Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Berbagai manufaktur mobil listrik asal Cina bakal melakukan perakitan lokal kendaraannya di dalam negeri mulai 2026.
Perlu diketahui di 2024 dan 2025, sejumlah merek asal Tiongkok masuk Indonesia dengan mengimpor utuh lini kendaraannya dan mendapatkan insentif.
Tetapi harus disertai dengan komitmen perakitan lokal sesuai jumlah yang sudah terjual di dalam negeri.
Insentif mobil listrik impor diklaim dapat membantu mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air dan membuat harga jual mobil listrik lebih kompetitif.
Sayangnya, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan sampai sekarang deretan merek mobil listrik penerima insentif impor tersebut belum memanfaatkan supplier atau penyedia komponen lokal.
“Sampai saat ini belum melakukan lokalisasi. Mungkin karena syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen,” kata Rahmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Senin (29/12).
Perlu diketahui, buat mobil listrik impor prosedur perakitan lokal sendiri sudah dihitung sebagai TKDN sebesar 30 persen. Sehingga tampaknya lokalisasi tak jadi perhatian utama manufaktur.
Aturan TKDN itu membuat banyak manufaktur akhirnya hanya menyatukan komponen untuk dirakit utuh di Indonesia dengan menggandeng mitra perakitan lokal.
Terkait BYD yang sudah mendirikan fasilitas perakitan untuk dijadwalkan beroperasi di 2026, Rachmat turut mengkonfirmasi belum ada kesepakatan terkait supplier lokalnya.
“BYD belum ada informasi jelas, mau merakit di dalam negeri 2026 atau menghabiskan stok terlebih dulu,” ucap Rachmat.
Padahal harapannya insentif mobil listrik impor justru dapat berbuah manis bagi industri komponen tahun depan.
Regulasi terkait kriteria TKDN patut jadi perhatian. Sehingga produsen dapat lebih terdorong memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sekadar informasi, beberapa merek yang wajib melakukan perakitan lokal di 2026 adalah BYD, Xpeng sampai GAC Aion. Lalu dari Vietnam ada VinFast.
VinFast juga telah meresmikan fasilitas perakitan di kawasan Subang. Sama seperti BYD, pabrik mereka dijadwalkan merakit kendaraan tahun depan.
Seluruhnya harus merakit unit sesuai dengan penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) unit yang berstatus impor utuh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru