MG Tunggu Aturan Teknis Insentif Mobil Listrik 2026
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Pengamat mengungkapkan ada satu hal yang bisa diterapkan agar harga mobil listrik semakin kompetitif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sejumlah mobil listrik di Indonesia dijual menggunakan baterai lithium-ion NMC, seperti Hyundai Ioniq 5 dan New Kona Electric. Sementara brand Tiongkok lebih pilih pakai LFP karena menawarkan beberapa keunggulan.
Jenis baterai LFP diklaim aman dan lebih murah dibandingkan lithium-ion, menjadi salah satu alasan harga mobil listrik China bisa kompetitif dibandingkan model serupa di kelasnya.
Padahal Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Pengamat ekonomi menilai hilirisasi nikel perlu terus dilanjutkan agar dimanfaatkan merek-merek yang menjual EV di dalam negeri dan banderolnya jadi terjangkau.
Pemerintah memang sudah mulai melarang pelarangan ekspor biji nikel agar investasi smelter bisa masuk ke dalam negeri.
Namun justru kebanyakan investor khususnya merek asal China menggunakan baterai LFP alih-alih NMC.
“Yang terjadi saat ini mungkin beberapa pelaku industri EV (Electric Vehicle) justru (pakai) LFP, ini mungkin harus menjadi catatan juga. Sedangkan NMC justru perkembangan harga mobilnya cenderung mahal,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu.
Menurut dia kebijakan hilirisasi nikel yang ada bisa tetap dilanjutkan, agar pelaku-pelaku industri pengguna baterai NMC buat lini kendaraan listriknya dapat memanfaatkan kandungan nikel dalam negeri.
Tidak hanya membantu menekan harga mobil listrik, kebijakan tersebut juga diharapkan mendukung visi pemerintah untuk mengikutkan Indonesia sebagai penyedia baterai di industri EV global.
“Jadi ini bagaimana hilirisasi nikel yang ada di Indonesia harus dilanjutkan cukup dengan kondisi sekarang,” tegas Josua.
Sekadar informasi, mayoritas pabrik China di Indonesia pakai baterai LFP buat produk yang ditawarkan ke konsumen. Harganya ada di kisaran Rp 179 jutaan sampai Rp 400 jutaan ke atas.
Misalnya Wuling. Air ev sampai BinguoEV dipakaikan komponen sumber daya berkapasitas 17,3 kWh sampai 37,9 kWh guna menunjang perjalanan sejauh 300 km-400 km dalam satu kali pengecasan.
Sama halnya dengan Wuling, Chery Omoda E5 turut pakai LFP berkapasitas 61 kWh dengan klaim jarak tempuh 61 kWh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
08 Mei 2026, 07:00 WIB
07 Mei 2026, 21:00 WIB
06 Mei 2026, 18:00 WIB
Terkini
10 Mei 2026, 06:01 WIB
MG menilai kuota insentif mobil listrik yang tengah disiapkan pemerintah, masih kurang dan bisa ditambah lagi
09 Mei 2026, 20:35 WIB
Marco Bezzecchi cukup percaya diri untuk menjalani MotoGP Prancis 2026 berbekal kemenangan pada musim 2023
09 Mei 2026, 20:31 WIB
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi podium di Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Francesco Bagnaia sumbangkan poin
09 Mei 2026, 11:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan mobilitas konsumen, Alva Studio Indy Bintaro resmi didirikan di Tangerang Selatan
08 Mei 2026, 19:00 WIB
Ford memberikan sejumlah keuntungan bagi para pelanggan di Tanah Air, salah satunya adalah voucher bensin
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
08 Mei 2026, 09:00 WIB
Yadea Indonesia melakukan uji produk dengan melibatkan banyak pihak untuk membuktikan kualitas motor listrik
08 Mei 2026, 07:00 WIB
Lepas mengungkapkan ada beberapa wilayah yang dinilai strategis buat menjual mobil listrik buatan Tiongkok