Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara, Tesla recall 475 ribu Model 3 dan Model S secara global
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Mengatasi masalah kamera spion dan bagasi karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, Tesla recall 475 ribu Model 3 dan Model S secara global.
Seperti dilansir Reuters, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menegaskan, model yang masuk daftar recall merupakan produksi tahun 2014 hingga 2021. Dari total kendaraan yang harus ditarik, 200 ribu mobil Tesla berada di China.
Khusus Model 3, pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat ini menarik 356.309 unit produksi 2017 hingga 2020 karena masalah kamera spion. Sedangkan 119.009 kendaraan Model S harus ditarik karena masalah kap depan.
Dari penarikan tersebut, regulator di China menyebut, 19.697 kendaraan meliputi Model S impor, 35.836 Model 3 impor dan 144.208 Model 3 buatan pabrik Tiongkok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Tesla.
“Untuk sedan Model 3, kabel kamera spion mungkin rusak karena pemilik membuka dan menutup bagasi, sehingga gambar tidak dapat ditampilkan," kata NHTSA.
Selain itu, Tesla mengidentifikasi 2.301 kendaraan melakukan klaim garansi dan 601 laporan diantaranya mengalami masalah ini.
Khusus kendaraan Model S, masalah kait dapat menyebabkan bagasi depan secara tiba-tiba terbuka. Hal ini sangat berbahaya karena mengganggu visibilitas.
Meski demikian, Tesla menegaskan, pihaknya masih belum mengetahui adanya kecelakaan, cedera, atau kematian terkait masalah ini.
Karena recall yang dilakukan, saham Tesla sempat mengalami penurunan 3 persen, meski akhirnya Kembali mengalami peningkatan.
Sebelumnya, Tesla menghentikan izin bermain video game melalui layar kendaraan saat mobil dalam keadaan bergerak sesuai arahan NHTSA.
Langkah ini diambil setelah NHTSA melakukan pengumuman terkait penyelidikan keamanan formal pada 580 ribu kendaraan Tesla yang dijual sejak 2017.
“Fungsionalitas ini disebut sebagai Passenger Play. Fitur ini dapat mengalihkan perhatian pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan ketika berkendara,” kata NHTSA melalui keterangan resminya.
Melalui keterangan resmi Tesla kepada NHTSA, mobil ramah lingkungan ini menegaskan, pihaknya telah mengunci perangkat lunak serta fitur Passenger Play.
“Hal ini akan membuat fitur tak dapat dimainkan apabila kendaraan bergerak. NHTSA terus-menerus menilai bagaimana produsen mengidentifikasi dan melindungi terhadap bahaya gangguan yang mungkin timbul karena kesalahan, penyalahgunaan, atau penggunaan teknologi kenyamanan yang dimaksudkan, termasuk layar infotainment," kata juru bicara NHTSA.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Penjualan BYD berhasil alami peningkatan 7,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian mereka di 2024
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan dengan persyaratan tertentu, simak informasi SIM keliling Jakarta hari ini
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ketika ingin mengurus dokumen berkendara, masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta 2 Januari 2026 menjadi pembatasan kendaraan pertama yang dilakukan Polda Metro Jaya
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi