Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara, Tesla recall 475 ribu Model 3 dan Model S secara global
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Mengatasi masalah kamera spion dan bagasi karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, Tesla recall 475 ribu Model 3 dan Model S secara global.
Seperti dilansir Reuters, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menegaskan, model yang masuk daftar recall merupakan produksi tahun 2014 hingga 2021. Dari total kendaraan yang harus ditarik, 200 ribu mobil Tesla berada di China.
Khusus Model 3, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat ini menarik 356.309 unit produksi 2017 hingga 2020 karena masalah kamera spion. Sedangkan 119.009 kendaraan Model S harus ditarik karena masalah kap depan.
Dari penarikan tersebut, regulator di China menyebut, 19.697 kendaraan meliputi Model S impor, 35.836 Model 3 impor dan 144.208 Model 3 buatan pabrik Tiongkok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Tesla.
“Untuk sedan Model 3, kabel kamera spion mungkin rusak karena pemilik membuka dan menutup bagasi, sehingga gambar tidak dapat ditampilkan," kata NHTSA.
Selain itu, Tesla mengidentifikasi 2.301 kendaraan melakukan klaim garansi dan 601 laporan diantaranya mengalami masalah ini.
Khusus kendaraan Model S, masalah kait dapat menyebabkan bagasi depan secara tiba-tiba terbuka. Hal ini sangat berbahaya karena mengganggu visibilitas.
Meski demikian, Tesla menegaskan, pihaknya masih belum mengetahui adanya kecelakaan, cedera, atau kematian terkait masalah ini.
Karena recall yang dilakukan, saham Tesla sempat mengalami penurunan 3 persen, meski akhirnya Kembali mengalami peningkatan.
Sebelumnya, Tesla menghentikan izin bermain video game melalui layar kendaraan saat mobil dalam keadaan bergerak sesuai arahan NHTSA.
Langkah ini diambil setelah NHTSA melakukan pengumuman terkait penyelidikan keamanan formal pada 580 ribu kendaraan Tesla yang dijual sejak 2017.
“Fungsionalitas ini disebut sebagai Passenger Play. Fitur ini dapat mengalihkan perhatian pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan ketika berkendara,” kata NHTSA melalui keterangan resminya.
Melalui keterangan resmi Tesla kepada NHTSA, mobil ramah lingkungan ini menegaskan, pihaknya telah mengunci perangkat lunak serta fitur Passenger Play.
“Hal ini akan membuat fitur tak dapat dimainkan apabila kendaraan bergerak. NHTSA terus-menerus menilai bagaimana produsen mengidentifikasi dan melindungi terhadap bahaya gangguan yang mungkin timbul karena kesalahan, penyalahgunaan, atau penggunaan teknologi kenyamanan yang dimaksudkan, termasuk layar infotainment," kata juru bicara NHTSA.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna