Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Berbagai manufaktur mobil listrik asal Cina bakal melakukan perakitan lokal kendaraannya di dalam negeri mulai 2026.
Perlu diketahui di 2024 dan 2025, sejumlah merek asal Tiongkok masuk Indonesia dengan mengimpor utuh lini kendaraannya dan mendapatkan insentif.
Tetapi harus disertai dengan komitmen perakitan lokal sesuai jumlah yang sudah terjual di dalam negeri.
Insentif mobil listrik impor diklaim dapat membantu mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air dan membuat harga jual mobil listrik lebih kompetitif.
Sayangnya, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan sampai sekarang deretan merek mobil listrik penerima insentif impor tersebut belum memanfaatkan supplier atau penyedia komponen lokal.
“Sampai saat ini belum melakukan lokalisasi. Mungkin karena syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen,” kata Rahmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Senin (29/12).
Perlu diketahui, buat mobil listrik impor prosedur perakitan lokal sendiri sudah dihitung sebagai TKDN sebesar 30 persen. Sehingga tampaknya lokalisasi tak jadi perhatian utama manufaktur.
Aturan TKDN itu membuat banyak manufaktur akhirnya hanya menyatukan komponen untuk dirakit utuh di Indonesia dengan menggandeng mitra perakitan lokal.
Terkait BYD yang sudah mendirikan fasilitas perakitan untuk dijadwalkan beroperasi di 2026, Rachmat turut mengkonfirmasi belum ada kesepakatan terkait supplier lokalnya.
“BYD belum ada informasi jelas, mau merakit di dalam negeri 2026 atau menghabiskan stok terlebih dulu,” ucap Rachmat.
Padahal harapannya insentif mobil listrik impor justru dapat berbuah manis bagi industri komponen tahun depan.
Regulasi terkait kriteria TKDN patut jadi perhatian. Sehingga produsen dapat lebih terdorong memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sekadar informasi, beberapa merek yang wajib melakukan perakitan lokal di 2026 adalah BYD, Xpeng sampai GAC Aion. Lalu dari Vietnam ada VinFast.
VinFast juga telah meresmikan fasilitas perakitan di kawasan Subang. Sama seperti BYD, pabrik mereka dijadwalkan merakit kendaraan tahun depan.
Seluruhnya harus merakit unit sesuai dengan penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) unit yang berstatus impor utuh.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan