Mobil Listrik dan Hybrid Jadi Andalan Warga Cina Hadapi Banjir
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Ada banyak risiko mobil terabas banjir karena dapat menyebabkan beraneka ragam kerusakan yang merugikan pemilik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya memang terbilang tinggi intensitasnya. Tidak mengherankan bila terjadi banjir di berbagai lokasi hingga merendam sejumlah kendaraan bermotor.
Mobil menerabas banjir atau bahkan terendam haruslah mendapat perhatian khusus dari pemiliknya. Pasalnya bila dibiarkan begitu saja maka komponen kendaraan berpotensi mengalami kerusakan yang tentunya merugikan.
Sejatinya mobil tidak disarankan untuk menerabas banjir, karena risikonya sangat besar. Oleh karena itu pahami dengan benar potensi kerusakkan mobil apabila nekat menerabas banjir.
“Air banjir membawa endapan kotoran tidak bisa dianggap remeh karena sanggup merusak komponen dalam jangka waktu panjang. Selain membuat penumpang tidak nyaman, ada potensi masalah besar seperti rem blong atau mobil diserang karat,” ungkap Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000.
Berikut adalah risiko mobil terabas banjir yang harus mendapat perhatian khusus.
Air bekas banjir pasti kotor dan bau sehingga akan menimbulkan aroma tidak sedap yang akan menetap di dalam mobil. Air tersebut dapat masuk ke dalam kabin lubang di bawah dek atau melalui celah pintu.
Bagian kelistrikan sangat rentan saat mobil terendam atau menerabas banjir, apalagi dalam waktu yang lama dan tidak terdeteksi. Seiring berjalannya waktu, air bisa masuk ke dalam celah sambungan kabel atau konektor kelistrikan dan merusaknya.
Risiko komponen terserang karat pun terbilang cukup tinggi khususnya pada kolong dan area spatbor. Celah antar panel bodi juga berisiko tinggi karena merupakan tempat bersembunyinya air kotor.
Komponen rem sangat rentan rusak akibat banjir karena bersentuhan langsung dengan air. Karat yang menyerang komponen mekanikal rem seperti cakram atau teromol bisa membuatnya berderit bahkan mengalami gagal bekerja kalau semakin parah.
Walaupun mesin tetap dapat beroperasi normal setelah terkena banjir, bukan berarti tidak ada potensi masalah. Air tetap sanggup masuk ke dalam ruang mesin dan bercampur dengan oli mesin.
Prosesnya bisa berlangsung cepat atau lama, tergantung volume air yang berhasil masuk. Periksa kondisi oli mesin lewat dipstick setelah mobil terendam atau melewati banjir dan kuras bila warnanya berubah menjadi coklat susu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 09:00 WIB
23 Februari 2026, 17:00 WIB
21 Desember 2025, 17:00 WIB
10 Desember 2025, 21:00 WIB
10 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026