Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Salah satu penyebab yang membuat penjualan mobil listrik Hyundai lesu karena regulasi yang tak menentu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil listrik dalam empat bulan awal 2024 terbilang lesu. Seperti yang tengah dirasakan oleh HMID (Hyundai Motors Indonesia).
Menurut produsen otomotif satu ini beberapa faktor digadang-gadang menjadi penyebab. Seperti pemerintah yang tak kunjung mengesahkan sejumlah regulasi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID. Sehingga konsumen mereka menunda pembelian.
“Penjualan mobil listrik Hyundai mengalami penurunan yang cukup dalam. Pertama karena menunggu peraturan DTP PPN (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) sampai Februari, jadi konsumen masih Wait and See,” ujar Frans di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, insentif dari pemerintah berupa DTP PPN sebelumnya kedaluwarsa pada Desember 2023. Kemudian Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri mengeluarkan kebijakan baru.
Di dalamnya mengatur pemberian insentif PPN DTP atas penyerahan KBL (Kendaraan Bermotor Listrik) berbasis baterai roda empat tertentu serta bus untuk tahun anggaran 2024 pada Februari.
Lalu regulasi lain juga tidak keluar secara bersamaan. Seperti contoh aturan turunan Perpres 79/2023 mengenai pembebasan bea masuk impor utuh atau CBU (Completely Built Up).
“Konsumen semua menunggu, kalau mau keluar ya dalam waktu yang sama saja. Kalau tidak mereka akan lanjut Wait and See,” Frans menambahkan.
Frans pun meminta kepada pemerintah lebih tegas dalam menentukan sikap terkait subsidi mobil listrik. terutama buat pembebasan pajak kendaraan CBU serta CKD (completely Knocked Down).
Hyundai memang menemui sedikit batu kerikil di awal tahun. Pasalnya sepanjang Januari sampai April 2024 Distribusi Wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler turun jika dibandingkan tahun lalu.
Menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mobil listrik Hyundai Ioniq 5 hanya terdistribusi 446 unit saja.
Sementara pada 2023 ada 1.755 Hyundai Ioniq 5 yang dikirim ke diler. Selisih cukup besar atau terkoreksi sampai 74,5 persen.
Kemudian Hyundai Ioniq 6 sejak awal tahun hingga April 2024 hanya ada 13 unit saja. Frans pun berharap keadaan ini segera berakhir dan membaik.
“Saat konsumen mau membeli mobil listrik Hyundai, mereka jadi mempertimbangkan regulasi yang ada. Mudah-mudahan kalau sekarang sudah mulai bagus,” Frans menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
02 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya