Persiapan Mitsubishi Fuso Hadapi Mandatori B50
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
Penjualan Mitsubishi Fuso mengalami pertumbuhan positif pada produk-produk unggulannya dengan angka 46.7 persen
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Mitsubishi Fuso mencatat pertumbuhan positif selama 2021 dengan meraih pangsa pasar sebesar 46.7 persen. Berbagai solusi digital yang diterapkan pada tahun lalu sukses membuat penjualan Mitsubishi Fuso meningkat pangsa pasarnya di Tanah Air.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi Fuso di Indonesia, berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Dikatakan selama 51 tahun berturut-turut, Mitsubishi Fuso selalu bertengger di posisi puncak pada segmen kendaraan komersial di Tanah Air.
Adapun Fighter menjadi produk MDT (Medium Duty Trucks) unggulan yang berhasil diserap pasar. Produk yang diperkenalkan pada 2018 ini terus mengalami pengembangan hingga solusi purna jualnya.
Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel pada 2021 mencapai 34.375 unit. Dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 30.1 persen yakni 24 ribu unit.
Sementara untuk wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer), Mitsubishi Fuso membukukan angka total 36.518 unit pada tahun lalu. Jumlah tersebut meningkat 41.5 persen dibandingkan 2020.
“Pencapaian 2021 itu mengalami peningkatan setelah pandemi pada 2020. Karena pada 2020 pasarnya drop 48 persen dari 96 ribu menjadi 46 ribu,” ucap Duljatmono, Executive Vice President of Sales and Marketing PT KTB.
Menjalani 2022, KTB menaruh harapan cukup tinggi. Target yang dicanangkan adalah meraih pangsa pasar sebesar 48 persen.
Terlebih untuk memasuki era Euro4 yang direncanakan mulai April 2022, KTB meyakini kesiapannya dengan terus menyempurnakan kualitasnya. Disebutkan bahwa terdapat 29 varian baru yang disiapkan untuk menjalaninya.
“Karena Euro4 baru bagi pelanggan, KTB siap mendukung pelanggan dengan solusi total, ketersediaan suku cadang dengan harga terjangkau, lebih banyak lokasi 2S Fleet Workshop dan menambah operasi Mobile Workshop Service,” katanya dalam kesempatan Media Gathering KTB (26/01/2022).
Lebih lanjut Ia mengatakan tahun ini GDP 2021 diprediksikan 5.9 persen. Pemerintah disebutkan masih komitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
“Bicara komoditi, CPO sangat kontribusi karena harga yang stabil, nikel juga begitu. Kemudian yang utama pendukung demand pada 2022 kembali stabil dan meningkat pada sektor logistik,” jelasnya.
Namun di sisi lain, Ia menyadari masih ada potensi covid-19 yang juga berdampak pada negara lain. Sehingga hal ini tetap harus diwaspadai perkembangannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
06 Agustus 2026, 18:12 WIB
04 Agustus 2026, 15:23 WIB
03 Agustus 2026, 20:00 WIB
30 Juli 2026, 13:00 WIB
Terkini
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya