Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Berbagai manufaktur mobil listrik asal Cina bakal melakukan perakitan lokal kendaraannya di dalam negeri mulai 2026.
Perlu diketahui di 2024 dan 2025, sejumlah merek asal Tiongkok masuk Indonesia dengan mengimpor utuh lini kendaraannya dan mendapatkan insentif.
Tetapi harus disertai dengan komitmen perakitan lokal sesuai jumlah yang sudah terjual di dalam negeri.
Insentif mobil listrik impor diklaim dapat membantu mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air dan membuat harga jual mobil listrik lebih kompetitif.
Sayangnya, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan sampai sekarang deretan merek mobil listrik penerima insentif impor tersebut belum memanfaatkan supplier atau penyedia komponen lokal.
“Sampai saat ini belum melakukan lokalisasi. Mungkin karena syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen,” kata Rahmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Senin (29/12).
Perlu diketahui, buat mobil listrik impor prosedur perakitan lokal sendiri sudah dihitung sebagai TKDN sebesar 30 persen. Sehingga tampaknya lokalisasi tak jadi perhatian utama manufaktur.
Aturan TKDN itu membuat banyak manufaktur akhirnya hanya menyatukan komponen untuk dirakit utuh di Indonesia dengan menggandeng mitra perakitan lokal.
Terkait BYD yang sudah mendirikan fasilitas perakitan untuk dijadwalkan beroperasi di 2026, Rachmat turut mengkonfirmasi belum ada kesepakatan terkait supplier lokalnya.
“BYD belum ada informasi jelas, mau merakit di dalam negeri 2026 atau menghabiskan stok terlebih dulu,” ucap Rachmat.
Padahal harapannya insentif mobil listrik impor justru dapat berbuah manis bagi industri komponen tahun depan.
Regulasi terkait kriteria TKDN patut jadi perhatian. Sehingga produsen dapat lebih terdorong memanfaatkan penyedia komponen lokal.
Sekadar informasi, beberapa merek yang wajib melakukan perakitan lokal di 2026 adalah BYD, Xpeng sampai GAC Aion. Lalu dari Vietnam ada VinFast.
VinFast juga telah meresmikan fasilitas perakitan di kawasan Subang. Sama seperti BYD, pabrik mereka dijadwalkan merakit kendaraan tahun depan.
Seluruhnya harus merakit unit sesuai dengan penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) unit yang berstatus impor utuh.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna