First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pengamat mengungkapkan ada satu hal yang bisa diterapkan agar harga mobil listrik semakin kompetitif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sejumlah mobil listrik di Indonesia dijual menggunakan baterai lithium-ion NMC, seperti Hyundai Ioniq 5 dan New Kona Electric. Sementara brand Tiongkok lebih pilih pakai LFP karena menawarkan beberapa keunggulan.
Jenis baterai LFP diklaim aman dan lebih murah dibandingkan lithium-ion, menjadi salah satu alasan harga mobil listrik China bisa kompetitif dibandingkan model serupa di kelasnya.
Padahal Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Pengamat ekonomi menilai hilirisasi nikel perlu terus dilanjutkan agar dimanfaatkan merek-merek yang menjual EV di dalam negeri dan banderolnya jadi terjangkau.
Pemerintah memang sudah mulai melarang pelarangan ekspor biji nikel agar investasi smelter bisa masuk ke dalam negeri.
Namun justru kebanyakan investor khususnya merek asal China menggunakan baterai LFP alih-alih NMC.
“Yang terjadi saat ini mungkin beberapa pelaku industri EV (Electric Vehicle) justru (pakai) LFP, ini mungkin harus menjadi catatan juga. Sedangkan NMC justru perkembangan harga mobilnya cenderung mahal,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu.
Menurut dia kebijakan hilirisasi nikel yang ada bisa tetap dilanjutkan, agar pelaku-pelaku industri pengguna baterai NMC buat lini kendaraan listriknya dapat memanfaatkan kandungan nikel dalam negeri.
Tidak hanya membantu menekan harga mobil listrik, kebijakan tersebut juga diharapkan mendukung visi pemerintah untuk mengikutkan Indonesia sebagai penyedia baterai di industri EV global.
“Jadi ini bagaimana hilirisasi nikel yang ada di Indonesia harus dilanjutkan cukup dengan kondisi sekarang,” tegas Josua.
Sekadar informasi, mayoritas pabrik China di Indonesia pakai baterai LFP buat produk yang ditawarkan ke konsumen. Harganya ada di kisaran Rp 179 jutaan sampai Rp 400 jutaan ke atas.
Misalnya Wuling. Air ev sampai BinguoEV dipakaikan komponen sumber daya berkapasitas 17,3 kWh sampai 37,9 kWh guna menunjang perjalanan sejauh 300 km-400 km dalam satu kali pengecasan.
Sama halnya dengan Wuling, Chery Omoda E5 turut pakai LFP berkapasitas 61 kWh dengan klaim jarak tempuh 61 kWh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
Pertamina Enduro menggelar nonton bareng komunitas otomotif serta ojol dalam gelaran MotoGP Aragon 2026
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota