BMW iX3 Dijual Rp 2,2 Miliar di GIIAS 2026, Bos Wajib Punya
31 Juli 2026, 19:23 WIB
Merek mobil Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz berpeluang diuntungkan regulasi RI-Uni Eropa yakni IEU-CEPA
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA resmi disepakati.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai kebijakan perdagangan di antara kedua belah pihak, salah satunya adalah keringanan biaya bea impor produk dari Eropa ke Indonesia sebesar 98,5 persen termasuk untuk mobil.
“Kami telah berkomitmen untuk bekerja lebih keras dalam hal diversifikasi dan kerja sama mendukung pekerjaan dan pertumbuhan Uni Eropa,” kata Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa dikutip dari laman resmi European Commission, Rabu (08/10).
Perlu diketahui produk mobil Eropa di Indonesia saat ini ditawarkan dengan banderol cukup tinggi. Biaya impor kendaraan jadi satu faktor yang berperan di belakangnya.
Oleh karena itu kebijakan yang meringankan biaya bea masuk mobil Eropa ini dapat menjadi angin segar buat berbagai manufaktur seperti BMW dan Mercedes-Benz.
Mengingat mayoritas lini kendaraan mereka masih berstatus Completely Built Up alias impor utuh dari negara asalnya.
Merek lain yang juga punya pabrik di Eropa seperti Citroen juga berpeluang menikmati kebijakan tersebut.
Harga mobil listrik mereka yakni E-C4 bisa ditawarkan dengan kompetitif apabila kesepakatan IEU-CEPA diimplementasikan di masa mendatang.
Lebih lanjut dijelaskan dalam keterangan tersebut, perjanjian Indonesia-Uni Eropa juga akan membuka banyak kesempatan investasi di sektor strategis termasuk Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik.
Mengingat bahwa sekarang kendaraan listrik tengah mendapatkan respons cukup baik dari konsumen Tanah Air.
Secara keseluruhan, merek-merek yang dapat diuntungkan berkat regulasi tersebut adalah BMW, Mercedes-Benz sampai Citroen.
BMW sendiri sebagai salah satu mobil Eropa yang mencatatkan penjualan baik di Indonesia berpeluang memperluas portofolio produknya tahun depan baik terkhusus di segmen elektrifikasi.
Implementasi kebijakan Indonesia-Uni Eropa patut ditunggu di 2027 mendatang, sebab dapat menjadi titik pemicu tren positif produk Eropa di Indonesia.
Sehingga menjadi modal untuk melawan gempuran mobil Cina yang saat ini telah merambah ke segmen premium dengan banderol kompetitif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Juli 2026, 19:23 WIB
31 Juli 2026, 16:24 WIB
30 Juli 2026, 14:00 WIB
27 Juli 2026, 22:39 WIB
16 Juli 2026, 19:27 WIB
Terkini
02 Agustus 2026, 23:40 WIB
Geely menggandeng Garasi Drift untuk memodifikasi Coolray dengan mengusung gaya motorsport di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
Wuling Aira ev hadir di GIIAS 2026 dengan menawarkan sejumlah keunggulan buat konsumen, simak penjelasannya
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Nissan Indonesia hadirkan Fairlady Z di GIIAS 2026 dan konsumen bisa langsung memesan dengan cara terbatas
02 Agustus 2026, 19:00 WIB
Konsumen bisa mendapatkan sejumlah penawaran menarik dari OLXMobbi di GIIAS 2026, bisa tukar tambah mobil
02 Agustus 2026, 18:20 WIB
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro sebagai kasta tertinggi SUV kompak merek berlambang S, meluncur di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 18:00 WIB
MG ZS Hybrid+ diklaim mampu mencetak efisiensi bahan bakar mencapai 27,7 km per liter sehingga menguntungkan
02 Agustus 2026, 16:47 WIB
Toyota Hybrid System sangat cocok diandalkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen di Indonesia
02 Agustus 2026, 16:44 WIB
Toyota Veloz Hybrid bisa jadi opsi jika para pengunjung GIIAS 2026 yang sedang mencari mobil ramah lingkungan