PEVS 2026 Akan Digelar Pekan Depan, Ada 9 Merek Mobil Listrik
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
Meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara, Tesla recall 475 ribu Model 3 dan Model S secara global
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Mengatasi masalah kamera spion dan bagasi karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, Tesla recall 475 ribu Model 3 dan Model S secara global.
Seperti dilansir Reuters, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menegaskan, model yang masuk daftar recall merupakan produksi tahun 2014 hingga 2021. Dari total kendaraan yang harus ditarik, 200 ribu mobil Tesla berada di China.
Khusus Model 3, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat ini menarik 356.309 unit produksi 2017 hingga 2020 karena masalah kamera spion. Sedangkan 119.009 kendaraan Model S harus ditarik karena masalah kap depan.
Dari penarikan tersebut, regulator di China menyebut, 19.697 kendaraan meliputi Model S impor, 35.836 Model 3 impor dan 144.208 Model 3 buatan pabrik Tiongkok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Tesla.
“Untuk sedan Model 3, kabel kamera spion mungkin rusak karena pemilik membuka dan menutup bagasi, sehingga gambar tidak dapat ditampilkan," kata NHTSA.
Selain itu, Tesla mengidentifikasi 2.301 kendaraan melakukan klaim garansi dan 601 laporan diantaranya mengalami masalah ini.
Khusus kendaraan Model S, masalah kait dapat menyebabkan bagasi depan secara tiba-tiba terbuka. Hal ini sangat berbahaya karena mengganggu visibilitas.
Meski demikian, Tesla menegaskan, pihaknya masih belum mengetahui adanya kecelakaan, cedera, atau kematian terkait masalah ini.
Karena recall yang dilakukan, saham Tesla sempat mengalami penurunan 3 persen, meski akhirnya Kembali mengalami peningkatan.
Sebelumnya, Tesla menghentikan izin bermain video game melalui layar kendaraan saat mobil dalam keadaan bergerak sesuai arahan NHTSA.
Langkah ini diambil setelah NHTSA melakukan pengumuman terkait penyelidikan keamanan formal pada 580 ribu kendaraan Tesla yang dijual sejak 2017.
“Fungsionalitas ini disebut sebagai Passenger Play. Fitur ini dapat mengalihkan perhatian pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan ketika berkendara,” kata NHTSA melalui keterangan resminya.
Melalui keterangan resmi Tesla kepada NHTSA, mobil ramah lingkungan ini menegaskan, pihaknya telah mengunci perangkat lunak serta fitur Passenger Play.
“Hal ini akan membuat fitur tak dapat dimainkan apabila kendaraan bergerak. NHTSA terus-menerus menilai bagaimana produsen mengidentifikasi dan melindungi terhadap bahaya gangguan yang mungkin timbul karena kesalahan, penyalahgunaan, atau penggunaan teknologi kenyamanan yang dimaksudkan, termasuk layar infotainment," kata juru bicara NHTSA.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Terkini
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain