iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Berbagai manufaktur mobil listrik asal Cina bakal melakukan perakitan lokal kendaraannya di dalam negeri mulai 2026.
Perlu diketahui di 2024 dan 2025, sejumlah merek asal Tiongkok masuk Indonesia dengan mengimpor utuh lini kendaraannya dan mendapatkan insentif.
Tetapi harus disertai dengan komitmen perakitan lokal sesuai jumlah yang sudah terjual di dalam negeri.
Insentif mobil listrik impor diklaim dapat membantu mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air dan membuat harga jual mobil listrik lebih kompetitif.
Sayangnya, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan sampai sekarang deretan merek mobil listrik penerima insentif impor tersebut belum memanfaatkan supplier atau penyedia komponen lokal.
“Sampai saat ini belum melakukan lokalisasi. Mungkin karena syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen,” kata Rahmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Senin (29/12).
Perlu diketahui, buat mobil listrik impor prosedur perakitan lokal sendiri sudah dihitung sebagai TKDN sebesar 30 persen. Sehingga tampaknya lokalisasi tak jadi perhatian utama manufaktur.
Aturan TKDN itu membuat banyak manufaktur akhirnya hanya menyatukan komponen untuk dirakit utuh di Indonesia dengan menggandeng mitra perakitan lokal.
Terkait BYD yang sudah mendirikan fasilitas perakitan untuk dijadwalkan beroperasi di 2026, Rachmat turut mengkonfirmasi belum ada kesepakatan terkait supplier lokalnya.
“BYD belum ada informasi jelas, mau merakit di dalam negeri 2026 atau menghabiskan stok terlebih dulu,” ucap Rachmat.
Padahal harapannya insentif mobil listrik impor justru dapat berbuah manis bagi industri komponen tahun depan.
Regulasi terkait kriteria TKDN patut jadi perhatian. Sehingga produsen dapat lebih terdorong memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sekadar informasi, beberapa merek yang wajib melakukan perakitan lokal di 2026 adalah BYD, Xpeng sampai GAC Aion. Lalu dari Vietnam ada VinFast.
VinFast juga telah meresmikan fasilitas perakitan di kawasan Subang. Sama seperti BYD, pabrik mereka dijadwalkan merakit kendaraan tahun depan.
Seluruhnya harus merakit unit sesuai dengan penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) unit yang berstatus impor utuh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat