Produksi Toyota Tumbuh, Tapi Belum Ciptakan Rekor Baru
05 Februari 2026, 11:00 WIB
Ada masalah besar di balik lesunya penjualan mobil baru Indonesia, sehingga sampai disalip oleh Malaysia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sebuah anomali muncul pada industri otomotif Asia Tenggara. Malaysia berhasil menyalip Indonesia dalam penjual mobil baru.
Pada kuartal dua 2025, pasar kendaraan roda empat Negeri Jiran menunjukan kinerja positif.
Sejumlah pihak pun buka suara mengenai situasi penjualan mobil baru di Tanah Air yang keok dari negara tetangga.
"Apa yang sedang kita saksikan bukanlah sekadar tren penjualan domestik biasa. Ini adalah sebuah erosi daya saing fundamental industri otomotif Indonesia di tingkat regional ASEAN," ujar Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, Jumat (08/08).
Menurut Yannes hal tersebut cukup memprihatinkan. Sebab populasi masyarakat di Malaysia kurang dari 15 persen dibandingkan dengan Indonesia.
Namun mampu mencatatkan sejarah dengan melewati Indonesia. Sehingga menjadi anomali yang sangat serius.
"Ini adalah tentang struktur industri, arah kebijakan dan ketahanan ekosistem otomotif nasional secara keseluruhan," lanjut Yannes.
Ia mengungkapkan kalau selama ini Indonesia terlalu mengandalkan kekuatan pasar domestik yang masif.
Akan tetapi ternyata tidak bisa bertaha lama. Terutama ketika pondasi utamanya, yakni kelas menengah di Tanah Air goyah.
Kemudian para pabrikan di dalam negeri masih sibuk dengan perang harga. Sebuah kompetisi yang sangat tidak sehat.
Tak ketingalan rendahnya komitmen para manufaktur baru buat menanamkan uang atau berinvestasi di Indonesia.
"Bisa jadi kita telah abai dalam membangun ketahanan industri jangka panjang," Yannes menambahkan.
Dengan seluruh fakta di atas, maka tidak heran jika penjualan mobil baru di Indonesia terus menurun dari waktu ke waktu.
Bahkan sampai dibuat tak berdaya oleh Malaysia. Sehingga sangat memprihatinkan situasi yang terjadi.
"Akibatnya kita tidak hanya tertinggal, tetapi kini tersalip oleh negara tetangga," tegas Yannes.
Sebagai informasi, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil baru secara ritel pada semester pertama 2025 hanya 390.467 unit saja.
Bila diperhatikan secara rinci, angka di atas merosot sampai 9,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sementara bila melihat data pengiriman dari pabrik ke diler (Wholesales) pada enam bulan pertama 2025, berada di level 374.740 unit. Anjlok sekitar 8,6 persen dibandingkan dengan 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Februari 2026, 11:00 WIB
05 Februari 2026, 09:00 WIB
04 Februari 2026, 19:07 WIB
04 Februari 2026, 16:00 WIB
04 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
08 Februari 2026, 08:00 WIB
Mazda CX-60 Sport mendapat sentuhan ringan yang dipercaya bisa memberikan nilai lebih bagi para penggunanya
08 Februari 2026, 07:00 WIB
Kolaborasi Pindad dan Ashok Leyland saling memperkuat di bidang mobilitas dan teknologi pertahanan maju
07 Februari 2026, 20:00 WIB
Venom Purple hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam aksesoris menarik untuk dunia modifikasi kendaraan
07 Februari 2026, 16:24 WIB
Zeekr kembali mengaspal di Indonesia, jenama asal Cina ini langsung memboyong dua mobil dalam gelaran IIMS 2026
07 Februari 2026, 15:00 WIB
Tekiro kembali meramaikan ajang IIMS 2026 dengan memboyong berbagai produk unggulan hingga promo terbaik
07 Februari 2026, 14:00 WIB
Hyundai berharap ada peningkatan animo di IIMS 2026, sehingga bisa menjual lebih banyak mobil baru mereka
07 Februari 2026, 13:00 WIB
Meski tidak membawa produk baru, Jaecoo mengajak pengunjung untuk mengembangkan kendaraan di masa depan
07 Februari 2026, 12:00 WIB
Prestige memboyong Pindad Maung MV1 dan MV2 4x4 agar para pengunjung IIMS 2026 bisa melihat secara lebih dekat