Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Toyota memiliki teknologi hybrid yang bisa diandalkan di seluruh produk mereka, termasuk Veloz terkini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Fenomena lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus terjadi belakangan ini kian menghimpit dompet para pemilik kendaraan.
Di tengah tekanan biaya operasional harian yang membengkak, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mobilitas yang bersih dan ramah lingkungan juga semakin meningkat.
Lantas, bagaimana caranya agar kita tetap bisa bermobilitas secara leluasa tanpa perlu dihantui rasa waswas melihat meteran bensin yang cepat surut? Solusi ini sudah ada di depan mata, bahkan sejak lama.
Jawabannya ada pada teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV). Di tengah keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian daya (charging station) kendaraan listrik berbasis baterai yang belum merata di Indonesia, mobil hybrid hadir sebagai solusi realistis.
Teknologi ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibanding mobil konvensional, sekaligus menekan emisi gas buang tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara harian penggunanya.
Sebagai pionir teknologi elektrifikasi yang telah menghadirkan Toyota Prius sejak 2009 di pasar lokal, Toyota mengusung pendekatan Series-Parallel Hybrid System.
Rangkaian cerdas ini mengombinasikan dua sumber tenaga sekaligus, yakni mesin bensin (internal combustion engine) berteknologi Atkinson Cycle dan motor listrik berukuran kompak yang disokong baterai canggih.
Sistem yang dikendalikan oleh Toyota Hybrid System (THS) ini bekerja secara otomatis, halus, dan tanpa jeda melalui komponen Power Split Device (PSD).
Pengemudi tidak perlu repot melakukan intervensi tombol atau mencari colokan listrik, karena sistem THS secara mandiri mengatur efisiensi daya terbaik dalam berbagai skenario perjalanan:
Ketika berada di kemacetan kota atau lampu merah, mesin bensin akan mati secara otomatis. Mobil digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik (EV Mode) yang hening dan zero emission, sehingga mampu menghemat konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Saat mobil membutuhkan dorongan ekstra untuk menyalip atau melibas tanjakan, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersama menyalurkan tenaga yang responsif dengan torsi berlimpah.
Ketika melaju stabil di jalan tol, tenaga dari mesin bensin dan motor listrik dibagi secara efisien. Menariknya, saat pengemudi mengerem, fitur Energy Regenerative Brake System akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai secara otomatis.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan