10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Toyota memiliki teknologi hybrid yang bisa diandalkan di seluruh produk mereka, termasuk Veloz terkini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Fenomena lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus terjadi belakangan ini kian menghimpit dompet para pemilik kendaraan.
Di tengah tekanan biaya operasional harian yang membengkak, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mobilitas yang bersih dan ramah lingkungan juga semakin meningkat.
Lantas, bagaimana caranya agar kita tetap bisa bermobilitas secara leluasa tanpa perlu dihantui rasa waswas melihat meteran bensin yang cepat surut? Solusi ini sudah ada di depan mata, bahkan sejak lama.
Jawabannya ada pada teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV). Di tengah keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian daya (charging station) kendaraan listrik berbasis baterai yang belum merata di Indonesia, mobil hybrid hadir sebagai solusi realistis.
Teknologi ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibanding mobil konvensional, sekaligus menekan emisi gas buang tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara harian penggunanya.
Sebagai pionir teknologi elektrifikasi yang telah menghadirkan Toyota Prius sejak 2009 di pasar lokal, Toyota mengusung pendekatan Series-Parallel Hybrid System.
Rangkaian cerdas ini mengombinasikan dua sumber tenaga sekaligus, yakni mesin bensin (internal combustion engine) berteknologi Atkinson Cycle dan motor listrik berukuran kompak yang disokong baterai canggih.
Sistem yang dikendalikan oleh Toyota Hybrid System (THS) ini bekerja secara otomatis, halus, dan tanpa jeda melalui komponen Power Split Device (PSD).
Pengemudi tidak perlu repot melakukan intervensi tombol atau mencari colokan listrik, karena sistem THS secara mandiri mengatur efisiensi daya terbaik dalam berbagai skenario perjalanan:
Ketika berada di kemacetan kota atau lampu merah, mesin bensin akan mati secara otomatis. Mobil digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik (EV Mode) yang hening dan zero emission, sehingga mampu menghemat konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Saat mobil membutuhkan dorongan ekstra untuk menyalip atau melibas tanjakan, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersama menyalurkan tenaga yang responsif dengan torsi berlimpah.
Ketika melaju stabil di jalan tol, tenaga dari mesin bensin dan motor listrik dibagi secara efisien. Menariknya, saat pengemudi mengerem, fitur Energy Regenerative Brake System akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai secara otomatis.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
Terkini
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Freelander, submerek SUV premium dari Chery Group akan hadir sebagai merek independen di Indonesia pada 2027
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas agar perjalanan warga tidak terganggu selama demo hari ini
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kiandra Ramadhipa berhasil mengharumkan Indonesia di putaran final FIM Moto3 Junior World Championship 2026,
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Wuling Eksion sebagai SUV 7 seater sudah dibekali fitur-fitur yang bisa menyesuaikan kebiasaan para pengemudi
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026
19 Oktober 2026, 20:56 WIB
AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit