Toyota-Subaru Daftarkan Paten Transmisi Manual Mobil Listrik
02 Februari 2026, 15:00 WIB
Per 2024 Subaru setop produksi di Thailand, penjualan merosot dan diprediksi kurang dari 1.000 unit tahun ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Subaru memutuskan untuk menghentikan produksi mobil merekaThailand mulai Desember 2024. Diberitakan Thai Auto News, per 2025 Subaru hanya punya satu pabrik perakitan di luar Jepang yakni di Amerika Serikat.
Di Malaysia, Subaru setop produksi juga. Saat ini fasilitasnya digunakan buat memproduksi kendaraan milik Nissan dan Renault.
Untuk diketahui pabrik Tanchong Subaru Automotive Thailand Co Ltd berada di kawasan industri Lad Krabang, joint venture antara TCIL atau Tan Chong International Limited dan Subaru Corporation.
Ditempatkan di area seluas 100.000 m2, investasi digelontorkan mencapai 135,9 jutaan USD, setara Rp 2,20 miliar dalam kurs rupiah. Pabrik itu memiliki kapasitas produksi 100.000 unit per tahun dan ditargetkan Subaru merakit 6.000 unit setiap tahun.
Namun di luar rencana, penjualan Subaru di Thailand terus menurun. Sempat mencapai angka 3.952 unit di 2019, angkanya diprediksi turun bahkan di bawah 10.000 unit sepanjang 2024.
Ditambah lagi perusahaan induknya yakni Tan Chong Motor Holdings Bhd juga tengah dalam kondisi finansial tidak baik karena mengalami kerugian dalam waktu empat tahun berturut-turut.
Total kerugiannya disebut mencapai 129 juta RM (Rp 444,79 jutaan dalam kurs rupiah). Akibat beragam kendala tersebut TCIL akhirnya memutuskan untuk berhenti produksi per akhir 2024.
Sureethip La-Ongthong Chomthongdee, General Manager TC Subaru Co Ltd mengklaim keputusan setop produksi diambil karena perubahan situasi bisnis saat ini.
“Kita masih ada unit rakitan lokal untuk dijual dan setelah habis baru kita akan mulai impor,” kata dia.
Pihak Subaru menegaskan seluruh pelanggan Subaru tidak perlu khawatir. Karena hal ini tidak mempengaruhi rangkaian layanan purna jual, servis serta ketersediaan spare parts.
Sumber lain mengatakan harga unit dijual tidak sesuai, menjadi salah satu alasan Subaru kemudian setop produksi lokal. Sebelumnya model yang dirakit di Thailand adalah Forester.
Sehingga per 2024, Subaru Forester yang dihadirkan ke pasar Thailand nantinya berstatus CBU (Completely Built Up) atau impor utuh dari Jepang.
“Subaru tetap melayani konsumen seperti biasa, bedanya kami tidak punya fasilitas perakitan lokal dan kembali ke gaya bisnis terdahulu yaitu impor kendaraan,” tegas Sureethip.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 15:00 WIB
24 November 2025, 13:00 WIB
02 Agustus 2025, 18:00 WIB
29 Juli 2025, 21:00 WIB
25 Juli 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026