iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Uni Eropa segera memberlakukan tarif impor sebanyak 38 persen pada mobil listrik China karena dianggap curang
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Mobil Listrik China terus berkembang dan populasinya terus bertambah seiring waktu. Tidak hanya di dalam negeri mereka, namun secara global.
Penjualan mobil listrik China di beberapa negara terus meningkat. Bahkan beberapa pihak menyebut jika kendaraan setrum mereka terlaris di Eropa.
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab Uni Eropa meradang melihat perkembangan mobil listrik China. Perkembangan yang cukup masif dianggap mengancam industri otomotif negara-negara di Eropa.
Mereka takut mobil listrik buatan negara-negara Eropa kalah bersaing dengan brand asal China. Ketatnya persaingan dianggap bakal mematikan para produsen asal benua biru.
Uni Eropa sendiri dikatakan siap memberlakukan pajak hingga 38 persen atas impor mobil listrik China. Langkah itu diyakini bisa menahan penyebaran populasi kendaraan setrum asal negeri tirai bambu.
“Sebuah studi mengungkap bahwa dua dari lima mobil listrik terlaris di Eropa berasal dari China. Pada Mei 2024, mobil listrik China menyumbang 19 persen dari keseluruhan penjualan,” ditulis Carscoops.
Salah satu faktor kendaraan asal Tiongkok mudah diterima adalah harga yang lebih terjangkau. Uni Eropa menganggap pemerintah China tidak adil karena memberikan subsidi terlalu besar.
Disebutkan penjualan mobil baru di Eropa mengalami penurunan 2.5 persen pada Mei 2024 dibandingkan tahun lalu. Meskipun angkanya masih lebih tinggi dari masa pandemi di 2021 dan 2022.
“Sejak pandemi global, pasar mobil di Eropa baru pulih hingga 75 – 80 persen dari ukuran aslinya. Sehingga memberikan peluang unik bagi produk asal Tiongkok untuk berjualan di Eropa sambil menghindari tarif,” kata Felipe Munoz, Analis Global JATO Dynamics dikutip dari Carscoops (04/07).
Lebih jauh disebutkan jika MG sebagai merek di bawah naungan SAIC ungguli Tesla di Eropa. Menyikapi aturan tarif pajak terbaru di benua biru, MG berencana kembali menjagokan mobil konvensional alias peminum bensin.
Perkembangan kendaraan setrum asal China terus mengalami kemajuan pesat. Beragam manufaktur berburu insentif dari pemerintah Tanah Air.
Model yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari yang paling mungil hingga berdimensi selayaknya MPV premium.
Banderol nan melekat pada mobil listrik China tidak lain adalah murah. Setidaknya lebih terjangkau daripada produk sekelasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat