iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Faktor keselamatan, Tesla tak izinkan pengemudi dan penumpang bermain game di dalam mobil yang sedang berjalan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi salah satu produsen kendaraan listrik yang banyak menarik perhatian konsumen secara global, Tesla terus melakukan inovasi terbaru.
Tak hanya dari sisi model terbaru, pabrikan mobil asal Amerika Serikat ini juga mengembangkan beragam fitur canggih, sehingga pengemudi dan penumpang mendapatkan kenyamanan saat berkendara, salah satunya sistem Autopilot.
Sejalan dengan sistem ini, pabrikan juga memberikan izin kepada penumpang untuk melakukan permainan game melalui layar setuh tengah ketika kendaraan sedang berjalan.
Namun karena alasan keselamatan, Tesla akhirnya menghentikan izin bermain video game melalui layar kendaraan saat mobil dalam keadaan bergerak. Hal tersebut disampaikan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) US, seperti dilansir New York Post, Senin (27/12/2021).
Langkah ini diambil setelah NHTSA melakukan pengumuman terkait penyelidikan keamanan formal pada 580 ribu kendaraan Tesla yang dijual sejak 2017.
“Fungsionalitas ini disebut sebagai Passenger Play. Fitur ini dapat mengalihkan perhatian pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan ketika berkendara,” kata NHTSA melalui keterangan resminya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Tesla mengubah perangkat lunak miliknya dan melakukan pembaruan. Melalui keterangan resmi kepada NHTSA, mobil ramah lingkungan ini menegaskan, pihaknya saat ini telah mengunci perangkat lunak serta fitur Passenger Play.
“Hal ini akan membuat fitur tak dapat dimainkan apabila kendaraan bergerak. NHTSA terus-menerus menilai bagaimana produsen mengidentifikasi dan melindungi terhadap bahaya gangguan yang mungkin timbul karena kesalahan, penyalahgunaan, atau penggunaan teknologi kenyamanan yang dimaksudkan, termasuk layar infotainment," kata juru bicara NHTSA.
Beberapa aktivis keselamatan juga menegaskan, pihaknya sangat prihatin dengan cara pengemudi yang abai saat berkendara dengan mode semi-otonom atau yang lebih dikenal sebagai Autopilot.
Meningkatnya angka kecelakaan saat berkendara dengan Tesla kemungkinan besar dipenngaruhi aplikasi permainan yang terhubung dengan telepon pintar milik penumpang.
Ini menjadi salah satu penyebab kecelakaan fatal mobil Tesla yang beroperasi dengan sistem Autopilot di California pada 2018, menurut laporan National Transportation Safety
Selain itu, NHTSA juga membuka penyelidikan keselamatan pada 765 ribu kendaraan Tesla yang menggunakan sistem Autopilot. Hal ini dilakukan setelah serangkaian kecelakaan yang melibatkan sistem dan kendaraan darurat parkir diaktifkan pengemudi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat