UFilm Resmi Jadi Kaca Film OEM Mobil Listrik Jaecoo J5
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Faktor keselamatan, Tesla tak izinkan pengemudi dan penumpang bermain game di dalam mobil yang sedang berjalan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi salah satu produsen kendaraan listrik yang banyak menarik perhatian konsumen secara global, Tesla terus melakukan inovasi terbaru.
Tak hanya dari sisi model terbaru, pabrikan mobil asal Amerika Serikat ini juga mengembangkan beragam fitur canggih, sehingga pengemudi dan penumpang mendapatkan kenyamanan saat berkendara, salah satunya sistem Autopilot.
Sejalan dengan sistem ini, pabrikan juga memberikan izin kepada penumpang untuk melakukan permainan game melalui layar setuh tengah ketika kendaraan sedang berjalan.
Namun karena alasan keselamatan, Tesla akhirnya menghentikan izin bermain video game melalui layar kendaraan saat mobil dalam keadaan bergerak. Hal tersebut disampaikan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) US, seperti dilansir New York Post, Senin (27/12/2021).
Langkah ini diambil setelah NHTSA melakukan pengumuman terkait penyelidikan keamanan formal pada 580 ribu kendaraan Tesla yang dijual sejak 2017.
“Fungsionalitas ini disebut sebagai Passenger Play. Fitur ini dapat mengalihkan perhatian pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan ketika berkendara,” kata NHTSA melalui keterangan resminya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Tesla mengubah perangkat lunak miliknya dan melakukan pembaruan. Melalui keterangan resmi kepada NHTSA, mobil ramah lingkungan ini menegaskan, pihaknya saat ini telah mengunci perangkat lunak serta fitur Passenger Play.
“Hal ini akan membuat fitur tak dapat dimainkan apabila kendaraan bergerak. NHTSA terus-menerus menilai bagaimana produsen mengidentifikasi dan melindungi terhadap bahaya gangguan yang mungkin timbul karena kesalahan, penyalahgunaan, atau penggunaan teknologi kenyamanan yang dimaksudkan, termasuk layar infotainment," kata juru bicara NHTSA.
Beberapa aktivis keselamatan juga menegaskan, pihaknya sangat prihatin dengan cara pengemudi yang abai saat berkendara dengan mode semi-otonom atau yang lebih dikenal sebagai Autopilot.
Meningkatnya angka kecelakaan saat berkendara dengan Tesla kemungkinan besar dipenngaruhi aplikasi permainan yang terhubung dengan telepon pintar milik penumpang.
Ini menjadi salah satu penyebab kecelakaan fatal mobil Tesla yang beroperasi dengan sistem Autopilot di California pada 2018, menurut laporan National Transportation Safety
Selain itu, NHTSA juga membuka penyelidikan keselamatan pada 765 ribu kendaraan Tesla yang menggunakan sistem Autopilot. Hal ini dilakukan setelah serangkaian kecelakaan yang melibatkan sistem dan kendaraan darurat parkir diaktifkan pengemudi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026