Produksi Tesla Model S dan X Disetop, Elon Musk Pilih Bikin Robot
01 Februari 2026, 09:00 WIB
Tesla Model 3 facelift dikabarkan akan mulai produksi tahun depan. Karena pengurangan komponen harganya diprediksi lebih murah.
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Tesla dikabarkan tengah mengembangkan versi facelift dari salah satu mobil listriknya, Model 3. Hal ini dilakukan untuk memotong biaya produksi dan lebih menonjolkan lagi kelebihan dari sedan listrik tersebut.
Salah satu fokus dalam proses penyegaran ini bertujuan untuk mengurangi jumlah komponen dan kompleksitas interior Model 3, serta berfokus pada fitur-fitur yang dapat menarik konsumen Tesla.
Perubahan lainnya juga akan dilakukan pada beberapa bagian eksterior dan performa mesin. Tesla Model 3 facelift ini kabarnya akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2023 di pabrik Tesla di Shanghai.
Dikutip dari Reuters Model 3 yang menjadi mobil listrik termurah Tesla dijual dengan harga mulai dari 47000 USD di Amerika Serikat. Model tersebut menjadi yang terlaris. Namun penjualannya dikalahkan dengan Model Y crossover.
Ed Kim, Presiden AutoPacific Group mengatakan bahwa Model 3 yang ada saat ini telah dikembangkan dari varian sebelumnya yang meluncur pertama kali di tahun 2017. Ada penambahan performa baterai, informasi dan opsi entertainment melalui software, walaupun tidak mengubah tampilan.
Melihat hal tersebut, Ed menyimpulkan bahwa konsumen masih cenderung melihat tingkat kebaruan kendaraan dari perubahan visual atau tampilan. Maka, ubahan tampilan atau desain menjadi salah satu faktor penting untuk menarik konsumen.
“Perubahan yang dapat dilihat dan dirasakan oleh calon konsumen menjadi faktor penting untuk memastikan, bahwa konsumen EV (electric vehicle) masih mengingat Tesla sebagai opsi utama, karena alternatif bagus untuk Tesla mulai membanjiri pasar,” ucap Kim seperti dikutip Reuters, Kamis (1/12).
Untuk diketahui, pasaran kendaraan listrik menjadi sangat menantang untuk Tesla di China. Perusahaan milik Elon Musk ini harus menurunkan harga Model 3 sebanyak 9 persen agar bisa bersaing dengan rival kendaraan listrik yang kompetitif di negara tersebut.
Kemudian pada 10 bulan pertama tahun 2022, pembeli yang memilih Model 3 di China lebih sedikit 9 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara pabrikan lain seperti BYD, menjual lebih banyak dari Model 3 dengan produk EVnya, Qin dan Han.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Februari 2026, 09:00 WIB
30 Januari 2026, 10:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara
16 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung