Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Pengamat menilai perlu ada pemberian diskon PPnBM dari pemerintah untuk mendongkrak penjualan mobil nasional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil sepanjang 2024 secara keseluruhan mengalami penurunan dari 2023. Perolehannya adalah 865.723 unit, turun dari sebelumnya di 1.005.802 unit.
Tahun ini tantangan baru dihadapi seperti kenaikan PPN jadi 12 persen. Pengamat otomotif menilai bahwa perlu ada keringanan diberikan oleh pemerintah apabila ingin mendongkrak kembali penjualan mobil secara nasional.
Salah satunya adalah lewat pemberian diskon PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) yang dibebankan ke mobil baru.
“Ini simulasi kita kalau mau memberikan insentif, bahkan sampai PPnBM-nya nol persen. Pasar akan berkembang mungkin sampai 16 persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat) dikutip dari Antara, Rabu (15/1).
Berdasarkan perhitungannya, insentif PPnBM dapat menambah penjualan mobil sampai 160.428 unit. Sedangkan diskon pajak lima persen bisa menyumbang perolehan ekstra 106.952 unit.
Apabila diskon diberikan sebesar 7,5 persen maka harga mobil berpeluang turun 5,3 persen dan mendongkrak penjualan 80.214 unit.
Selain itu pemberian insentif akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi, kemudian tambahan tenaga kerja di bidang otomotif dengan jumlah 7.740 orang-23.221 orang.
Selain PPN 12 persen, Riyanto menyorot adanya pungutan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Dia menegaskan bahwa opsen berdampak negatif pada industri otomotif, membuat total pajak mobil naik 48,9 persen dan harga mobil baru melejit 6,2 persen.
Sehingga dengan berbagai kebijakan tersebut, penjualan mobil nasional di 2025 diprediksi akan mengalami penurunan 9,3 persen menjadi hanya sekitar 780 ribu unit.
Sebagai informasi, ada berbagai faktor jadi penghambat penjualan mobil di 2024 misalnya pemilu (pemilihan umum). Rangkaian agenda politik yang terjadi membuat banyak konsumen cenderung menunda pembelian.
Gejolak ekonomi dunia seperti naiknya suku bunga acuan yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia) juga turut berperan memperlambat penjualan mobil.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang