Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Gaikindo sudah resmi menurunkan target penjualan mobil di 2024, dari semula satu juta unit menjadi 850 ribu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia masih belum menunjukan akan membaik. Bahkan di September 2024 justru kembali terkoreksi.
Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) hanya ada 72.667 kendaraan roda empat yang dikirim dari pabrik ke diler alias Wholesales.
Jika dibandingkan dengan Agustus 2024 turun sekitar 4,8 persen. Sebab satu bulan sebelumnya mencatatkan 76.304 unit.
Lalu untuk Retail Sales juga tidak jauh berbeda. Di September 2024 berhenti di 72.366 unit saja, anjlok sekitar 5,8 persen dari Agustus yang 76.808 unit.
Melihat hal tersebut Gaikindo buka suara. Mereka mengaku baru saja menurunkan target penjualan mobil di 2024.
“Untuk di 2024 saya targetkan cuma 850 ribu unit saja, turun dari satu juta,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di GIIAS Semarang 2024, Rabu (23/10).
Menurut Nangoi pihaknya sudah berhitung. Ia juga telah berdiskusi dengan beberapa pihak buat mengeluarkan keputusan di atas.
“Perhitungan saya sampai September sudah berapa, tiga bulan ke depan bisa berapa dan perasaan saya di 850 ribu unit saja,” lanjut Nangoi
Nangoi menjelaskan terdapat sejumlah faktor membuat penjualan mobil di Tanah Air anjlok. Pertama adanya agenda politik cukup besar tahun ini.
Membuat masyarakat menahan daya beli terhadap kendaraan. Otomatis sektor otomotif terpukul cukup dalam.
“Jadi orang itu kalau mau membeli mobil takut bila kondisinya tidak stabil,” lanjut Ketua Umum Gaikindo ini.
Kemudian kondisi ekonomi yang masih belum pulih juga turut andil dalam anjloknya penjualan mobil di Tanah Air.
Memang sebelumnya isu target penjualan mobil di Indonesia bakal direvisi sudah beredar sejak beberapa waktu lalu.
Nangoi mengaku tengah berkoordinasi dengan jajarannya buat membahas kembali target telah ditentukan.
“Kami akan coba lihat sebelum (GIIAS) berakhir. Apakah bakal direvisi atau tidak, tapi kemungkinan besar akan revisi,” kata Nangoi.
Patut diketahui, bila diakumulasi penjualan mobil di Indonesia sejak Januari sampai September 2024 berada dalam tren negatif.
Hanya mampu membukukan 633.213 unit saja secara Wholesales. Minus 16,2 persen bila dibandingkan dengan periode serupa di 2023 atau Yoy (Year on Year)
Sebab di tahun lalu mencapai 755.778 unit, dengan begitu merosot cukup besar.
Apalagi Retail Sales turun 11.9 persen dari 746.246 menjadi tersisa 657.223 unit sepanjang Januari-September 2024
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat