Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Pabrikan mobil yang membuat mobil listrik punya peran sentral untuk mengatasi mobil listrik yang terbakar
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Seperti TrenOto beritakan sebelumnya mengenai masih gagapnya petugas pemadam kebakaran di Amerika Serikat saat berhadapan dengan kasus mobil listrik terbakar, lalu kemudian banyak yang bertanya peran dari pabrikan pembuatnya.
Sampai saat ini U.S Fire Administration (USFA) atau satuan pemadam kebakaran Amerika Serikat dikabarkan masih terus melakukan pelatihan kepada seluruh anggotanya. Dan kabarnya lagi, banyak di antara para petugas yang belum mendapatkan pelatihan resmi mencoba mencari informasi terutama dari website-website resmi pabrikan mobil.
Beberapa pabrikan mobil memang telah memberikan panduan tanggap darurat menghadapi situasi tersebut yang dirancang untuk membantu petugas. Salah satu yang paling krusial adalah membantu petugas pemadam untuk mengidentifikasi posisi baterai pada mobil listrik.
NFPA (National Fire Protection Association), organisasi internasional yang ditunjuk untuk meminimalisir bahaya dari kebakaran pernah mengumpulkan semua panduan dari pabrikan-pabrikan mobil melalui website. Menurut NFPA, informasi yang bisa diakses petugas kadang membingungkan atau tidak sesuai dengan kebutuhan seperti kejadian sesungguhnya di lapangan.
Disebutkan bahwa petunjuk dari pabrikan mobil hanya garis besarnya saja, sebatas cara mengatasi baterai lithium-ion tegangan tinggi yang terbakar. Tidak ada detail khusus mobil listrik, termasuk posisi baterai secara spesifik agar memudahkan petugas melakukan pemadaman.
Menurut NFPA, tak ada satu pun pabrikan mobil listrik memberikan instruksi khusus untuk meminimalisir bahaya baterai lithium-ion yang bisa menyala kembali setelah padam.
Sementara menurut catatan NTSB (The National Transportation Safety Board), baru ada 2 pabrikan yang memberikan instruksi khusus bagaimana cara mengatasi kebakaran baterai bertegangan tinggi. Yang menarik informasinya gampang dimengerti karena lengkap dengan petunjuk menurut masing-masing model mobil listriknya.
Subaru menjadi pabrikan pertama yang memberikan rekomendasi untuk tidak membanjiri baterai dengan air. Mereka lebih merekomendasikan agar petugas membiarkan baterai hingga mati sendiri. Pabrikan satunya adalah Hyundai yang merekomendasikan untuk memantau baterai terbakar dengan menggunakan kamera termal.
Tom Barth, penyidik NTSB kepada Spotlight on America mengatakan bahwa benar-benar hanya sedikit petunjuk tentang penggunaan air dalam merespon mobil listrik yang terbakar. Belum jelas informasi mengenai kapan petugas harus terus menyiram air atau malah menghentikannya.
Diketahui, saat terbakar suhu pada mobil listrik bisa mencapai 2.760 derajat celcius. Dan jika disiram air tidak sesuai prosedur, apalagi saat molekul air yang terpisah menjadi gas hidrogen serta oksigen, dipastikan sewaktu-waktu akan menimbulkan ledakan besar.
"Jika tidak dilakukan dengan cara paling efektif dan benar, pada akhirnya kita semua bisa mengalami beberapa tragedi besar. Itulah mengapa sangat penting bagi petugas pemadam mengetahui cara paling tepat untuk beraksi memadamkan mobil listrik yang terbakar," kata Tom pada Spotlight on America.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia