Pabrik Gemuk Shell di Marunda Beroperasi, Berkapasitas 12 Kiloton
16 September 2026, 09:00 WIB
Di tengah maraknya merek mobil listrik China, keberadaan brand Jepang jadi andalan penjualan industri pelumas
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perkembangan dan adopsi kendaraan listrik semakin berkembang tahun ini. Sepanjang 2024, berbagai manufaktur China hadir meramaikan pasar otomotif Indonesia memboyong BEV (Battery Electric Vehicle).
Sementara manufaktur otomotif Jepang nampaknya tetap berfokus pada alternatif lain di samping mobil listrik, misalnya hybrid.
Hal ini membawa dampak positif bagi industri lain seperti pelumas. Sebab di tengah membanjirnya mobil listrik di dalam negeri, perusahaan oli disebut tetap mengalami kenaikan penjualan.
“Sejauh ini sih tiga tahun terakhir (penjualan oli) naik terus ya, walaupun tahun kemarin pasarnya turun,” kata Werry Prayogi, Direktur Utama PT Pertamina Lubricants saat ditemui di Jakarta, Senin (10/03).
Keberadaan produsen otomotif Jepang bisa dibilang jadi penyelamat industri pelumas di tengah era elektrifikasi. Sebab mayoritas merek asal negeri sakura menghadirkan mobil hybrid atau opsi lain di samping mobil listrik.
Sedangkan kebanyakan merek China justru membawa kendaraan listrik yang tidak lagi memerlukan oli mesin.
“Rata-rata produk Jepang itu lebih mengedepankan hybrid dan hidrogen. Mungkin (karena) resource-nya,” kata Werry.
Di masa mendatang Werry optimistis industri pelumas terus berkembang. Karena mobil bermesin bensin dan teknologi hybrid masih akan dijadikan pilihan utama masyarakat dalam memilih kendaraan bermotor roda empat.
Sebagai informasi, beberapa pabrikan otomotif Jepang pilih untuk fokus ke alternatif di luar mobil listrik karena beberapa alasan.
Selain dari sisi harga, kendaraan seperti hybrid maupun PHEV (Plug-in Hybrid Vehicle) dinilai cocok untuk transisi dari kendaraan konvensional ke listrik murni.
Kedua jenis kendaraan itu tidak perlu terus menerus diisi daya, masih tetap meminum bensin tetapi diklaim punya efisiensi bahan bakar lebih baik dari mobil konvensional.
“BEV akan berkembang di masa mendatang. Tetapi HEV, PHEV dan mobil bermesin konvensional lain termasuk yang sudah dijual bakal tetap menjadi mainstream buat sementara waktu,” kata Kazuo Yamamori, Project Manager Electrification Material Engineering Division Toyota Motor Corporation dalam kesempatan sama di Le Meridien.
Sebagai informasi, Toyota menawarkan banyak produk kendaraan hybrid di Indonesia. Mulai dari Yaris Cross Hybrid sampai Kijang Innova HEV.
Dua model di atas juga telah memenuhi persyaratan untuk menerima insentif mobil hybrid dari pemerintah, jadi banderolya semakin ke kompetitif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 September 2026, 09:00 WIB
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
18 Agustus 2026, 22:30 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Terkini
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia