Produksi Mobil Agustus 2025 Turun, LCGC Paling Terdampak

Produksi mobil Agustus 2025 di Indonesia mengalami penurunan cukup dalam dengan LCGC jadi segmen paling terdampak

Produksi Mobil Agustus 2025 Turun, LCGC Paling Terdampak
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 19 September 2025 | 07:00 WIB

KatadataOTO – Penjualan mobil Agustus 2025 mengalami kenaikan baik itu wholesales maupun retail sales. Namun catatan positif tersebut rupanya tidak diimbangi oleh pertumbuhan produksi.

Berdasarkan data Gaikindo, jumlah produksi mobil mengalami penurunan bila dibanding bulan lalu. Bahkan selisihnya pun cukup jauh.

Pada Agustus 2025, produksi kendaraan hanya sebesar 97.384 unit, lebih sedikit 9.912 unit atau turun 9,2 persen dibandingkan catatan di bulan sebelumnya. Ketika itu, pabrikan di Indonesia mampu membuat 107.296 unit mobil.

Sementara bila dibandingkan dengan Agustus 2024, maka selisihnya justru semakin lebar. Pasalnya ketika itu jumlah mobil yang berhasil dibuat sepanjang Agustus 2025 adalah 110.023 atau 12.639 unit lebih banyak ketimbang sekarang,

GIAMM Sebut Insentif Mobil Produksi Lokal Bisa Bantu Cegah PHK
Photo : Daihatsu

Masih dari data Gaikindo, beberapa segmen kendaraan memang mengalami penurunan.

Segmen sedan adalah yang pertama kali mengalami penurunan di Agustus 2025 karena hanya bisa diproduksi 107 unit. Angka itu 89 unit lebih sedikit dari Juli dengan total pembuatan 196 unit.

Kemudian kendaraan 4x2 juga mengalami pelemahan. Pasalnya sepanjang bulan pabrikan hanya mampu memproduksi 71.419 unit padahal di Juli 2025 pembuatan mobil ini mampu mencapai 78.365 unit.

Segmen 4x4 menghadapi penurunan di Agustus 2025 karena hanya bisa dibuat 1.760 unit. Angka itu 551 unit lebih sedikit atau turun sekitar 24 persen dari Juli yang sebanyak 2.311 unit.

Kemudian mobil LCGC juga tercatat mengalami penurunan cukup besar. Sepanjang Agustus, segmen ini dibuat sebanyak 10.879 unit atau melemah 1.880 unit dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 12.759 unit.

Mobil pikap pun turun cukup dalam karena cuma diproduksi 8.606 unit atau turun 9 persen dari bulan sebelumnya. Pada Juli 2025, segmen ini dibuat 9.345 unit.

Indomobil Pastikan Changan Langsung Produksi Mobil di Indonesia
Photo : car news china

Meski demikian, produksi kendaraan niaga lain seperti truk dan bus berhasil mencatatkan angka yang cukup baik.

Jumlah produksi bus di Agustus 2025 adalah sebesar 419 unit atau naik 67 unit dibanding Juli yang cuma 352 unit.

Kemudian truk juga tumbuh menjadi 4.192 unit atau tumbuh 5 persen dari bulan sebelumnya.


Terkini

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika