BYD Berhasil Mendorong Penjualan Mobil Listrik Nasional
14 Februari 2026, 10:30 WIB
Gaikindo sudah resmi menurunkan target penjualan mobil di 2024, dari semula satu juta unit menjadi 850 ribu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia masih belum menunjukan akan membaik. Bahkan di September 2024 justru kembali terkoreksi.
Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) hanya ada 72.667 kendaraan roda empat yang dikirim dari pabrik ke diler alias Wholesales.
Jika dibandingkan dengan Agustus 2024 turun sekitar 4,8 persen. Sebab satu bulan sebelumnya mencatatkan 76.304 unit.
Lalu untuk Retail Sales juga tidak jauh berbeda. Di September 2024 berhenti di 72.366 unit saja, anjlok sekitar 5,8 persen dari Agustus yang 76.808 unit.
Melihat hal tersebut Gaikindo buka suara. Mereka mengaku baru saja menurunkan target penjualan mobil di 2024.
“Untuk di 2024 saya targetkan cuma 850 ribu unit saja, turun dari satu juta,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di GIIAS Semarang 2024, Rabu (23/10).
Menurut Nangoi pihaknya sudah berhitung. Ia juga telah berdiskusi dengan beberapa pihak buat mengeluarkan keputusan di atas.
“Perhitungan saya sampai September sudah berapa, tiga bulan ke depan bisa berapa dan perasaan saya di 850 ribu unit saja,” lanjut Nangoi
Nangoi menjelaskan terdapat sejumlah faktor membuat penjualan mobil di Tanah Air anjlok. Pertama adanya agenda politik cukup besar tahun ini.
Membuat masyarakat menahan daya beli terhadap kendaraan. Otomatis sektor otomotif terpukul cukup dalam.
“Jadi orang itu kalau mau membeli mobil takut bila kondisinya tidak stabil,” lanjut Ketua Umum Gaikindo ini.
Kemudian kondisi ekonomi yang masih belum pulih juga turut andil dalam anjloknya penjualan mobil di Tanah Air.
Memang sebelumnya isu target penjualan mobil di Indonesia bakal direvisi sudah beredar sejak beberapa waktu lalu.
Nangoi mengaku tengah berkoordinasi dengan jajarannya buat membahas kembali target telah ditentukan.
“Kami akan coba lihat sebelum (GIIAS) berakhir. Apakah bakal direvisi atau tidak, tapi kemungkinan besar akan revisi,” kata Nangoi.
Patut diketahui, bila diakumulasi penjualan mobil di Indonesia sejak Januari sampai September 2024 berada dalam tren negatif.
Hanya mampu membukukan 633.213 unit saja secara Wholesales. Minus 16,2 persen bila dibandingkan dengan periode serupa di 2023 atau Yoy (Year on Year)
Sebab di tahun lalu mencapai 755.778 unit, dengan begitu merosot cukup besar.
Apalagi Retail Sales turun 11.9 persen dari 746.246 menjadi tersisa 657.223 unit sepanjang Januari-September 2024
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 10:30 WIB
12 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
11 Februari 2026, 12:00 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik