Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera
01 Januari 2026, 13:00 WIB
Salah satu penyebab yang membuat penjualan mobil listrik Hyundai lesu karena regulasi yang tak menentu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik dalam empat bulan awal 2024 terbilang lesu. Seperti yang tengah dirasakan oleh HMID (Hyundai Motors Indonesia).
Menurut produsen otomotif satu ini beberapa faktor digadang-gadang menjadi penyebab. Seperti pemerintah yang tak kunjung mengesahkan sejumlah regulasi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID. Sehingga konsumen mereka menunda pembelian.
“Penjualan mobil listrik Hyundai mengalami penurunan yang cukup dalam. Pertama karena menunggu peraturan DTP PPN (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) sampai Februari, jadi konsumen masih Wait and See,” ujar Frans di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, insentif dari pemerintah berupa DTP PPN sebelumnya kedaluwarsa pada Desember 2023. Kemudian Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri mengeluarkan kebijakan baru.
Di dalamnya mengatur pemberian insentif PPN DTP atas penyerahan KBL (Kendaraan Bermotor Listrik) berbasis baterai roda empat tertentu serta bus untuk tahun anggaran 2024 pada Februari.
Lalu regulasi lain juga tidak keluar secara bersamaan. Seperti contoh aturan turunan Perpres 79/2023 mengenai pembebasan bea masuk impor utuh atau CBU (Completely Built Up).
“Konsumen semua menunggu, kalau mau keluar ya dalam waktu yang sama saja. Kalau tidak mereka akan lanjut Wait and See,” Frans menambahkan.
Frans pun meminta kepada pemerintah lebih tegas dalam menentukan sikap terkait subsidi mobil listrik. terutama buat pembebasan pajak kendaraan CBU serta CKD (completely Knocked Down).
Hyundai memang menemui sedikit batu kerikil di awal tahun. Pasalnya sepanjang Januari sampai April 2024 Distribusi Wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler turun jika dibandingkan tahun lalu.
Menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mobil listrik Hyundai Ioniq 5 hanya terdistribusi 446 unit saja.
Sementara pada 2023 ada 1.755 Hyundai Ioniq 5 yang dikirim ke diler. Selisih cukup besar atau terkoreksi sampai 74,5 persen.
Kemudian Hyundai Ioniq 6 sejak awal tahun hingga April 2024 hanya ada 13 unit saja. Frans pun berharap keadaan ini segera berakhir dan membaik.
“Saat konsumen mau membeli mobil listrik Hyundai, mereka jadi mempertimbangkan regulasi yang ada. Mudah-mudahan kalau sekarang sudah mulai bagus,” Frans menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 13:00 WIB
22 Desember 2025, 10:00 WIB
21 Desember 2025, 10:17 WIB
17 Desember 2025, 21:00 WIB
06 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV