Tren Mobil Listrik di Indonesia, Terus Berkembang sejak 2020
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Uni Eropa segera memberlakukan tarif impor sebanyak 38 persen pada mobil listrik China karena dianggap curang
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Mobil Listrik China terus berkembang dan populasinya terus bertambah seiring waktu. Tidak hanya di dalam negeri mereka, namun secara global.
Penjualan mobil listrik China di beberapa negara terus meningkat. Bahkan beberapa pihak menyebut jika kendaraan setrum mereka terlaris di Eropa.
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab Uni Eropa meradang melihat perkembangan mobil listrik China. Perkembangan yang cukup masif dianggap mengancam industri otomotif negara-negara di Eropa.
Mereka takut mobil listrik buatan negara-negara Eropa kalah bersaing dengan brand asal China. Ketatnya persaingan dianggap bakal mematikan para produsen asal benua biru.
Uni Eropa sendiri dikatakan siap memberlakukan pajak hingga 38 persen atas impor mobil listrik China. Langkah itu diyakini bisa menahan penyebaran populasi kendaraan setrum asal negeri tirai bambu.
“Sebuah studi mengungkap bahwa dua dari lima mobil listrik terlaris di Eropa berasal dari China. Pada Mei 2024, mobil listrik China menyumbang 19 persen dari keseluruhan penjualan,” ditulis Carscoops.
Salah satu faktor kendaraan asal Tiongkok mudah diterima adalah harga yang lebih terjangkau. Uni Eropa menganggap pemerintah China tidak adil karena memberikan subsidi terlalu besar.
Disebutkan penjualan mobil baru di Eropa mengalami penurunan 2.5 persen pada Mei 2024 dibandingkan tahun lalu. Meskipun angkanya masih lebih tinggi dari masa pandemi di 2021 dan 2022.
“Sejak pandemi global, pasar mobil di Eropa baru pulih hingga 75 – 80 persen dari ukuran aslinya. Sehingga memberikan peluang unik bagi produk asal Tiongkok untuk berjualan di Eropa sambil menghindari tarif,” kata Felipe Munoz, Analis Global JATO Dynamics dikutip dari Carscoops (04/07).
Lebih jauh disebutkan jika MG sebagai merek di bawah naungan SAIC ungguli Tesla di Eropa. Menyikapi aturan tarif pajak terbaru di benua biru, MG berencana kembali menjagokan mobil konvensional alias peminum bensin.
Perkembangan kendaraan setrum asal China terus mengalami kemajuan pesat. Beragam manufaktur berburu insentif dari pemerintah Tanah Air.
Model yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari yang paling mungil hingga berdimensi selayaknya MPV premium.
Banderol nan melekat pada mobil listrik China tidak lain adalah murah. Setidaknya lebih terjangkau daripada produk sekelasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 06:24 WIB
15 Januari 2026, 16:00 WIB
15 Januari 2026, 14:00 WIB
15 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario
17 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova bekas masih menjadi pilihan menarik untuk pelanggan yang membutuhkan MPV tangguh
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model
17 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada