Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
Pengamat menilai perlu ada pemberian diskon PPnBM dari pemerintah untuk mendongkrak penjualan mobil nasional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) mobil sepanjang 2024 secara keseluruhan mengalami penurunan dari 2023. Perolehannya adalah 865.723 unit, turun dari sebelumnya di 1.005.802 unit.
Tahun ini tantangan baru dihadapi seperti kenaikan PPN jadi 12 persen. Pengamat otomotif menilai bahwa perlu ada keringanan diberikan oleh pemerintah apabila ingin mendongkrak kembali penjualan mobil secara nasional.
Salah satunya adalah lewat pemberian diskon PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) yang dibebankan ke mobil baru.
“Ini simulasi kita kalau mau memberikan insentif, bahkan sampai PPnBM-nya nol persen. Pasar akan berkembang mungkin sampai 16 persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat) dikutip dari Antara, Rabu (15/1).
Berdasarkan perhitungannya, insentif PPnBM dapat menambah penjualan mobil sampai 160.428 unit. Sedangkan diskon pajak lima persen bisa menyumbang perolehan ekstra 106.952 unit.
Apabila diskon diberikan sebesar 7,5 persen maka harga mobil berpeluang turun 5,3 persen dan mendongkrak penjualan 80.214 unit.
Selain itu pemberian insentif akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi, kemudian tambahan tenaga kerja di bidang otomotif dengan jumlah 7.740 orang-23.221 orang.
Selain PPN 12 persen, Riyanto menyorot adanya pungutan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Dia menegaskan bahwa opsen berdampak negatif pada industri otomotif, membuat total pajak mobil naik 48,9 persen dan harga mobil baru melejit 6,2 persen.
Sehingga dengan berbagai kebijakan tersebut, penjualan mobil nasional di 2025 diprediksi akan mengalami penurunan 9,3 persen menjadi hanya sekitar 780 ribu unit.
Sebagai informasi, ada berbagai faktor jadi penghambat penjualan mobil di 2024 misalnya pemilu (pemilihan umum). Rangkaian agenda politik yang terjadi membuat banyak konsumen cenderung menunda pembelian.
Gejolak ekonomi dunia seperti naiknya suku bunga acuan yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia) juga turut berperan memperlambat penjualan mobil.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia