Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Stellantis merilis baterai mobil listrik yang dirancang lebih tipis dan efisien sehingga bisa menguntungkan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Stellantis menggandeng Saft untuk menghadirkan baterai mobil listrik yang revolusioner. Penyimpan daya kendaraan listrik tersebut dibuat lebih inovatif sehingga pada akhirnya menguntungkan konsumen.
Kolaborasi keduanya menghadirkan baterai mobil listrik terintegrasi dengan sistem pengisian ulang dan inverter model baru. Hasil kreasinya membuat sumber daya lebih efisien, bisa diandalkan dan murah tentunya.
Selama ini mobil ramah lingkungan tersebut selalu dihadapkan kekhawatiran seperti kemampuan, harga dan daya tahan baterainya. Adanya teknologi di atas tentunya merupakan salah satu jawaban dari kebutuhan masyarakat.
Baterai mobil listrik yang dirancang oleh Stellantis dan Saft masih mengandalkan bahan dasar lithium-ion. Namun seperti disebutkan sebelumnya sistemnya sangat terintegrasi dan pintar.
Dikatakan bahwa mereka melakukan penelitian selama empat tahun lamanya hingga percaya diri menampilkannya pada khalayak ramai. Battery Integrated System (IBIS) kini sudah mulai dipamerkan ke publik.
Salah satu kebanggaan induk dari merek Peugeot, Citroen dan masih banyak lagi sistem baterai pintar. Dengan kontrol IBIS arus listrik bisa dibuat bolak-balik ke motor penggerak.
Sistem tersebut tidak memerlukan inverter dan pengisi daya onboard bisa dihilangkan. Walhasil ruang kabin bisa dibuat lebih lapang dan bobot kendaraan lebih ringan.
Teknologi di atas diklaim membuat proses pembuatan baterai lebih sederhana dan pada akhirnya memangkas biaya. Paling menarik adalah pemanfaatan lainnya sebagai stasioner, generator hingga power bank.
"Perjalanan kami menuju elektrifikasi didorong oleh inovasi dan keunggulan penelitian yang menggunakan teknologi terbaru. Kebutuhan nyata pelanggan EV kami bisa dipenuhi melalui inovasi ini,” kata Ned Curic, Chief Engineering & Technology Officer Stellantis seperti dikutip Carscoops.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Stellantis merupakan komitmen untuk menghadirkan teknologi nan bermanfaat, mudah dan terkini bagi semua orang.
Meskipun disebutkan sebagai teknologi revolusioner, namun inovasi IBIS baru diproduksi pada akhir dekade ini. Sehingga konsumen paling tidak bisa menikmatinya pada 2040.
Stellantis belakangan tengah melakukan serangkaian uji coba dan membangun kendaraan prototipe dan bisa berfungsi penuh. Mereka juga melakukan pengujian di jalan-jalan umum dan bukan tidak mungkin tertangkap kamera paparazzi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota