Insentif Otomotif Disarankan Fokus Pada Mobil Dengan TKDN Tinggi
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Toyota menyambut kenaikan harga mobil LCGC sebesar Rp5 juta yang akan diterapkan pemerintah pada tahun ini
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah berencana untuk menaikan harga mobil LCGC (Low Cost green Car). Hal itu ternyata disambut baik oleh salah satu pabrikan, yakni Toyota.
Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengungkapkan pihaknya siap mengikuti perubahaan banderol telah ditetapkan. Namun tetap memperhatikan beberapa hal.
“Yang pasti kita akan ikuti ya regulasinya nanti dan sesuaikan dengan kebutuhan di kami selaku Industri serta memperhatikan market paling penting,” ujarnya kepada TrenOto, Selasa (28/2).
Lebih lanjut dia mengatakan beberapa produk milik Toyota bakal mengalami peningkatan harga. Akan tetapi belum bisa dipastikan berapa besarannya, ia masih menunggu detail dari peraturan baru tersebut.
Anton mengaku belum mengetahui secara pasti seberapa berdampak kenaikan harga mobil LCGC kepada konsumennya. Sebab harus mempelajari terlebih dahulu keputusan resmi dari pemerintah.
“Belum tentu akan serta merta menyamakan batas yang diberlakukan untuk masing-masing model. Karena harus menyesuaikan dengan market acceptance level juga, apalagi di segmen ini cukup volatile dalam perubahan harga,” lanjutnya.
Di sisi lain beberapa produk Toyota bertengger di lima besar LCGC paling laku pada Januari 2023. Sebut saja seperti Toyota Calya mencatatkan penjualan 3.680 unit guna ada di tangga ketiga.
Lalu Toyota Agya ada di urutan kelima. Mobil ini laris diburu masyarakat Indonesia hingga 1.647 kendaraan.
Sedangkan pada Januari 2023 penjualan LCGC secara wholesales tercatat sebanyak 20.701 unit. Tentu menunjukan minat masyarakat yang tinggi dalam segmen itu
Sebelumnya Kemenperin (Kementerian Perindustrian) berencana menaikan harga mobil LCGC menjadi Rp5 juta. Taufik Bawazier, Direktur Jenderal ILMATE menilai hal tersebut karena agar bisa memberi dukungan bagi tumbuhnya industri otomotif di Indonesia.
“Pemerintah memahami bahwa ada peningkatan cost of production pada produksi kendaraan KBH2, kenaikan bahan baku serta biaya logistik mengakibatkan diperlukannya penyesuaian,” tutur Taufik.
Harga mobil LCGC bakal naik tertuang dalam Peraturan Menperin Nomor 36 Tahun 2021. Di dalamnya berisi tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah.
Adapun segmen tersebut dinilai masih akan tetap prospektif terlebih dengan adanya investasi baru dari sejumlah pabrikan otomotif. Pasar kendaraan hemat juga terjangkau itu masih tinggi, sekitar 19-20 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 11:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
27 Desember 2025, 11:00 WIB
25 Desember 2025, 09:00 WIB
18 Desember 2025, 16:00 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat