Kendaraan Niaga Sumbang 55 Persen Penjualan Daihatsu di November
06 Desember 2025, 15:00 WIB
Penjualan Daihatsu Oktober 2024 berhasil mencatat kenaikan tipis dibanding bulan lalu menjadi 13.101 unit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski tipis, penjualan Daihatsu Oktober 2024 berhasil mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Pencapaian tersebut dinilai positif mengingat saat ini pasar otomotif Indonesia masih penuh tekanan.
Sepanjang Oktober 2024, Daihatsu berhasil mencatatkan angka penjualan sebanyak 13.101 unit. Jumlah itu naik 4,9 persen dibandingkan September 2024 yang hanya 12,490 unit.
Penjualan perusahaan didominasi oleh tiga model andalan mereka yaitu Daihatsu Sigra, Grand Max pikap dan Ayla.
Daihatsu Sigra menjadi model paling laris dengan Retail Sales sebesar 4.077 unit. Angka itu setara 31 persen dari total penjualan pabrikan asal Jepang tersebut.
Kemudian Gran Max pikap mencatatkan angka sebanyak 3.569 unit atau setara 27 persen. Sementara Ayla berhasil dikirim ke pelanggan sebanyak 1.442 unit atau 11 persen.
Perlu diketahui bahwa total Retail Sales Daihatsu pada Januari hingga Oktober 2024 sudah mencapai 142.949 unit. Jumlah itu cukup membuat pabrikan menguasai 19,6 persen dari total pasar kendaraan nasional yang sebesar 730.000 unit.
Catatan Daihatsu ini pun diyakini bakal terus bertambah mengingat umumnya terjadi peningkatan penjualan di akhir tahun. Terlebih mereka akan memberikan kemudahan kepada para pelanggan melalui beragam cara.
“Kami menyediakan program penjualan spesial hingga akhir tahun lewat untuk mempermudah pelanggan memiliki mobil baru. Ditambah, dengan kehadiran Daihatsu di pameran GJAW mendatang dapat berkontribusi mendongkrak penjualan otomotif nasional tahun 2024,” ujar Tri Mulyono, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.
Sebelumnya diberitakan bahwa Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) melakukan revisi target penjualan kendaraan dari 1 juta menjadi hanya 850.000 unit. Jumlah itu dinilai lebih realistis untuk dicapai mengingat beratnya sektor otomotif nasional.
“Otomotif lagi kontraksi, pertama yang membuat hal tersebut terjadi adalah adanya agenda politik cukup besar,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di GIIAS Semarang 2024.
Situasi tersebut membuat masyarakat menunda pembelian kendaraan. Sehingga tak mengherankan bila penjualan mobil terpukul selama beberapa lama.
Kondisi itu pun kemudian diperparah dengan Interested Rate yang naik hingga memberatkan masyarakat. Padahal kebanyakan pembelian kendaraan dilakukan secara kredit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Desember 2025, 15:00 WIB
15 November 2025, 13:00 WIB
25 September 2025, 15:14 WIB
18 Agustus 2025, 07:00 WIB
11 Agustus 2025, 20:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat