Tanpa Diskon PPnBM, Penjualan Mobil 2025 Bisa Turun Lagi

Pengamat menilai perlu ada pemberian diskon PPnBM dari pemerintah untuk mendongkrak penjualan mobil nasional

Tanpa Diskon PPnBM, Penjualan Mobil 2025 Bisa Turun Lagi
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil sepanjang 2024 secara keseluruhan mengalami penurunan dari 2023. Perolehannya adalah 865.723 unit, turun dari sebelumnya di 1.005.802 unit.

Tahun ini tantangan baru dihadapi seperti kenaikan PPN jadi 12 persen. Pengamat otomotif menilai bahwa perlu ada keringanan diberikan oleh pemerintah apabila ingin mendongkrak kembali penjualan mobil secara nasional.

Salah satunya adalah lewat pemberian diskon PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) yang dibebankan ke mobil baru.

“Ini simulasi kita kalau mau memberikan insentif, bahkan sampai PPnBM-nya nol persen. Pasar akan berkembang mungkin sampai 16 persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat) dikutip dari Antara, Rabu (15/1).

Astra Auto Fest 2024 Resmi Dibuka, Stimulus Penjualan Mobil
Photo : KatadataOTO

Berdasarkan perhitungannya, insentif PPnBM dapat menambah penjualan mobil sampai 160.428 unit. Sedangkan diskon pajak lima persen bisa menyumbang perolehan ekstra 106.952 unit.

Apabila diskon diberikan sebesar 7,5 persen maka harga mobil berpeluang turun 5,3 persen dan mendongkrak penjualan 80.214 unit.

Selain itu pemberian insentif akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi, kemudian tambahan tenaga kerja di bidang otomotif dengan jumlah 7.740 orang-23.221 orang.

Selain PPN 12 persen, Riyanto menyorot adanya pungutan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).

Dia menegaskan bahwa opsen berdampak negatif pada industri otomotif, membuat total pajak mobil naik 48,9 persen dan harga mobil baru melejit 6,2 persen.

Mazda Nilai Penjualan Mobil Masih Akan Merangkak Tahun Depan
Photo : KatadataOTO

Sehingga dengan berbagai kebijakan tersebut, penjualan mobil nasional di 2025 diprediksi akan mengalami penurunan 9,3 persen menjadi hanya sekitar 780 ribu unit.

Sebagai informasi, ada berbagai faktor jadi penghambat penjualan mobil di 2024 misalnya pemilu (pemilihan umum). Rangkaian agenda politik yang terjadi membuat banyak konsumen cenderung menunda pembelian.

Gejolak ekonomi dunia seperti naiknya suku bunga acuan yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia) juga turut berperan memperlambat penjualan mobil.


Terkini

mobil
Daihatsu

Peminat Mobil Daihatsu Bertumbuh 9,1 Persen saat Pasar Lesu

Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026

mobil
Hyundai

Hyundai dan Shell Kembali Berkolaborasi Layani Konsumen

Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan

review
Toyota Lan Cruiser

Toyota Land Cruiser 300 HEV, Test di Medan Mini Dakar

KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir

mobil
Industri komponen

EV Menjamur, Nyawa Industri Komponen Masih 20 Tahun Lagi

Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama

news
Ganjil Genap Jakarta

Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 21 September 2026 Kembali Dimulai

Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 21 September

SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya

news
SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung 21 September, Beroperasi Sejak Pagi

SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat

news
Polytron

Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air

Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia