Target Penjualan Mitsubishi di GJAW 2024 Minimal 1.500 Unit

Mitsubishi optimis menetapkan target penjualan lebih dari dua kali lipat dari ajang GJAW tahun lalu

Target Penjualan Mitsubishi di GJAW 2024 Minimal 1.500 Unit
Denny Basudewa

KatadataOTO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memasang target penjualan cukup tinggi di ajang GJAW 2024. Setidaknya angka yang disebutkan lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu.

Penyelenggaraan GJAW 2024 bertempat di ICE BSD City. Berbeda dari sebelum dengan memanfaatkan JCC (Jakarta Convention Center) Senayan.

GJAW 2024 sendiri diharapkan bisa mendongkrak penjualan kendaraan bermotor terkhusus mobil. Terlebih pameran diselenggarakan pada penghujung tahun.

“Sebagai perbandingan sebelumnya kami mencatat penjualan sekitar 600 unit. Meskipun pasar otomotif sedang mengalami penurunan, kami optimis dapat menggandakan angka tersebut,” kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI di ICE BSD City (25/11).

Mitsubishi
Photo : Istimewa

Lebih lanjut ia mengatakan mengandalkan seluruh produk andalan, MMKSI percaya diri bisa meraih hasil positif. Bahkan dirinya menyebut angka minimal 1.500 unit ludes terpesan selama acara.

Sebagai informasi bahwa Mitsubishi berhasil membukukan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) sebanyak 3.353 unit. Xpander dan Xpander Cross dikatakan berhasil mendominasi hingga 45 persen.

Sedangkan Mitsubishi XForce diklaim memberikan kontribusi sampai 30 persen dari total pemesanan. Sisanya adalah model-model lain dari MMKSI termasuk Pajero Sport.

MMKSI sendiri baru saja menambahkan varian baru XForce yang dilengkapi fitur baru. Adalah Mitsubishi XForce Ultimate DS (Diamond Sense) dan menjadi versi tertinggi dari SUV anyar mereka.

Unit tersebut mendapat sejumlah sentuhan pada eksterior meliputi warna eksterior Two-Tone, Rear Spoiler dan Fashionable Roof Rail.

Bagian paling menarik adalah fitur keamanan yang makin lengkap. Selain adanya enam Airbags, disematkan Mono Camera, Sensor Radar depan maupun belakang hingga Ultrasonic Parking Sensor.

Mitsubishi
Photo : Istimewa

Adapun berbagai fitur keselamatan dalam teknologi bernama Diamond Sense meliputi Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow, Automatic High Beam (AHB), Forward Collision Mitigation (FCM), Lead Car Departure Notification System (LCDN), Blind Spot Warning (BSW) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA).

Masih ada Auto Rain Sensor dan Rear Camera yang turut mendukung pengendara. Lalu tetap dipertahankan 4 mode berkendara dan Active Yaw Control (AYC) seperti varian terdahulu.

Harga Mitsubishi XForce Ultimate DS Rp 422,9 juta On The Road Jakarta.


Terkini

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif

news
Sim keliling bandung

Catat Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung di Awal April 2026

Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Syarat dan Biaya SIM Keliling Jakarta Hari Ini Rabu 1 April 2026

Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku

mobil
Chery QQ3 EV

Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan

Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan

mobil
Mobil listrik

Harga Naik, Penjualan Mobil Listrik CKD Terancam Stagnan

Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan