Indonesia Bakal Diserbu Mobil Amerika Beserta Komponennya
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Kiprah Tesla sebagai pemain nomor satu di dunia terancam pendatang baru yakni mobil listrik asal Tiongkok
Oleh Serafina Ophelia
Lebih lanjut dia menjelaskan, pengembangan mobil listrik Cina fokus pada pengembangan software dan integrasi digital. Produsen lain menitikberatkan pada sisi hardware.
Sehingga proses recall atau penarikan ulang unit kendaraan tidak perlu lagi dilakukan. Perlu diketahui saat produsen mengumumkan recall, pemilik harus membawa kendaraannya ke bengkel agar bisa dicek dan diservis.
Pada banyak mobil buatan Tiongkok, perbaikan suspensi sampai fitur keamanan dapat dilakukan melalui update software, jadi dapat menekan biaya dan memudahkan konsumen.
Peluncuran model baru maupun pembaruan software yang cenderung cepat ternyata susah diikuti produsen mobil Barat.
Tidak hanya itu, dalam menghadirkan generasi terbaru suatu model tertentu merek Barat disebut memerlukan waktu lima sampai tujuh tahun.
Di sisi lain manufaktur Cina seperti Li Auto hanya butuh waktu setengah dari produsen otomotif lain, karena sistem organisasinya lincah seperti startup.
Lalu brand Cina dengan cepat mengikuti pergerakan pasar di saat permintaan mobil listrik meningkat.
Agar lebih cepat menggaet konsumen, mereka bakal meningkatkan produksi beragam model entry level terlebih dulu di saat kompetitor sibuk memperbesar atau merombak pabrik.
Yu menyebut kesulitan merek asing di Tiongkok sebagai krisis ganda. Pertama, keuntungan di Cina menurun meskipun negeri tirai bambu merupakan pasar kunci pertumbuhan mereka.
Masalah kedua adalah ketidaksanggupan berbagai merek dalam membiayai riset serta pengembangan mobil listrik, karena dananya besar.
Sebagai contoh, Volkswagen menjadi pemain tradisional yang punya kesiapan masa depan paling baik tetapi kesulitan karena turunnya pendapatan, lalu ketergantungan terhadap lini model hardware-centric (fokus pada perangkat keras).
Strategi baru harus dipikirkan apabila para pemain otomotif lawas ingin bertahan di tengah gempuran mobil buatan Tiongkok. Beberapa merek Jepang mulai menggandeng mitra lokal untuk menghadirkan EV (Electric Vehicle) khusus konsumen Tiongkok.
Hal tersebut tidak mustahil dilakukan. Mengingat banyak merek tradisional sudah dikenal dan dipercaya masyarakat di pasar global, sedangkan merek Cina lain bersama Tesla baru terkonsentrasi di beberapa negara.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Februari 2026, 07:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin Indonesia bakal meluncurkan produk baru untuk sepeda motor setelah Lebaran untuk perluas pangsa pasarnya
22 Februari 2026, 15:00 WIB
Francesco Bagnaia tengah santer dihubungkan dengan Aprilia Racing pada MotoGP 2027 untuk menggantikan Martin
22 Februari 2026, 13:00 WIB
Honda mengungkapkan Brio Satya S CVT jadi salah satu kontributor utama di pameran otomotif IIMS 2026
22 Februari 2026, 11:00 WIB
Jumlah pemudik saat Lebaran 2026 diprediksi mengalami penurunan cukup besar bila dibandingkan tahun lalu
22 Februari 2026, 09:00 WIB
Sule, artis dan pelawak Tanah Air memiliki sederet koleksi mobil dan diketahui merupakan penyuka Jeep
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Isuzu merupakan salah satu produsen kendaraan niaga yang sudah merakit lokal truk dan mobil pikap di RI
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan 10 tol fungsional untuk beroperasi saat mudik Lebaran 2026 agar mengurangi kemacetan