisanya merupakan kendaraan elektrifikasi lain.
Sementara penjualan di Indonesia juga meraih hasil menarik. Berdasarkan presentasi yang disampaikan Toyota, sedikitnya sudah ada 27.000 kendaraan elektrifikasi telah berhasil dilepas ke pasar.
Dari jumlah itu, HEV masih mendominasi dengan menguasai 70 persen pasar. Sementara BEV berhasil menduduki peringkat kedua yaitu sebanyak 29 persen dan kendaraan elektrifikasi lainnya 1 persen.
Negara lain seperti Malaysia, Singapura, Vuetnam, Filipina serta Pakistan dihitung sebagai sebuah kesatuan dan mencatatkan jumlah sebesar 27.000 unit. Dari jumlah itu 75 persen diantaranya adalah HEV sementara 25 persen sisanya merupakan BEV.
Perkembangan ini pun menjadi dasar Toyota untuk kembali menguatkan pasar kendaraan elektrifikasi di Asia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV