TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Toyota menyambut kenaikan harga mobil LCGC sebesar Rp5 juta yang akan diterapkan pemerintah pada tahun ini
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah berencana untuk menaikan harga mobil LCGC (Low Cost green Car). Hal itu ternyata disambut baik oleh salah satu pabrikan, yakni Toyota.
Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengungkapkan pihaknya siap mengikuti perubahaan banderol telah ditetapkan. Namun tetap memperhatikan beberapa hal.
“Yang pasti kita akan ikuti ya regulasinya nanti dan sesuaikan dengan kebutuhan di kami selaku Industri serta memperhatikan market paling penting,” ujarnya kepada TrenOto, Selasa (28/2).
Lebih lanjut dia mengatakan beberapa produk milik Toyota bakal mengalami peningkatan harga. Akan tetapi belum bisa dipastikan berapa besarannya, ia masih menunggu detail dari peraturan baru tersebut.
Anton mengaku belum mengetahui secara pasti seberapa berdampak kenaikan harga mobil LCGC kepada konsumennya. Sebab harus mempelajari terlebih dahulu keputusan resmi dari pemerintah.
“Belum tentu akan serta merta menyamakan batas yang diberlakukan untuk masing-masing model. Karena harus menyesuaikan dengan market acceptance level juga, apalagi di segmen ini cukup volatile dalam perubahan harga,” lanjutnya.
Di sisi lain beberapa produk Toyota bertengger di lima besar LCGC paling laku pada Januari 2023. Sebut saja seperti Toyota Calya mencatatkan penjualan 3.680 unit guna ada di tangga ketiga.
Lalu Toyota Agya ada di urutan kelima. Mobil ini laris diburu masyarakat Indonesia hingga 1.647 kendaraan.
Sedangkan pada Januari 2023 penjualan LCGC secara wholesales tercatat sebanyak 20.701 unit. Tentu menunjukan minat masyarakat yang tinggi dalam segmen itu
Sebelumnya Kemenperin (Kementerian Perindustrian) berencana menaikan harga mobil LCGC menjadi Rp5 juta. Taufik Bawazier, Direktur Jenderal ILMATE menilai hal tersebut karena agar bisa memberi dukungan bagi tumbuhnya industri otomotif di Indonesia.
“Pemerintah memahami bahwa ada peningkatan cost of production pada produksi kendaraan KBH2, kenaikan bahan baku serta biaya logistik mengakibatkan diperlukannya penyesuaian,” tutur Taufik.
Harga mobil LCGC bakal naik tertuang dalam Peraturan Menperin Nomor 36 Tahun 2021. Di dalamnya berisi tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah.
Adapun segmen tersebut dinilai masih akan tetap prospektif terlebih dengan adanya investasi baru dari sejumlah pabrikan otomotif. Pasar kendaraan hemat juga terjangkau itu masih tinggi, sekitar 19-20 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
21 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia