Permintaan Mobil Listrik Diprediksi Meningkat Dampak Perang Iran
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Harga kendaraan bermotor berpeluang naik imbas PPN 12 persen, tetapi mobil listrk dan hybrid dapat insentif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kenaikan PPN 12 persen dari 11 persen dipastikan berlaku hari ini, Rabu (1/1). Hal tersebut sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto setelah rapat tutup tahun di Kantor Kementerian Keuangan.
Presiden menegaskan bahwa kenaikan pajak dikhususkan pada barang dan jasa mewah sesuai amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
“Kesepakatan pemerintah RI dengan DPR di 2021, kenaikan tarif dilakukan bertahap. Dari 10 persen, 11 persen April 2022 ini sudah dilaksanakan, kemudian perintah UU 11 persen ke 12 persen pada 1 Januari 2025,” kata Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (30/12).
Bersamaan dengan itu telah disiapkan paket stimulus untuk sejumlah sektor, termasuk insentif mobil listrik dan hybrid.
Kenaikan bertahap hingga mencapai PPN 12 persen bermaksud agar tidak ada dampak signifikan terjadi terhadap daya beli masyarakat, inflasi serta pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut Kementerian Keuangan menjabarkan insentif digelontorkan pemerintah adalah sebesar Rp 265,6 triliun, disalurkan ke masyarakat lewat paket stimulus.
Ini mencakup PPN DTP mobil listrik, PPnBM DTP atas EV (Electric Vehicle) roda empat tertentu secara utuh (CBU/Completely Built Up), penyerahan EV roda empat tertentu CKD (Completely Knocked Down/dirakit lokal), pembebasan bea masuk EV CBU dan PPnBM DTP kendaraan bermotor hybrid.
Menyusul pemberlakuan PPN 12 persen, dampaknya akan mulai dirasakan dalam waktu dekat. Seperti telah disampaikan sejumlah manufaktur beberapa waktu lalu, harga OTR (On The Road) mobil hampir dipastikan mengalami kenaikan.
Khusus mobil listrik dan hybrid yang telah memenuhi persyaratan tidak akan terpengaruh. Perlu diketahui, kebijakan insentif mobil listrik CKD 10 persen yang berlaku di 2024 masih dilanjutkan tahun ini.
Guna mendongkrak penjualan kendaraan ramah lingkungan, di 2025 juga berlaku PPnBM DTP sebesar tiga persen untuk mobil hybrid.
Menjadi angin segar bagi sejumlah pabrikan yang gencar memasarkan mobil hybrid seperti Toyota. Manufaktur Jepang itu bahkan memastikan lini hybrid didaftarkan buat terima insentif dipastikan bakal turun harga.
“Harus turun (harga mobil hybrid Toyota). Sama seperti komitmen kita di PPnBM sebelumnya, setiap ada subsidi dari pemerintah kita transparan dan langsung di-translate ke harga,” tegas Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Maret 2026, 20:07 WIB
24 Maret 2026, 07:45 WIB
20 Maret 2026, 13:31 WIB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
14 Maret 2026, 21:00 WIB
Terkini
27 Maret 2026, 11:00 WIB
One way lokal di tol Trans Jawa mulai dilaksanakan guna kurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi sejak pagi
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Permintaan fleet untuk kendaraan niaga jadi salah satu faktor pendorong penjualan mobil di Februari 2026
27 Maret 2026, 07:31 WIB
Salah satu yang dilakukan Veda Ega Pratama adalah dengan bermain game MotoGP demi mengenali karakteristik COTA
27 Maret 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih melayani permohonan perpanjangan masa berlaku SIM
27 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan saat akhir pekan untuk atasi kemacetan lalu lintas
27 Maret 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dioperasikan demi melayani masyarakat di Kota Kembang
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Meningkatnya harga BBM karena perang Iran, mendorong masyarakat beralih menggunakan mobil listrik saat ini
26 Maret 2026, 17:00 WIB
Mitsubishi Xpander Hybrid facelift resmi meluncur di Thailand dengan beragam ubahan dari sisi teknologi dan fitur